Saat berada di kawasan proyek pembangunan gedung, sering kita melihat adanya tower crane yang berdiri di sana. Bagi orang awam, tentu banyak yang masih bingung dengan fungsi tower crane tersebut.
Dengan kemampuannya yang luar biasa untuk mengangkat dan memindahkan beban berat ke tempat yang tinggi, tower crane menjadi komponen yang tak terpisahkan dari proses konstruksi modern.
Untuk lebih memahami apa sebenarnya tower crane itu, apa saja fungsinya, dan bagaimana ia bekerja, langsung saja simak pembahasan singkatnya dalam artikel berikut ini!
Apa Itu Tower Crane?
Tower crane merupakan salah satu jenis alat berat yang dirancang khusus untuk penggunaan dalam proyek konstruksi berskala besar, seperti gedung pencakar langit atau jembatan besar.
Alat ini memiliki struktur tinggi dan ramping dengan boom (lengan crane) yang dapat berputar untuk memindahkan beban ke berbagai arah. Tower crane biasanya dipasang secara permanen di lokasi proyek untuk jangka waktu yang lama.
Bayangkan saja, bagaimana bisa para pekerja mengangkat pasak-pasak berukuran besar ke lantai atas gedung tanpa adanya tower crane. Itulah kenapa alat ini harus kokoh, tinggi, dan mampu membawa beban yang sangat berat.
Fungsi Tower Crane dalam Sebuah Proyek
Tower crane secara umum memiliki fungsi untuk mengangkat dan memindahkan beban berat ke lokasi yang lebih tinggi. Berikut adalah fungsi tower crane selengkapnya:
1. Mengangkat Benda-Benda Berat
Fungsi tower crane yang pertama adalah mengangkat dan membawa benda-benda berat ke titik yang lebih tinggi. Benda-benda tersebut bisa berupa tiang besi besar, beton precast, dan sebagainya.
2. Memindahkan Alat-Alat Berat
Selain mengangkat, alat ini juga bisa memindahkan peralatan berat ke berbagai titik, seperti generator atau tangki air ke lokasi yang sulit dijangkau. Lengan panjangnya bisa berputar ke segala arah untuk mempermudah proses pemindahan.
3. Mengatur Struktur Bangunan
Dalam konstruksi gedung bertingkat, tower crane membantu mengatur elemen struktur seperti kolom, balok, dan rangka atap. Elemen-elemen tersebut tentu saja sangat sulit untuk diposisikan tanpa bantuan crane.
Cara Kerja Tower Crane
Ada beberapa jenis crane yang biasanya digunakan dalam sebuah proyek. Meski berbeda, tetapi cara kerja alat ini relatif sama, di antaranya:
1. Tahap Pemasangan Crane
Tower crane dipasang di lokasi proyek dengan menggunakan pondasi beton yang kuat. Komponen mast disambungkan secara bertahap hingga mencapai ketinggian yang diinginkan. Lengan kemudian dipasang untuk melakukan pemindahan horizontal.
2. Pengoperasian
Operator di dalam cabin mengendalikan crane dengan berbagai kontrol. Mereka dapat memutar boom (slewing), mengangkat atau menurunkan beban (hoisting), dan menggerakkan troli ke depan atau belakang (trolleying).
3. Pengangkatan Beban
Cara kerja crane berikutnya adalah menjalankan fungsi pengangkatan beban dengan menggunakan kabel baja yang kuat. Operator mengendalikan motor listrik untuk menaikkan atau menurunkan beban sesuai kebutuhan.
4. Perputaran dan Pemindahan Beban
Slewing unit memungkinkan boom (lengan utama) untuk berputar, memungkinkan crane memindahkan beban ke berbagai arah. Trolley pada boom memungkinkan beban dipindahkan sepanjang lengan crane.
5. Keselamatan dan Keseimbangan
Counterweights menjaga keseimbangan crane saat mengangkat beban berat. Operator juga memperhatikan batas beban maksimum untuk mencegah kecelakaan.
