Day: April 10, 2024

  • 5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    Orang yang sering menggarap proyek-proyek besar, pasti sudah tidak asing dengan merk excavator Komatsu. Banyak sekali jenis excavator Komatsu yang sering membantu para pekerja proyek.

    Excavator menjadi salah satu jenis alat berat yang bermanfaat dalam berbagai proyek, mulai dari skala menengah hingga proyek berskala besar.

    Komatsu, sebagai produsen yang menjadi pelopor alat berat di Asia Tenggara, menghadirkan berbagai jenis excavator canggih dengan teknologi terkini.

    Adapun ciri khas dari excavator dari Komatsu yakni mampu membantu kinerja operator, tapi tidak meninggalkan poin kenyamanan dan keselamatan orang-orang di lingkungan pekerjaan.

    Maka tak heran, kalau banyak yang memilih Komatsu untuk berbagai proyek.

    Baca Juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Jenis Excavator Komatsu Paling Sering Dipakai di Indonesia

    Dari berbagai jenis-jenis excavator produk Komatsu, ada beberapa jenis yang penggunaannya paling sering terlihat di banyak proyek, terutama untuk di Indonesia. Ini untuk lebih lengkapnya:

    1. Si Kecil dan Lincah, Komatsu PC 50

    Alat berat satu ini, tergolong sebagai mini excavator daripada jenis yang lainnya. Keunggulan utama dari Komatsu PC 50 terletak pada bodi yang ramping. Maka, tak heran jika kelincahan adalah salah satu kelebihan dari excavator ini.

    Berat operasionalnya 5040 kilogram, sangat berat jika menghitungnya dengan ukuran normal, tapi begitu ringan jika membandingkannya dengan jenis excavator milik Komatsu lainnya.

    Komatsu PC 50 mempunyai bucket berukuran 0,10 m3. Meskipun kecil, kemampuannya dalam menghasilkan galian bisa sampai 3.800 meter. Dengan tinggi sekitar 2,6 meter dan lebar 5,5 meter, tak heran jika alat ini sering muncul di proyek skala menengah.

    2. Jagonya Konstruksi Modern, Komatsu PC 75

    Sedikit lebih besar dari jenis excavator Komatsu sebelumnya, PC 75 menjadi jagoan dalam konstruksi modern.

    Biasanya jenis ini berfungsi sebagai penggali parit, lubang, pondasi, bahkan sering menjadi alat berat untuk meratakan jalan dan juga membersihkan puing-puing.

    Tipe excavator Komatsu PC 75 juga beragam. Mulai dari tipe PC75UU-2, PC75UU3, PC75R-2, PC75R-3, dan PC75UU-1. Setiap tipe, punya spesifikasinya masing-masing.

    Dengan kemampuan berat operasi maksimum yang mencapai 75 metrik ton, Komatsu PC 75 juga sering menjadi andalan dalam industri pertambangan hingga mineral.

    Baca juga: 12 Tambang Emas Terbesar di Indonesia, Cek Lokasinya!

    3. Paling Hemat Bahan Bakar dan Teknologi Canggih, Komatsu PC78US-11

    Jenis Excavator Komatsu
    Jenis Excavator Komatsu Terbaik

    Banyak yang menjadikan Komatsu PC78US-11 ini sebagai pilihan karena paling hemat bahan bakar plus telah menerapkan teknologi canggih di dalamnya.

    Teknologi efisiensi bahan bakar plus kopling kipas yang ada, mampu menurunkan tingkat penggunaan bahan bakar hingga 13%.

    Bahkan, ada teknologi Fast Cycle dan Custom Modes yang memungkinkan daya ayun Komatsu PC78US-11 ini lebih cepat dan responsif.

    Soal perataan maupun penggalian, bisa jauh lebih cepat daripada model sebelumnya. Fleksibilitas penggantian hingga enam mode kerja, menjadikan Anda bebas menggantinya sesuai kebutuhan.

