Day: May 4, 2024

  • Pengertian, Manfaat, dan Alur Kerja Scheduled Maintenance

    Pengertian, Manfaat, dan Alur Kerja Scheduled Maintenance

    Dalam industri manufaktur, sangat penting untuk melakukan maintenance secara terjadwal (scheduled maintenance). Sebab, kerusakan sekecil apa pun dapat berdampak besar pada keterlambatan atau mengurangi laba bersih Anda.

    Maintenance terjadwal menjadi cara untuk menghindari masalah-masalah ini. Dengan maintenance terjadwal, Anda dapat mengambil kendali penuh terhadap pemeliharaan fasilitas dan memastikan karyawan bekerja pada waktu yang tepat.

    Pengertian Scheduled Maintenance

    Scheduled maintenance adalah pemeliharaan dengan jadwal yang jelas, bisa juga menjadi tugas berulang. Maintenance terjadwal meliputi inspeksi, penyesuaian, layanan reguler, dan pemadaman terencana.

    Maintenance terjadwal juga bisa berupa pesanan kerja sekali pakai. Jika ada masalah dengan aset atau bagian tertentu, teknisi menetapkan waktu untuk memeriksa dan memperbaiki aset tersebut.

    Tujuan utama dari maintenance terjadwal adalah untuk mengurangi maintenance reaktif, kegagalan peralatan, dan backlog maintenance.

    Pemeriksaan standar membantu meningkatkan umur aset dan mengurangi jumlah perbaikan dan penggantian peralatan.

    Penjadwalan tugas juga memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien dari segi biaya.

    Manfaat Maintenance Terjadwal

    scheduled maintenance

    Selain meminimalkan downtime, maintenance terjadwal melayani berbagai tujuan lainnya seperti:

    • Memperpanjang umur aset karena maintenance terjadwal mengurangi risiko kegagalan mesin.
    • Biaya maintenance yang lebih rendah karena waktu dimanfaatkan secara efisien dan masalah perbaikan yang mahal dapat dicegah.
    • Budaya efisiensi proaktif karena teknisis melakukan tugas sesuai kebutuhan.
    • Tanggung jawab yang lebih rendah karena aset tetap dalam kondisi kerja yang aman.

    Budaya kerja yang lebih baik, penghematan biaya yang tinggi, dan peningkatan keselamatan kerja semuanya menunjukkan keefektifan maintenance terjadwal.

    Dengan menjalankan maintenance terjadwal yang baik, Anda dapat melakukan perawatan dan perbaikan secara teratur dan tepat waktu. Hal ini membantu mencegah kerusakan yang tak terduga dan mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja.

    Selain itu, penghematan biaya juga menjadi hasil dari maintenance terjadwal yang efektif. Dengan menjalankan perawatan secara teratur, Anda dapat mengidentifikasi dan memperbaiki masalah sebelum menjadi lebih serius dan mahal perbaikannya.

    Perbedaan Scheduled, Corrective, dan Breakdown Maintenance

    Apakah pilihan maintenance terjadwal sesuai untuk kebutuhan Anda saat ini? Untuk mengetahuinya, Anda perlu membandingkan dengan jenis maintenance lain seperti corrective dan breakdown maintenance.

    1. Scheduled Maintenance

    Scheduled maintenance dilakukan secara terjadwal guna mencegah terjadinya kerusakan. Caranya dengan melakukan perawatan secara berkala sesuai jadwal.

    Jadwal maintenance didasarkan pada rekomendasi produsen, pengalaman, atau data masa lalu. Tujuan utamanya adalah mencegah kerusakan dan menjaga kinerja peralatan.

    2. Corrective Maintenance

    Corrective maintenance dilakukan setelah mesin mengalami kerusakan guna memperbaiki dan mengembalikan kinerjanya. Agar berjalan lancar, Anda perlu persiapan untuk menerapkan pemeliharaan korektif.

