Shovel excavator menjadi salah satu alat berat yang punya peranan penting di dunia pertambanga, konstruksi, atau pekerjaan skala besar lainnya. Alasannya, karena dengan alat ini, Anda bisa mengangkut beban berat dalam satu waktu sekaligus.
Sayangnya masih cukup banyak orang yang belum memahami karakteristik alat berat ini dan menganggapnya sama dengan excavator biasa. Padahal, memahami fungsi dan karakteristik alat berat ini akan memastikan penggunaannya tepat.
Daftar Isi :
TogglePengertian Shovel Excavator
Pada dasarnya, shovel excavator adalah salah satu jenis dari excavator yang memiliki bucket menghadap ke arah atas. Alat berat ini memakai tenaga hidrolik dan punya fungsi penting sebagai carrier atau pengangkut.
Komponen penyusun shovel excavator sendiri adalah uppercarriage (struktur atas), undercarriage (struktur bawah), boom, serta alat kerja seperti front shovel, loading bucket, atau trenching bucket.
Baca Juga: Articulated Dump Truck: Spesifikasi, 6 Fungsi Utama, dan Komponennya
Jenis dan Fungsi Shovel Excavator
Perlu Anda pahami juga bahwa shovel excavator terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
1. Power Shovel Excavator
Jenis excavator ini adalah yang terkenal sebagai shovel di dunia pertambangan maupun konstruksi. Desain alat ini memang bertujuan agar bisa mengangkut material besar dan menggali berbagai macam jenis tanah.
Selain itu, Anda juga bisa memindahkan material dan tanah tersebut ke alat angkut atau truk lain. Fungsi shovel excavator tipe ini yang paling utama adalah untuk pekerjaan gali dan muat di jarak yang dekat.
Tipe shovel ini juga tersedia dalam banyak ukuran, semuanya tergantung dari kapasitas kerja. Ciri khas utama dari shovel tipe ini adalah adanya mounting yang bisa berada di wheeled chassis (roda) atau crawler (roda).
Untuk jenis crawler mounted shovel, memiliki kecepatan yang rendah, tapi lebih stabil di tanah yang kondisinya tidak rata. Sementara itu, wheel mounted shovel bisa memberikan kecepatan kerja yang lebih tinggi.
Akan tetapi, efektivitasnya lebih baik di permukaan yang keras dan rata. Nantinya Anda bisa memilih jenis mounting shovel tersebut tergantung dari kebutuhan dan tujuan pemakaian.
2. Backhoe Shovel Excavator
Selanjutnya ada Backhoe Shovel Excavator yang juga populer dengan istilah back shovel, pull shovel, atau hoe. Mesin tipe ini memiliki konfigurasi unik, yaitu boom yang memiliki bucket berayun ke arah mesin.
Desain inilah yang membuat excavator Backhoe Shovel akan menggali di bawah level permukaan mesin sedang berdiri. Tipe alat berat ini juga sangat efektif untuk pekerjaan yang membutuhkan elevasi operasi mesin.
Contohnya, meratakan permukaan tanah yang tidak rata, meratakan basement, meratakan lubang pondasi, menggali parit, atau membuat saluran tanpa perlu memindahkan mesin ke area lainnya.
Pada alat berat ini, bucket juga tersedia dengan fleksibel. Artinya, bisa Anda gunakan sesuai kondisi tanah, mulai dari yang ringan sampai padat.
3. Front Shovel Excavator
Terakhir, ada tipe Front Shovel Excavator yang fungsi utamanya adalah untuk menggali material yang ada di depan atau atas level mesin. Biasanya kebutuhan alat berat front ini adalah untuk pekerjaan berat yang memerlukan breakout force tinggi.
Selain itu, beberapa tipe shovel ini juga memiliki sistem operasi yang canggih. Tujuannya supaya proses penggalian bisa lebih akurat dan resiko over-digging.
Fungsi alat berat tipe front ini biasanya adalah untuk memuat material yang berbobot berat, mengerjakan konstruksi skala besar, atau membuat struktur area yang permukaannya bisa berdiri tegak.
Baca Juga: Rigid Dump Truck: Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangannya
Jenis Excavator Lain dan Fungsinya
Selain shovel, ada beberapa jenis excavator lain yang juga tidak kalah penting untuk kebutuhan konstruksi maupun tambang. Berikut adalah daftar excavator tersebut dan fungsinya:
1. Suction Excavator
Excavator jenis ini memiliki teknologi vacuum di dalamnya. Tujuan adanya vacuum ini adalah untuk mengekstrak material sehingga dampaknya bisa minimal untuk lingkungan.
Biasanya jenis excavator ini bisa Anda temukan pada proyek pengerukan sedimen, membersihkan limbang tambang, penambangan pasir, sampai ke reklamasi di area bekas pertambangan.
Di Indonesia jumlah pemakaian excavator jenis ini memang belum populer seperti lainnya. Karena selama ini lebih banyak yang masih menggunakan crawler excavator untuk memuat material.
2. Crawler Excavator
Jenis alat berat ini menggunakan rantai atau track untuk menggerakkannya. Bagian uppercarriage dari alat berat ini pun bisa berputar sampai 360 derajat. Selain itu, pilihan bucketnya pun variatif, tergantung kebutuhan kapasitas.
Fungsi excavator jenis ini adalah untuk penggalian material tambang, membantu proses reklamasi area pertambangan, sampai membuka atau membentuk lahan baru.
3. Long Reach
Sesuai dengan namanya, long reach excavator memang memiliki area arm dan boom yang lebih panjang daripada excavator lain. Inilah yang kemudian membuat alat ini bisa menggali material atau permukaan dengan lebih jauh.
Baca Juga: Dispatch dalam Logistik: Definisi, Kenapa Penting, dan Jenisnya
4. Mini Excavator
Jika membutuhkan bantuan untuk proyek di area terbatas, maka mini excavator adalah pilihan. Alat ini bisa membantu membuat saluran kecil, membersihkan area yang sempit, loading material, sampai penggalian di tempat yang kecil.
5. Wheeled Excavator
Terakhir, ada jenis wheeled excavator yang menggunakan roda dari bahan karet sehingga mobilitasnya lebih mudah dan tidak merusak area permukaan yang alat ini lewati. Ada banyak pekerjaan yang bisa Anda selesaikan dengan excavator ini.
Mulai dari menangani material yang ada di stockpile, membersihkan area pertambangan, loading material ke dump truck, dan sebagainya.
Itulah pengertian, jenis, dan fungsi dari shovel excavator. Selalu bekerja di medan ekstrim dan beban tinggi, alat berat tentunya akan membutuhkan perawatan supaya kondisi mesin senantiasa prima.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Halo Auto Indonesia menjadi solusi pendukung operasional alat berat Anda. Halo Auto Indonesia menawarkan layanan maintenance dan repair, dan remanufaktur (termasuk reman engine dan rekondisi).
Selain itu, Halo Auto Indonesia juga melayani pengadaan sparepart original dan bergaransi. Dengan dukungan teknis profesional dan komponen berkualitas, performa alat berat dapat tetap optimal, aman, dan efisien.