    Mau performa yang lebih baik? Bisa. Mau lebih hemat bahan bakar? Ini adalah jenis excavator yang tepat bagi Anda.

    4. Komatsu PC200-10M0 CE

    Saat ini, pasar alat berat yang ada di Indonesia banyak didominasi excavator kelas 20 ton.

    Hal ini menjadi masuk akal karena bisa untuk berbagai sektor bisnis. Salah satu jenis yang cukup sering jadi pilihan Komatsu PC200-10M0 CE.

    Memiliki tiga keunggulan utama yakni:

    • Mampu mendukung produktivitas yang tinggi
    • Mudah soal perawatan
    • Bisa menghemat hingga 18% bahan bakar

    Harga alat berat Komatsu di kelas 20 ton ini, berada pada kisaran Rp1,5 miliar untuk unit baru. Mungkin tak berlebihan jika kami katakan ini adalah excavator yang cukup terjangkau.

    Sangat pas dengan kebutuhan pekerjaan light-medium untuk berbagai industri/sektor bisnis.

    Dengan mesin 4 silinder, boom dan arm yang sudah ditingkatkan, hingga swing cirlce kuat, menjadikan produktivitas excavator ini lebih baik. Apalagi, fitur eco-gauge indicatornya mampu menghemat bahan bakar sampai 18%.

    Baca juga: 7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    5. Lebih Kuat Menggali dengan Komatsu PC300-8M0

    Jenis ini ada di level 30 ton, lebih besar dari semuanya. Bisa jadi pilihan terbaik jika Anda butuh excavator dengan kekuatan penggalian yang besar.

    Mau pindah tanah, atau memecahkan batu, PC300-8M0 adalah pilihan tepat. Keunggulannya yakni:

    • Teknologi canggih
    • Engine yang bertenaga
    • Tingkat kebisingan rendah
    • Kenyamanan dan keamanan

    Semua jenis excavator Komatsu ini, sepertinya yang paling laris dan mendominasi berbagai sektor bisnis di Indonesia. Mulai dari proyek pembangunan, hingga proyek agribisnis.

    Setelah memilih yang terbaik untuk proyekmu, jangan lupa merawat mesin excavator Komatsu dan pilih tempat perawatan terbaik seperti PT. Halo Auto Indonesia (HAI). Telah berdiri sejak 2020, PT. HAI bisa menyediakan berbagai layanan.

    Misalnya remanufacture, rekondisi, overhaul, dan masih banyak lagi. Percayakan unitmu dengan layanan terbaik dari PT. Halo Auto Indonesia!

  • Cari Tahu Yuk Tentang Sistem Suspensi Mobil Truk

    Cari Tahu Yuk Tentang Sistem Suspensi Mobil Truk

    Cari Tahu Yuk Tentang Sistem Suspensi Mobil Truk, Haloautoindo.com – Sistem suspensi dalam kendaraan, terutama mobil truk, merupakan salah satu komponen kritis yang menentukan kenyamanan, stabilitas, dan kinerja keseluruhan. 

    Suspensi adalah serangkaian komponen yang bekerja sama untuk menyerap goncangan dari jalan, menjaga stabilitas, dan mengoptimalkan traksi. Kami akan menjelaskan komponen-komponen utama dari sistem suspensi mobil truk, teknologi-teknologi terkini yang digunakan, dan pentingnya sistem suspensi dalam industri transportasi.

    Komponen-Komponen Utama Sistem Suspensi

    Sistem Suspensi Mobil Truk

    Per Keong (Coil Spring) dan Pegas Blad (Leaf Spring):

    • Per keong dan pegas blad adalah dua jenis pegas yang umum digunakan dalam suspensi truk. Per keong terbuat dari baja lentur yang membentuk spiral, sementara pegas blad terdiri dari beberapa lapisan baja yang dilas bersama-sama. Keduanya berfungsi untuk menyerap goncangan dan mempertahankan ketinggian kendaraan.