    Persiapan ini meliputi identifikasi dan penilaian kerusakan, perencanaan langkah-langkah perbaikan, serta pengadaan bahan, dan peralatan untuk melakukan perbaikan.

    3. Breakdown Maintenance

    Jenis maintenance ini dilakukan setelah peralatan mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki agar dapat kembali berfungsi. Kebijakan ini dianggap kurang efisien karena dapat menyebabkan biaya perbaikan yang tinggi.

    Terjadi juga pemborosan waktu karena aktivitas perusahaan terhenti akibat kerusakan tak terduga. Selain itu, kecelakaan dapat terjadi karena kerusakan tiba-tiba sehingga mengancam keselamatan pekerja.

    Dengan beberapa kelemahan tersebut, breakdown maintenance biasanya diterapkan pada peralatan yang sederhana dan murah dalam perawatannya.

    Perbedaan utama antara jenis-jenis maintenance tersebut terletak pada waktu dan pendekatan perawatan yang dilakukan.

    Dapat kita urutkan dari penanganan setelah terjadi kerusakan (breakdown maintenance), perawatan terjadwal (scheduled maintenance), hingga perawatan korektif setelah terjadi kerusakan (corrective maintenance).

    Alur Kerja Scheduled Maintenance

    Maintenance terjadwal sering terjadi pada interval yang berulang. Contohnya seperti mengganti filter udara setiap bulan April dan Oktober atau melakukan inspeksi kinerja pada awal setiap tahun.

    Jenis maintenance ini juga berguna untuk memenuhi pesanan kerja. Begitu masalah teridentifikasi, penjadwal maintenance bekerja dengan seorang perencana maintenance untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Selain mengelola waktu, maintenance terjadwal juga menangani siapa yang melakukan tugas-tugas tersebut. Perencana dan penjadwal berkoordinasi untuk menangani masalah sehingga pekerjaan akan selesai tepat waktu.

    Bagaimana Maintenance Terjadwal Mengurangi Downtime

    Salah satu tujuan dari maintenance terjadwal adalah memastikan waktu seefisien mungkin. Pendekatan ini menentukan kapan harus melakukan perbaikan berdasarkan prioritas, personil yang tersedia, sistem, dan lokasi sistem.

    Jika ada beberapa tugas untuk satu peralatan, tugas-tugas tersebut dapat Anda jadwalkan bersama.

    Tugas maintenance terjadwal membantu mendeteksi masalah kecil sebelum berkembang menjadi kegagalan sistem. Dengan mematuhi jadwal maintenance yang teratur, teknisi maintenance dapat mendeteksi masalah sedari awal.

    Hal ini mencegah downtime tak terjadwal yang panjang dan memungkinkan pekerjaan perbaikan pada waktu yang optimal. Jika downtime yang sama pernah terjadi, masalah tersebut dapat Anda selesaikan tanpa penundaan waktu.

    Contoh Maintenance Terjadwal

    Sebagian besar fasilitas memiliki sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara yang beroperasi di seluruh bangunan. Sistem ini memerlukan inspeksi dan penyetelan secara teratur untuk terus beroperasi dengan efisien.

    Sebagian besar pekerjaan cukup sederhana. Misalnya menjaga register bersih dan mengganti filter udara pada interval teratur.

    Maintenance terjadwal memastikan tugas-tugas tersebut ditangani pada waktu-waktu tertentu. Ketika membuat jadwal, perencana, dan penjadwal dapat menentukan kapan teknisi tersedia.

    Dalam banyak hal, maintenance terjadwal dapat mencegah kerusakan aset di masa depan. Misalkan saat melakukan inspeksi, teknisi menemukan mesin yang rusak. Lalu, teknisi tersebut menjadwalkan perbaikan mesin.

    Pada akhirnya, scheduled maintenance diperlukan agar Anda mampu mengontrol dan memelihara aset sebaik mungkin.

