Penting bagi perusahaan dan para pekerja untuk memahami apa saja faktor penyebab kecelakaan kerja. Pasalnya, seluruh sektor pekerjaan pasti memiliki resikonya tersendiri terutama terhadap kecelakaan.
Para karyawan pun berhak atas perlindungan keselamatan mereka sehingga penting sekali untuk perusahaan memahami hal tersebut. Sayangnya, masih ada saja orang yang mengabaikan pentingnya keselamatan untuk para pekerja.
Akibatnya, kecelakaan kerja masih saja bisa terjadi dan tentunya merugikan karyawan. Tidak hanya itu, perusahaan pun terganggu produktivitasnya. Lantas, apa saja faktor penyebab kecelakaan kerja itu?
Daftar Isi :
TogglePengertian Kecelakaan Kerja
Pada dasarnya, kecelakaan kerja adalah sebuah kejadian atau insiden tidak terduga yang bisa terjadi di tempat atau lokasi kerja. Akibat insiden ini, pekerja bisa mengalami gangguan kesehatan dan mengalami cedera ringan atau serius.
Bagi para pekerja, kecelakaan menjadi hal yang sangat krusial sehingga perusahaan wajib melindungi mereka. Indonesia sendiri juga sudah memiliki peraturan mengenai kecelakaan tersebut di Undang-undang Ketenagakerjaan.
Pada pasal 86 dan 87, dijelaskan bahwa seluruh perusahaan harus menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan yang melekat dengan manajemen perusahaan.
Agar bisa menerapkan manajemen K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja, perusahaan harus memahami apa saja faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan di perusahaan dan apa saja jenis kecelakaan tersebut.
Baca Juga: 4 Contoh Kasus Kecelakaan Kerja K3 yang Memakan Korban Jiwa
Jenis Kecelakaan Kerja
Perlu Anda pahami juga bahwa ada lebih dari satu jenis kecelakaan kerja, yaitu:
- Terpeleset atau Jatuh: Biasanya terjadi di area yang licin. Bisa menimbulkan risiko kesehatan yang amat serius apabila kondisinya berada di ketinggian.
- Terkena Mesin atau Benda Tajam: Kecelakaan kerja ini bisa terjadi apabila karyawan mengalami kegagalan ketika menggunakan peralatan produksi, seperti misalnya mesin pemotong, mesin pengepak, dan lain sebagainya.
- Tertimpa Objek: Kecelakaan kerja lainnya yang juga sering terjadi adalah tertimpa atau terkena material tertentu. Biasanya kecelakaan ini terjadi pada perusahaan yang memang melibatkan banyak material dalam prosesnya.
- Gas Beracun: Jika perusahaan melibatkan bahan-bahan kimia di dalam proses produksinya, maka kecelakaan seperti menghirup gas beracun bisa saja terjadi. Terutama jika pekerja lalai tidak memakai pelindung ketika berinteraksi dengan berbagai zat kimia tersebut.
- Kecelakaan di Jalan: Kecelakaan lalu lintas pun bisa masuk dalam kategori kecelakaan kerja menurut UU No.3 tahun 1992, apabila kecelakaan tersebut terjadi ketika karyawan pergi atau menuju ke perusahaan mereka. Selain itu, bisa juga terjadi pada sektor usaha yang memang berbasis pada pengangkutan.
Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Selengkapnya
Inilah 10 penyebab kecelakaan kerja selengkapnya yang bisa Anda simak:
1. Kondisi Fisik
Pertama, ada kondisi fisik pekerja yang memang bisa saja menjadi penyebab dari kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja. Sebagai manusia, tentu pekerja memiliki keterbatasan kemampuan dari segi fisik.
Contohnya ketika mereka kurang tidur atau lelah karena terlalu banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Hal-hal seperti ini sangat berpengaruh pada fokus dan konsentrasi mereka.
Inilah yang kemudian membuat resiko kecelakaan kerja pun bisa lebih tinggi.
2. Kondisi Mental
Selain fisik, faktor penyebab kecelakaan kerja selanjutnya adalah kondisi mental. Pekerja bisa saja memiliki beban mental yang berbeda-beda dan penyebabnya sangat beragam.
Seperti misalnya konflik dengan keluarga, konflik dengan pasangan, konflik dengan rekan, atau beban pekerjaan. Berbagai hal tersebut bisa membuat stress yang jelas berdampak pada konsentrasi dan fokus.
Inilah yang membuat resiko kecelakaan kerja juga bisa jadi lebih tinggi.
3. Prosedur Keselamatan yang Terabaikan
Prosedur keselamatan dan keamanan untuk pekerja dibuat bukan tanpa alasan. Berbagai perusahaan pun menerapkannya dengan tujuan untuk menjaga para karyawan mereka dari resiko kecelakaan yang berpotensi membahayakan.