    Shock Absorber (Peredam Kekerasan):

    • Peredam kekerasan, atau yang sering disebut shock absorber, adalah komponen yang bekerja dengan pegas untuk menyerap energi kinetik dari pergerakan suspensi. Ini membantu menjaga roda tetap berkontak dengan jalan, meningkatkan stabilitas dan kenyamanan.

    Control Arms (Lengan Kendali):

    • Lengan kendali adalah bagian yang menghubungkan roda dengan kerangka atau struktur utama truk. Mereka memainkan peran penting dalam memastikan roda tetap bergerak secara vertikal seiring dengan pergerakan suspensi.

    Stabilizer Bars (Batang Stabilisator):

    • Batang stabilisator adalah komponen yang membantu mengurangi kecenderungan kendaraan untuk bergoyang saat berbelok. Ini meningkatkan stabilitas dan penanganan truk.

    Bushings (Bushing):

    • Bushings adalah bagian karet atau poliuretan yang terletak di antara bagian-bagian logam dari suspensi. Mereka berfungsi untuk menyerap getaran dan kebisingan serta memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk pergerakan suspensi.

    Air Springs (Per Pegas Udara):

    • Beberapa truk modern dilengkapi dengan per pegas udara yang menggunakan udara bertekanan untuk menyesuaikan ketinggian dan kekakuan suspensi secara otomatis. Ini memberikan kenyamanan yang lebih baik dan penyesuaian yang lebih besar terhadap berat muatan.

    Baca juga: 4 Merk Bulldozer Paling Populer di Indonesia

    Teknologi Terkini dalam Suspensi Truk

    Sistem Suspensi Mobil Truk

    Sistem Suspensi Aktif:

    • Sistem suspensi aktif menggunakan sensor dan aktuator untuk menyesuaikan karakteristik suspensi secara real-time berdasarkan kondisi jalan dan gaya mengemudi. Ini memungkinkan truk untuk tetap stabil dan nyaman bahkan di jalan yang tidak rata.

    Kontrol Elektronik Suspensi:

    • Kontrol elektronik suspensi memanfaatkan teknologi sensor dan komputer untuk mengontrol peredaman kekerasan dan karakteristik suspensi lainnya. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk memilih mode suspensi yang sesuai dengan kondisi jalan dan preferensi pribadi.

    Sistem Suspensi Semi-Aktif:

    • Sistem suspensi semi-aktif mengkombinasikan elemen-elemen suspensi pasif dengan elemen-elemen aktif seperti peredam kekerasan yang dapat disesuaikan. Ini menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan penanganan yang optimal.

    Penggunaan Material Komposit:

    • Penggunaan material komposit seperti serat karbon dalam komponen suspensi dapat mengurangi bobot keseluruhan truk sambil meningkatkan kekuatan dan kekakuan. Hal ini berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan performa keseluruhan.

    Pentingnya Suspensi Truk dalam Industri Transportasi

    Kenyamanan Pengemudi dan Penumpang:

    • Suspensi truk yang efektif mengurangi goncangan dan getaran dari jalan, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi pengemudi dan penumpang. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pengemudi tetapi juga mengurangi kelelahan dan risiko cedera.

    Perlindungan terhadap Muatan:

    • Suspensi yang baik juga melindungi muatan truk dari kerusakan akibat goncangan dan getaran. Ini penting terutama dalam pengangkutan barang yang sensitif terhadap getaran seperti barang-barang elektronik atau bahan makanan.

    Stabilitas dan Keselamatan:

    • Suspensi yang stabil memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas truk, terutama saat membawa beban besar atau melalui tikungan yang tajam. Ini meningkatkan keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

    Efisiensi Bahan Bakar:

    • Suspensi yang dirancang dengan baik dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dengan mengurangi gesekan dan resistensi saat berkendara. Ini memiliki dampak positif tidak hanya pada biaya operasional tetapi juga pada emisi gas buang.