    Layanan Maintenance Kendaraan Bisnis Terbaik

    Kadang kala, pemeliharaan terjadwal tersebut membutuhkan teknisi penanggung jawab. Anda bisa memanfaatkan layanan PT Halo Auto Indonesia berupa layanan perbaikan dan pemeliharaan.

    Halo Auto menyediakan layanan yang menyeluruh untuk perawatan, perbaikan, dan suku cadang truk dan alat berat. Dengan memesan jasa kami, Anda tidak perlu repot membuat perencanaan untuk pemeliharaan dan perawatan mesin truk Anda.

    Selain itu, Anda dapat menghemat banyak waktu. Tim Halo Auto akan mengurus semuanya sehingga Anda bisa fokus pada kegiatan bisnis utama.

    Kami juga akan melakukan analisis dan perhitungan yang tepat untuk memastikan Anda mendapatkan biaya layanan yang hemat. Meskipun hemat biaya, kami tetap menjamin performa maksimal.

    FAQ

    Mengapa perlu scheduled maintenance?

    Tujuan utama dari maintenance terjadwal adalah untuk memprioritaskan tugas-tugas guna meningkatkan efisiensi, meningkatkan alur kerja, mengurangi biaya, dan mencegah downtime.

    Apa contoh dari maintenance terjadwal?

    Mengganti bantalan pada belt conveyor setiap 30 hari atau memeriksa kondisi motor setiap 90 hari merupakan contoh dari maintenance terjadwal. Maintenance terjadwal juga bisa melibatkan pesanan kerja sekali pakai.

    Apa jenis-jenis maintenance terjadwal?

    Ada dua jenis maintenance terjadwal yaitu maintenance terjadwal tetap dan maintenance terjadwal mengambang.

    Kedua jenis ini membantu melacak aset untuk menentukan apakah aset memerlukan inspeksi, perbaikan, kalibrasi ulang, atau penggantian.

  • Breakdown Maintenance: Pengertian, Jenis, hingga Tujuan

    Breakdown Maintenance: Pengertian, Jenis, hingga Tujuan

    Dalam dunia industri, melakukan perawatan pada peralatan dan mesin sangatlah penting, terutama untuk mencegah terjadinya kerusakan atau kegagalan. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah breakdown maintenance.

    Jika tidak dekat dengan dunia industri, tentu istilah di atas kurang familiar di telinga Anda, bukan? Meski begitu, Anda tentu sedikit banyak sudah tahu peran dari sebuah pemeliharaan, perawatan, atau maintenance.

    Untuk lebih memahami jenis perawatan ini, langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

    Pengertian Breakdown Maintenance

    breakdown maintenance

    Breakdown maintenance adalah salah satu jenis perawatan pada mesin atau peralatan industri yang sudah rusak dan berhenti beroperasi. Umumnya, perawatan ini dilakukan secara dadakan, terutama saat mesin mengalami kerusakan.

    Kondisi tersebut membuat pengerjaannya tidak melalui proses perencanaan di awal, tetapi berupa tindakan reaktif setelah mendapati kendala pada mesin. Sementara kita tahu, kerusakan mesin terkadang bisa terjadi tanpa kita duga.

    Penyebab kerusakan juga sangat bervariasi, mulai dari kesalahan manusia (human error), penggunaan mesin yang berlebihan, atau memang usia pakai mesin yang sudah lebih dari batas kewajarannya.

    Adanya perawatan ini tentunya bertujuan untuk mengembalikan kondisi mesin agar bisa kembali normal. Dengan begitu, produktivitas bisa tetap terjaga dan perusahaan tidak mengalami kerugian akibat mesin yang rusak.

    Perbedaan Breakdown Maintenance dengan Preventive dan Predictive Maintenance

    Breakdown maintenance adalah salah satu jenis perawatan mesin dari sekian jenis yang ada. Dua jenis maintenance lain yang juga penting untuk dilakukan adalah preventive maintenance dan corrective maintenance.