Hanya saja, masih ada pekerja atau karyawan yang seringkali abai terhadap hal tersebut. Contoh kecilnya saja tidak mematuhi rambu peringatan atau tidak memakai APD atau Alat Pelindung Diri.
Perilaku seperti ini tentu saja amat membahayakan dan merugikan bagi para pekerja itu sendiri.
4. Kondisi Tempat Kerja yang Licin atau Berbahaya
Faktor penyebab kecelakaan selanjutnya adalah tempat kerja yang berbahaya maupun licin. Kondisi seperti itu tentu harus menjadi perhatian karena bisa saja kondisi tersebut membuat pekerja terpeleset atau bahkan jatuh.
5. Tidak Ada Komunikasi atau Koordinasi
Dalam satu perusahaan atau pabrik, penting untuk selalu ada koordinasi dan komunikasi antara seluruh pihak. Mulai dari manajemen, divisi atau departemen, hingga para pekerja.
Tanpa adanya koordinasi dan komunikasi yang jelas, maka akan sulit bagi para pekerja untuk melaporkan jika ada masalah dengan keselamatan ketika bekerja. Akibatnya, resiko kecelakaan kerja jadi semakin besar.
Oleh karena itulah, penting untuk senantiasa memiliki komunikasi serta koordinasi yang jelas antara seluruh pihak dalam satu perusahaan.
6. Penerangan di Lokasi Kerja yang Buruk
Penyebab kecelakaan di tempat kerja selanjutnya adalah penerangan atau pencahayaan yang buruk. Seperti yang Anda ketahui, cahaya memang memegang peranan yang sangat penting untuk berbagai aktivitas manusia.
Tanpa adanya cahaya yang cukup, maka Anda akan kesulitan untuk beraktivitas dengan lancar. Hal ini berlaku juga untuk para pekerja. Jika tidak ada cahaya yang cukup, maka pekerjaan mereka pun akan menjadi terganggu.
Bisa saja mereka terjatuh, tersandung, kehilangan fokus, dan penglihatan kabur. Akibatnya tentu resiko kecelakaan kerja menjadi semakin tinggi.
7. Kurang Pelatihan
Kecelakaan kerja di perusahaan juga bisa merupakan akibat dari kurangnya pelatihan dan pendidikan pada karyawan. Setiap perusahaan umumnya memiliki prosedur tersendiri dalam proses produksi mereka.
Dalam menjalankan prosedur tersebut, jika mereka tidak menguasai caranya dengan maksimal, maka resiko kecelakaan pun bisa semakin tinggi. Selain itu, umumnya dalam pelatihan juga akan ada langkah mengatasi situasi darurat.
Pekerja bisa tahu apa saja yang harus mereka lakukan apabila ada kejadian tidak terduga. Tanpa pelatihan dan edukasi yang cukup, pekerja tidak akan memahami hal ini.
8. Beban Produksi Berlebihan
Faktor penyebab kecelakaan kerja selanjutnya adalah beban produksi yang berlebihan sehingga pekerja menjadi lalai terhadap prosedur keselamatan. Karena biasanya mereka akan hanya mengejar waktu supaya pekerjaannya cepat selesai.
Tentu ini bukanlah langkah yang bijak karena akan sangat berbahaya untuk keselamatan dan keamanan para pekerja.
9. Kurangnya Standar Keamanan
Setiap perusahaan harus memiliki standar keamanan yang memadai untuk seluruh proses produksi mereka. Karena standar ini sangat penting untuk memastikan seluruh karyawan bisa bekerja tanpa kendala dan resiko kecelakaan.
Sayangnya, ada juga beberapa perusahaan yang abai terhadap hal tersebut. Akibatnya, kecelakaan kerja bisa terjadi dan sangat merugikan karyawan dan perusahaan itu sendiri.
10. Kesalahan Penggunaan Peralatan
Penyebab kecelakaan di tempat kerja yang terakhir adalah kesalahan dalam menggunakan peralatan produksi. Di sebuah perusahaan pasti akan ada seperangkat peralatan untuk menciptakan produk.
Peralatan tersebut biasanya memiliki tingkat kesulitan dan cara pemakaian yang berbeda-beda yang harus seluruh pekerja cermati. Jika salah dalam menggunakan peralatan tersebut, maka akibatnya tentu keselamatan pekerja itu sendiri.
Seperti misalnya ada kasus terluka karena salah dalam memakai mesin pemotong dan lain sebagainya.
Baca Juga: Tips Mengemudi Truk agar Aman dan Terhindar dari Kecelakaan
Langkah Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mengingat dampaknya yang sangat krusial untuk keberlangsungan kesehatan dan keselamatan karyawan, penting untuk memahami bagaimana langkah pencegahan kecelakaan kerja yang tepat, seperti:
1. Buat SOP yang Jelas
Pertama, setiap perusahaan harus memiliki SOP atau Standard Operating Procedure.