    Dalam kesimpulan, sistem suspensi mobil truk merupakan inti dari kinerja keseluruhan kendaraan. Dengan teknologi terkini dan perhatian yang tepat terhadap desain dan perawatan, suspensi dapat meningkatkan kenyamanan, stabilitas, dan efisiensi truk dalam industri transportasi modern. Sebagai elemen yang tidak terlihat tetapi krusial, sistem suspensi memainkan peran penting dalam memastikan truk dapat beroperasi secara optimal di berbagai kondisi jalan dan beban.

  • 7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    Excavator menjadi salah satu alat berat yang familiar dan sering orang temui. Baik dalam proses Pembangunan jalan, perkebunan, ataupun pertambangan. Namun, tahukah Anda apa saja jenis bucket excavator?

    Bagi orang awam, mungkin excavator hanya bermacam satu. Namun sebenarnya terdapat cukup banyak jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Penasaran apa saja macamnya? Mari cari tahu selengkapnya pada artikel kali ini.

    Baca juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Jenis Bucket Excavator

    Ada berapa jenis bucket excavator dalam industri konstruksi? Anda bisa cek daftar lengkapnya di sini:

    1. Standard Bucket Excavator

    Pertama ada standard bucket. Jenis bucket satu ini paling umum masyarakat ketahui karena lebih sering digunakan. Bentuk bucketnya cekung atau bulat. Fungsi utama penggunaannya untuk penggalian umum material.

    Selain itu, standard bucket excavator juga bisa untuk pekerja konstruksi umum seperti pemindahan material yang banyak dengan waktu lebih cepat. Kapasitasnya beragam, tergantung dari model serta ukuran yang Anda gunakan.

    2. Trapezoid Bucket Excavator

    Memiliki nama unik, Trapezoid Bucket Excavator pun punya bentuk yang sama menariknya yaitu trapezium. Bagian sisi atas lebih lebar sedangkan sisi bawahnya cenderung menyempit.

    Trapezoid berfungsi untuk proses penggalian dan pemindahan material di area yang butuh presisi. Contohnya seperti kondisi di saluran drainase ataupun parit yang memiliki dimensi tertentu.

    3. Ripper Bucket Excavator

    Selanjutnya ada jenis jenis bucket excavator dengan desain khusus yang sengaja dirancang untuk melakukan pekerjaan tertentu. Misalnya seperti Ripper Bucket Excavator dengan fungsi penghancuran material keras.

    Pasalnya, jenis excavator ini memiliki gigi tajam yang memudahkannya untuk proses menghancurkan permukaan tanah. Baik dalam kondisi tanah berbatu, keras, ataupun permasalahan lainnya.

    Baca juga: Mengenal Dump Truck Tambang: Jenis dan Spesifikasi Lengkap

    4. Hammer / Breaker Bucket Excavator

    Berikutnya adalah Hammer atau Breaker Bucket Excavator. Berbeda dengan excavator pada umumnya, Hammer memiliki ciri paling menarik dengan fungsi yang signifikan.

    Menjadi bucket khusus, Hammer memiliki perangkat palu hidrolik atau pemecah bebatuan.

    Sesuai dengan struktur desainnya, Breaker Bucket Excavator ini biasa perusahaan pakai untuk memecahkan beton ataupun pekerjaan dalam kondisi persiapan pondasi.

    Meskipun cukup sulit, tetapi fasilitas perangkat pemecah yang terpasang sempurna di badan bucket memudahkan excavator untuk eksekusi proses penghancuran material dengan presisi dan penuh kekuatan.

    5. Ditch Cleaning Bucket Excavator

    Pernah mendengar grading bucket? Jika iya, maka Ditch Cleaning Bucket Excavator merupakan jenis yang sama. Penyebutan keduanya berarti satu alat yang sama.

    Ditch Cleaning Bucket Excavator biasa orang gunakan untuk membersihkan saluran ataupun parit dari berbagai material mengganggu. Mulai dari material berjenis bebatuan, lumpur, ataupun tanah sekalipun.