    Lalu, apa perbedaan perawatan saat terjadi kerusakan dengan kedua jenis maintenance tersebut? Agar lebih jelas, berikut akan kami ulas pengertian dari masing-masing jenis maintenance tersebut:

    1. Preventive Maintenance

    Jenis maintenance ini adalah upaya pemeliharaan mesin  untuk mencegah terjadinya kerusakan. Seperti kita tahu, upaya pencegahan tentu saja dilakukan sebelum kerusakan terjadi.

    Salah satu contohnya adalah dengan membuat jadwal rutin terkait pengecekan kondisi mesin (inspection), melakukan pembersihan (cleaning), atau melakukan penggantian suku cadang secara rutin. Adapun preventive maintenance terdiri dari dua, yaitu:

    • Periodic Maintenance, yaitu perawatan yang dilakukan secara berkala. Bisa harian, mingguan, atau tahunan, sesuai dengan kebutuhan.
    • Predictive Maintenance, yaitu perawatan yang menitikberatkan pada kondisi mesin, biasanya dilakukan berdasarkan data dan indikator. Jika indikator menunjukkan tanda-tanda penurunan kinerja, maka perawatan akan dilakukan.

    2. Corrective Maintenance

    Jika perawatan berdasarkan prediksi dan juga periodik penerapannya adalah sebelum terjadinya kerusakan, maka correction maintenance hampir sama dengan breakdown maintenance, yaitu perawatan setelah adanya kerusakan mesin.

    Lantas, apa bedanya dengan perawatan breakdown? Letaknya ada pada analisis dan perencanaan. Corrective maintenance dilakukan dengan melakukan analisis penyebab terjadinya kerusakan atau kegagalan mesin.

    Setelah tahu penyebabnya, maka akan ada perencanaan untuk mengatasi masalah dan mencegahnya terjadi kembali dengan segera. Perawatan ini biasanya dilakukan pada mesin-mesin yang beroperasi secara abnormal.

    Mesin tersebut mungkin masih berfungsi, namun sudah tidak optimal. Oleh karena itu, perbaikan akan membuat mesin berfungsi kembali secara normal. Contohnya seperti perbaikan mesin yang rusak atau penggantian komponen mesin.

    Jenis-Jenis Breakdown Maintenance

    Ada dua jenis breakdown maintenance yang biasanya dikenal dalam dunia industri, masih-masing adalah sebagai berikut:

    1. Planned Breakdown Maintenance

    Jenis yang pertama adalah perawatan inci dan terencana, yaitu upaya perawatan mesin secara terjadwal. Jadi, akan ada waktu khusus untuk mematikan mesin dan melakukan pemeriksaan guna mencegah kerusakan.

    2. Unplanned Breakdown Maintenance

    Selanjutnya, ada juga perawatan rinci namun tak terduga. Perawatan ini adalah bentuk respon setelah terjadinya kerusakan mesin yang sifatnya mendesak. Tujuannya adalah mengembalikan mesin ke kondisi normal.

    Penyebab Melakukan Breakdown Maintenance

    Pengadaan breakdown maintenance tentu saja dipicu oleh berbagai alasan, termasuk kerusakan dan kegagalan mesin dalam beroperasi. Adapun beberapa penyebab dilakukannya breakdown maintenance meliputi:

    1. Usia Peralatan

    Saat peralatan atau mesin sudah digunakan untuk waktu yang lama, risiko kerusakan dan kegagalan meningkat secara signifikan. Salah satunya adalah karena faktor keausan, karat, dan sebagainya.

    Penggunaan alat hingga bertahun-tahun bisa membuat bantalan, roda gigi, hingga komponen mekanis lainnya menjadi aus seiring waktu. Keausan ini seringkali tidak terlihat hingga akhirnya menyebabkan kerusakan atau kegagalan total.