Ini merupakan sebuah kumpulan dokumen atau data yang di dalamnya termuat langkah lengkap seperti apa cara mengerjakan pekerjaan yang tepat.
Adanya SOP ini bisa menjadi acuan untuk seluruh para pekerja. Dengan begitu, mereka pun bisa bekerja dengan aman dan nyaman.
2. Perhatikan Kondisi Tubuh dan Mental
Seluruh pekerja harus menyadari betul bahwa kondisi tubuh dan mental memegang peranan yang sangat penting untuk kelancaran bekerja. Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka senantiasa memperhatikan kondisi tubuh dan mental.
Hal ini bisa terwujud dengan cara memeriksakan kesehatan jika merasa tidak enak badan, menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, istirahat yang cukup, dan lain sebagainya.
Jika memang merasa ada yang tidak baik dengan kesehatan, pekerja bisa mengajukan izin. Hal ini lebih baik daripada memaksakan diri masuk dan justru membahayakan diri sendiri ketika bekerja.
3. Pahami dan Terapkan K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 harus senantiasa karyawan pahami dan terapkan. Tujuan K3 adalah agar pekerja bisa menjalankan tugas mereka dengan aman dan nyaman.
Pahami apa saja instruksi keselamatan yang sudah perusahaan tetapkan. Kemudian pahami apa saja peraturan dan apa saja hal yang harus karyawan hindari ketika sedang bekerja agar tidak menyebabkan kecelakaan kerja.
Dengan menerapkan K3 dengan baik, pekerjaan pun bisa lancar dan karyawan senantiasa aman.
4. Buat Pembagian Kerja yang Jelas dan Koordinasi yang Tepat
Cara mencegah kecelakaan kerja selanjutnya yang bisa perusahaan lakukan adalah dengan membuat pembagian kerja yang jelas dan menerapkan koordinasi yang tepat.
Pembagian kerja ini sangat penting agar tidak ada beban pekerjaan yang terlalu berat sehingga membuat pekerja kewalahan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi juga sangat penting untuk memastikan seluruh pekerjaan bisa berjalan baik.
Apabila ada masalah pun penyelesaiannya bisa cepat dan efektif sehingga meminimalisir adanya resiko kecelakaan kerja.
5. Buat Lingkungan Kerja yang Aman
Terakhir, agar seluruh pekerja bisa menjalankan tugas mereka dengan baik, maka perusahaan pun harus menciptakan lingkungan kerja yang aman. Misalnya, dengan tidak membuat lokasi kerja licin atau berbahaya.
Ini sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada resiko kecelakaan yang muncul akibat lokasi atau area kerja yang tidak semestinya. Oleh karena itu, perusahaan harus menyediakan hal tersebut.
Baca Juga: Service Berkala Truk untuk Menjaga Performa Tetap Optimal
Pentingnya Menjaga Kondisi Peralatan Kerja
Sekarang Anda sudah tahu kan apa saja faktor penyebab kecelakaan kerja? Memahami berbagai faktor tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh pekerja bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tanpa kendala.
Jika Anda memiliki perusahaan, juga penting untuk senantiasa memeriksa kondisi seluruh peralatan kerja agar tidak ada masalah. Hal ini termasuk juga transportasi dan kendaraan berat.
Anda bisa mengandalkan PT Halo Auto Indonesia untuk urusan maintenance dan repair truk atau kendaraan berat lainnya. Dengan begitu, kendaraan bisa senantiasa dalam performa yang bagus dan tidak membahayakan pekerja.
Halo Auto Indonesia juga melayani kebutuhan rekondisi kendaraan, reman engine, dan pengadaan suku cadang yang bergaransi dan original.
FAQ
Faktor apa saja yang menyebabkan kecelakaan kerja?
Ada banyak faktor penyebab kecelakaan kerja seperti kurangnya pelatihan, mengabaikan K3, kondisi fisik dan mental pekerja, tempat kerja yang licin, beban pekerjaan terlalu besar, dan lain sebagainya.
Apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja?
Kecelakaan kerja adalah sebuah kejadian atau insiden tidak terduga yang bisa terjadi di tempat atau lokasi kerja. Akibat insiden ini, pekerja bisa mengalami gangguan kesehatan dan mengalami cedera ringan atau serius.
Apa langkah pencegahan kecelakaan kerja?
Beberapa langkah pencegahan kecelakaan kerja adalah dengan membuat SOP yang jelas, membuat lingkungan kerja yang aman, membuat pembagian kerja yang jelas, memperhatikan kondisi fisik, dan menerapkan K3.