    Alat ini juga mempunyai desain khusus yang halus dengan sisi lebih lebar dan juga panjang. Desain tersebut memungkinkan Ditch Cleaning Bucket Excavator untuk membersihkan dan meratakan parit lebih efisien.

    Namun, untuk kapasitas bucket excavator satu ini belum bisa dipastikan. Mengingat model dan ukurannya pun bermacam-macam. Sehingga pengukuran kapasitas harus disesuaikan dengan bentuknya terlebih dahulu.

    6. Slope Finishing Bucket Excavator

    Lalu, untuk permasalahan permukaan lereng yang memiliki akurasi tinggi, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan Slope Finishing Bucket Excavator. Alat berat satu ini mempunyai sisi yang cembung.

    Hal tersebut pastinya akan memudahkan pengguna untuk melakukan penghalusan dan merapikan permukaan lereng. Pemanfaatan alat ini paling sering terjadi di area saluran irigasi, bendungan, hingga proyek lansekap.

    Baca juga: 10 Cara mengoptimalkan Kinerja: Cara Merawat Alat Berat di Tambang Batubara

    7. Skeleton Bucket Excavator

    Terakhir, jenis dari bucket excavator yang perlu Anda ketahui adalah Skeleton Bucket Excavator. Peralatan konstruksi satu ini terbuat dari kerangka yang memiliki celah antara gigi dengan batang.

    Skeleton Bucket Excavator paling cocok untuk melakukan tugas pemindahan material dengan penyaringan. Misalnya seperti pemisahan batu atau kerikil dari tanah, penyaringan material yang kelebihan atau kekurangan air, hingga bebatuan kecil.

    Pasalnya, Skeleton memungkinkan material halus dapat lolos melalui celah-celah alat. Namun, untuk material dengan ukuran lebih besar dapat tertahan di dalam bucket.

    Nah itulah beberapa jenis bucket excavator yang perlu Anda ketahui secara umum. Keseluruhan alat berat tersebut sering digunakan untuk pekerjaan konstruksi, pertambangan, hingga pembangunan jalan.

    Meskipun begitu, alat berat ini membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kualitasnya.

    Salah satu perusahaan terpercaya yang menangani service dengan spesialisasi remanufacture, maintenance, hingga pengadaan suku cadang adalah Halo Auto Indonesia.

    Menjadi aset penting untuk kelancaran pekerjaan konstruksi, pastikan alat berat Anda tetap dalam kondisi prima. Yuk percayakan perawatannya hanya di Halo Auto Indonesia.

  • Alat Berat Excavator: Jenis, Cara Kerja, dan 4 Merk Terbaik

    Alat Berat Excavator: Jenis, Cara Kerja, dan 4 Merk Terbaik

    Dalam proses penggalian dan konstruksi, alat berat excavator mempunyai peran yang sangat penting. Di Indonesia sendiri, excavator biasa disebut dengan beko atau bego.

    Alat tersebut kerap digunakan untuk membongkar material di area konstruksi, menggali tanah, memuat material, hingga pembangunan tol, gedung, jembatan, jalan raya, atau yang lainnya.

    Sebenarnya, apa itu alat berat excavator, apa fungsinya, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ulasannya:

    Pengertian Alat Berat Excavator

    Alat berat adalah mesin yang berukuran besar, didesain khusus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat. Sementara alat berat excavator adalah alat berat yang terdiri dari beberapa komponen.

    Adapun komponen alat berat excavator ialah batang, keranjang, tongkat, hingga rumah atau keranjang dalam yang digunakan untuk melakukan penggalian. Rumah tersebut diletakkan di bagian atas kereta bawah, dan dilengkapi dengan roda atau roda rantai.

    Masing-masing komponen tersebut mempunyai fungsi sebagai tenaga penggerak hidrolik dan alat keruk. Alat tersebut digerakkan oleh mesin diesel yang letaknya di bagian atas track shoe (roda rantai).