    2. Proses Tidak Stabil

    Alasan kenapa breakdown maintenance perlu dilakukan selanjutnya adalah karena adanya ketidakstabilan pada proses operasional mesin. Hal ini tentu bisa membuat proses produksi atau layanan jadi terganggu.

    Untuk mengembalikan tingkat produktivitas yang sudah tercapai sebelumnya, maka upaya breakdown maintenance menjadi pilihan paling realistis untuk kita ambil. Dengan begitu, perbaikan tersebut akan membuat mesin kembali beroperasi secara optimal.

    3. Ketersediaan Sumber Daya

    Jika perusahaan memiliki sumber daya yang lengkap untuk menjalankan fungsi dari perawatan terinci, maka hal tersebut bisa untuk diterapkan. Namun, jika sumber daya tidak memadai, tentu perusahaan akan fokus pada hal-hal yang lebih krusial.

    Sumber daya di sini termasuk sumber daya manusia, perlengkapan perawatan, anggaran perawatan, dan sebagainya. Hal-hal itulah yang memungkinkan breakdown maintenance bisa terlaksana.

    Tujuan Breakdown Maintenance

    Kini, Anda sudah semakin paham dengan apa itu breakdown maintenance, bukan? Selanjutnya, Anda juga perlu tahu apa saja tujuan breakdown maintenance perlu untuk dilaksanakan, yaitu:

    1. Mengurangi Biaya Operasional

    Perusahaan tidak perlu melakukan perawatan preventif yang biasanya membutuhkan perlakuan secara rutin dan terjadwal. Proses perbaikan dan perawatan hanya perlu dilakukan pada saat memang terjadi kendala saja.

    Jika mesin masih terus bekerja secara normal dalam waktu lama, tentu akan sangat menghemat biaya operasional perusahaan.

    2. Fleksibilitas Pendanaan

    Tidak adanya perawatan rutin atau berkala membuat anggaran menjadi lebih fleksibel. Anda bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang juga berdampak pada keuangan perusahaan.

    Anda hanya perlu memastikan bahwa setiap kerusakan yang terjadi bisa segera tertangani dan produktivitas bisa kembali normal.

    3. Meningkatkan Ketersediaan Mesin

    Perawatan ini akan membuat mesin bisa kembali bekerja jika terjadi kerusakan atau masalah. Dengan begitu, ketersediaan mesin bisa terus terjaga dan meminimalisir downtime akibat mesin yang berhenti bekerja.

    Pada akhirnya, mesin yang selalu siap bekerja akan meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan perusahaan.

    Itulah tadi pembahasan tentang breakdown maintenance sangat dibutuhkan oleh industri. Butuh pertimbangan matang untuk menerapkan perawatan ini karena Anda juga memiliki pilihan untuk melakukan preventif atau corrective maintenance.

    Jika saat ini Anda membutuhkan perawatan kendaraan truk atau alat berat, tak perlu ragu untuk menghubungi HaloAuto Indonesia. Di sini, Anda bisa melakukan perawatan, perbaikan unit kendaraan, hingga rekondisi unit.

    DI samping itu, kami juga menyediakan beragam suku cadang untuk truk dan alat berat, khususnya truk mercedes-benz Actros, axor, arocs dan beragam jenis truk Eropa lainnya. Segera hubungi admin Halo Auto Indonesia untuk informasi lebih lanjut!

    FAQ

    Apa itu breakdown maintenance?

    Suatu tindakan perbaikan mesin industri agar bisa kembali berfungsi secara normal sesegera mungkin.

    Apa saja jenis-jenisnya?

    Perawatan terjadwal (planned maintenance) dan perawatan tak terjadwal (unplanned maintenance).

    Mana lebih baik, breakdown atau preventive maintenance?

    Tergantung kebutuhan, jika Anda memiliki budget untuk melakukan perawatan rutin, maka preventive bisa Anda pilih. Sebaliknya, kika budget Anda terbatas, maka breakdown maintenance bisa jadi solusinya.