    Menariknya, alat ini termasuk alat serbaguna, lantaran bisa digunakan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan.

    Ia dibuat oleh teknisi Amerika Serikat yang bernama William Smiths Otis. Di awal pembuatan, hanya terdapat 7 unit saja di seluruh dunia. Namun, alat tersebut terus mengalami perkembangan, hingga saat sudah tersebar dalam jumlah yang banyak.

    Awalnya, ia juga hanya sebatas digunakan di atas rel kereta. Ia beroperasi dengan keranjang pengeruk yang ditarik dengan rantai. Kemudian, terus mengalami perkembangan hingga menjadi sebuah alat yang sangat canggih.

    Sehingga, mampu membuat proses pengerjaan konstruksi menjadi lebih cepat, efisien, mudah, dan mengalami peningkatan.

    Baca juga: Alat Berat Scraper: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Fungsi Alat Berat Excavator

    Alat berat yang satu ini bukan hanya mempunyai peranan yang sangat penting di bidang konstruksi, tapi juga di bidang yang lain, seperti pertambangan, perkebunan, dan yang lainnya.

    Adapun fungsi utamanya adalah untuk menggali material. Namun, selain untuk menggali material, excavator juga mempunyai fungsi yang lain. Berikut beberapa fungsi lainnya:

    1.  Memadatkan dan Meratakan Tanah

    Permukaan tanah yang tidak rata dan tidak padat bisa diratakan dengan menggunakan alat berat satu ini.

    Dulunya, masyarakat Indonesia hanya mengandalkan cangkul atau alat tradisional lain untuk memadatkan dan meratakan permukaan tanah. Penggunaan alat tradisional membutuhkan waktu dan tenaga dalam jumlah besar.

    Dengan adanya alat berat excavator, prosesnya menjadi lebih mudah dan cepat, tidak perlu banyak tenaga pula.

    2. Menghancurkan Material

    Fungsi excavator yang berikutnya adalah untuk menghancurkan material. Menghancurkan material adalah salah satu pekerjaan berat di dalam dunia konstruksi.

    Namun, saat ini penghancuran material sudah bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat satu ini.

    3. Mengangkut Material

    Fungsi lainnya adalah untuk mengangkut material. Mulai dari batu-batuan, kemudian lumpur, tanah, dan yang lainnya. Mengangkut material-material berat menggunakan alat berat seperti ini akan membuat proses pengakutan menjadi lebih cepat.

    4. Membongkar Material

    Dalam proses penancapan pondasi tiang pancang, dibutuhkan alat untuk membongkar material. Biasanya, perusahaan akan memilih menggunakan excavator. Sehingga, pembongkaran material lebih efisien dan sesuai kebutuhan.

    Jenis-Jenis Excavator

    Jenis-Jenis Alat Berat Excavator
    Jenis-Jenis Excavator

    Excavator terdiri dari berbagai jenis. Masing-masingnya mempunyai spesifikasi yang berbeda. Dalam proses pengerjaan sesuatu, Anda dapat menggunakan sesuai kebutuhan saja. Berikut jenis-jenis excavator yang perlu Anda tahu:

    1.  Crawler

    Jenis excavator pertama adalah crawler. Alat satu ini beroperasi dengan menggunakan rota berantai di bagian sebelah kiri dan kanan. Roda berantai di crawler mirip dengan yang ada di tank tentara.

    Adapun fungsinya adalah untuk membuat alat berjalan secara stabil di permukaan yang kasar atau berlumpur. Fungsi alat berat excavator satu ini adalah untuk penambangan, menggali parit, dan menata lanskap.

    Terdapat berbagai keunggulannya, salah satu keunggulan tersebut adalah bisa digunakan walau di permukaan yang tidak rata. Sayangnya, crawler memang mempunyai gerak lambat, bahkan lebih lambat dibandingkan wheeled.

    Meskipun demikian, alat ini tetap menjadi salah satu alat berat yang sering digunakan, lantaran kemampuannya berjalan stabil di berbagai jenis permukaan.

    2. Suction

    Suction merupakan jenis excavator yang kerap kali digunakan untuk pekerjaan bawah tanah. Selain itu, ia juga sering digunakan untuk membersihkan puing-puing. Menariknya, alat satu ini mempunyai daya hisap yang tergolong tinggi.

    Sehingga, mampu meminimalisir terjadinya kerusakan di tempat pengerjaan. Daya hisapnya mempunyai pipa dengan diameter 30 cm. Walau cukup kecil, tapi tetap bisa bekerja dengan water jet sampai kecepatan 320 km/jam.

    Kecepatan tersebut membuat pipa penyedot tanah atau puing dalam waktu yang relatif cepat.

    3. Wheeled

    Sementara jenis yang satu ini biasa digunakan pada pekerjaan di permukaan yang keras, dan cenderung datar. Tidak heran jika kemudian ia mampu berjalan cukup cepat. Wheeled cocok untuk medan aspal dan beton.

    Bentuknya sendiri agak sama dengan crawler. Perbedaan keduanya terletak pada bagian rodanya.  Wheeled mempunyai roda dari karet, dengan maksud membuat daya cengkramnya menjadi lebih baik.

    4. Long reach

    Pada area-area yang agak sulit dijangkau, biasanya perusahaan akan menggunakan alat berat excavator yang satu ini. Misal, dalam proses pembongkaran di atas danau atau sungai.

    Long reach mempunyai lengan dan boom yang bisa Anda atur sendiri sesuai kebutuhan. Adapun panjang lengan maksimalnya adalah 30 meter. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya untuk menjangkau galian dengan jarak jauh.

    Sayangnya, dengan ukurannya yang besar, alat satu ini tidak dapat digunakan di area atau tempat sempit.

    Baca juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Cara Kerja Excavator

    Alat berat ini bukan hanya sekedar mampu melakukan gerakan maju-mundur saja. Hal ini lantaran ada bucket yang menggunakan tuas kontrol. Sehingga, ini jauh lebih kompleks daripada kendaraan lain.

    Sebelum memahami bagaimana cara kerja excavator, Anda harus memenuhi beberapa syarat wajib, yaitu harus sudah mempunyai sim B2. Kemudian, selalu mengenakan baju keselamatan serta topi selama bekerja atau mengendarainya.

    Syarat lain adalah selalu melakukan pengecekan kondisi alat sebelum Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk mengatasi terjadinya beberapa hambatan dalam mengoperasikan alat tersebut.

    Jika sudah memenuhi syarat tersebut, Anda dapat memahami bagaimana cara kerja excavator berikut:

    1.  Menjalankan dan Membelokkan Alat

    Bagian paling basic adalah menjalankan dan membelokkan alat excavatornya. Bagian tuas track kanan dengan kiri terdapat di bagian depan. Tarik tuas bersamaan ke belakang untuk menggerakkan excavator ke arah depan.

    Sementara untuk menggerakkannya ke belakang ialah dengan mendorong tuas bersamaan ke depan.

    Membelokkan alat berat ke kiri bisa Anda lakukan dengan menarik tuas sebelah kanan ke belakang.  Jika ingin berbelok ke kanan, tinggal tarik saja tuas kiri ke belakang. Bagian tuas track kanan dan kirinya ada di bagian depan.

    2. Mengontrol Arah Kabin dan Bim

    Apabila akan menggeser kabin ke kanan, Anda dapat menggeser tuas ke sebelah kanan. Begitu pun jika ingin menggeser kabin ke kiri, maka tinggal geser saja tuas ke sebelah kiri.

    Jika ingin menaikkan arm, tari tuas ke belakang. Sementara untuk menurunkan arm, bisa dengan mendorong tuas ke bagian depan. Tuas atau panel kontrolnya ada di bagian kiri.

    3. Menjalankan Bucket dan Boom

    Cara menurunkan boom bisa dengan mendorong tuas ke depan. Apabila akan menaikkannya, bisa dengan menarik tuas ke belakang.

    Jika Anda akan  menurut bucket, geser tuas ke kiri, dan menggeser tuas ke kanan jika ingin membuka bucket. Tuas atau panel kontrolnya ada di bagian kanan.

    4. Mengunci Tuas Excavator

    Bagian terakhir adalah mengunci tuas excavator. Menutup fungsi tuas bisa dengan menarik tuas ke atas.

    Namun, apabila ingin membukanya ialah dengan mendorong tuas ke bawah.  Bagian locker atau shut off bisa Anda temukan di bagian sebelah kiri.

    Rekomendasi Alat Berat Excavator

    Rekomendasi Alat Berat Excavator
    Daftar Rekomendasi Alat Berat Excavator

    Saat ini, ada banyak merk alat berat excavator yang bisa Anda pilih. Berikut ini kami berikan beberapa merk terbaik.

    1.  Komatsu

    Komatsu adalah merk terkenal yang berasal dari Jepang. Merk ini kerap menjadi pilihan utama di dunia konstriksi, terlebih lagi di Indonesia. Banyak faktor yang membuat merk ini menjadi pilihan.

    Beberapa faktornya adalah desainnya yang inovatif, daya tahannya yang tinggi, hingga performa yang handal.

    Tidak heran, jika Komatsu sering digunakan untuk mengerjakan proyek besar, mulai dari pembangunan jalan, tambang, atau yang lainnya.

    2. Hitachi

    Sama halnya dengan merk sebelumnya, Hitachi juga berasal dari Jepang, dan sudah lama memasok alat berat di Indonesia. Hitachi mempunyai teknologi canggih, sehingga mempunyai kinerja terbaik dan efisien.

    3. Caterpillar

    Caterpillar lebih terkenal dengan CAT. Ia adalah brand terkenal di dunia industri konstruksi global. Caterpillar terkenal sebagai alat yang handal dan tangguh untuk mengerjakan berbagai proyek.

    4. Hyundai

    Adapun rekomendasi berikutnya adalah Hyundai, salah satu merk yang juga terkenal. Hyundai merupakan brand dari Korea Selatan, dan kerap menjadi pilihan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

    Alat berat dari brand ini mempunyai performa yang sangat baik dan bisa menjadi andalan. Apalagi dengan penawaran harga yang bersaing.

    Harga Alat Berat Excavator

    Harga alat berat excavator sendiri bervariasi. Hal ini tergantung pada beberapa faktor.  Faktor pertama adalah jenisnya, kemudian bisa juga karena merek atau brand excavatornya.

    Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya membandingkan dahulu kualitas dan harganya. Adapun beberapa contoh harga alat berat sesuai mereknya bisa Anda lihat pada list berikut:

    Kobelco SK200-8 tahun 2014 seharga Rp875.000.000

    Hitachi Zaxis 200 tahun 2014 seharga Rp985.000.000

    Caterpillar 320D tahun 2013 seharga Rp775.000.000

    Komatsu PC200-8 tahun 2013 seharga Rp875.000.000

    Jika perusahaan Anda bergerak di bidang konstruksi, penting untuk selalu memperhatikan kondisi alat berat.

    Anda bisa menggunakan layanan perawatan dan perbaikan alat berat kepada Halo Auto Indonesia. Kami merupakan perusahaan terbaik yang fokus pada pengadaan suku cadang, rekondisi unit, hingga transmisi dan differential alat berat dan truk.

    Kami akan memenuhi kebutuhan alat berat Anda semaksimal mungkin. Apalagi, pengerjaan Halo Auto Indonesia menggunakan perlengkapan terbaik, dan data-data standar, yang akan membuat pengadaan lebih cepat.

    Kami juga memberikan garansi sampai 1 tahun untuk tiap komponen yang kami kerjakan. Bagaimana, menarik sekali bukan? Kami tunggu pesanan Anda, dan dapatkan berbagai penawaran menarik kami.