Itulah fungsi tower crane dan juga cara kerjanya dalam sebuah proyek. Dengan adanya alat ini, proses pembangunan gedung-gedung tinggi jadi lebih mudah dan cepat.
Selain pemeliharaan pada alat-alat berat, pemeliharaan pada kendaraan-kendaraan proyek juga sangat penting. Menariknya, Anda kini bisa mendapatkan pemeliharaan maupun perbaikan kendaraan dengan lebih mudah.
Cukup gunakan aplikasi HaloBengkel di HP Anda, maka proses perawatan atau perbaikan kendaraan bisa Anda dapatkan hanya dari genggaman.
FAQ
Apakah tower crane hanya untuk konstruksi besar?
Ya, terutama untuk pembangunan gedung-gedung perkantoran atau gedung pencakar langit.
Apa saja fungsi utama crane?
Mengangkat, memindahkan, dan menyusun struktur bangunan.
Apakan pondasi tower crane bersifat permanen?
Pondasi crane dirancang permanen hanya selama proyek. Jika proyek selesai, pondasinya bisa dibongkar kembali.
Tower crane adalah salah satu alat yang kerap terpakai dalam dunia konstruksi. Alat ini sangat berguna pada pekerjaan konstruksi gedung dan jembatan besar. Berkat kehadirannya, pekerjaan tersebut akan lebih mudah dan cepat untuk terselesaikan.
Kita sering sekali melihat tower crane sebagai alat yang sangat tinggi dalam konstruksi bangunan. Alat ini berdiri sangat kokoh karena terbuat dari besi dan baja. Sebagai alat bantu, tower crane berperan sangat penting sebagai pemindah alat-alat material.
Jika alat ini tidak ada, proses konstruksi gedung dan jembatan besar akan terasa sangat sulit. Pasalnya, memindahkan material ke atas sebuah proyek bangunan memerlukan alat yang bisa mencapai tinggi tersebut.
Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai tower crane. Informasi tentang arti, fungsi, jenis, cara kerja, dan bagiannya akan dikupas secara rinci.
Pengertian Tower Crane
Pertama-tama, mari kita ketahui apa itu tower crane. Tower crane merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk mengangkat material ke ketinggian tertentu. Daya angkatnya dapat mencapai maksimal 18 ton.
Berbagai material yang dapat terangkat dari alat ini termasuk beton, baja, peralatan besar, dan bahan bangunan lainnya. Meski begitu, setiap proses pemindahan material harus dilakukan secara hati-hati.
Pemindahan dan pengangkutan dengan tower crane bisa menggunakan pergerakan vertikal dan horizontal. Sehingga, ini akan memudahkan proses pembangunan sebuah gedung.
Tower crane dapat mencapai ketinggian kurang lebih 80-100 meter. Pengguna dapat mengatur tingginya sesuai kebutuhan proyek pembangunan. Artinya, semakin tinggi sebuah bangunan gedung, semakin tinggi juga penggunaan crane tower.
Ciri khas dari alat ini tidak hanya terlihat dari tinggi. Bentuknya pun cukup mirip dengan huruf L terbalik agar memudahkan mengangkat beberapa ton berat ke sebuah ketinggian.
Lebih penting lagi, tower crane memiliki daya beban dengan prinsip 300 tonne-meter. Ini berarti beban yang terangkat terletak di 30 meter dari tiang, maksimal beban yang boleh terangkat 10 ton. Beban 6 ton pun hanya boleh terangkat di 50 meter dari tiang.
Terlebih, beban seberat 18 ton, yakni berat maksimal, tidak boleh berada di ujung jib. Dengan kata lain, semakin berat beban yang terangkat, harus semakin dekat juga posisinya dengan tiang tower demi keamanan.
Dapat kita simpulkan bahwa pengertian tower crane merupakan alat yang fungsinya untuk mengangkut material dengan aman untuk sebuah proyek pembangunan.
Fungsi Tower Crane
fungsi tower crane
Dari pembahasan pengertian dari tower crane tadi, kita mengetahui bahwa fungsinya untuk memindahkan material ke ketinggian. Benda atau material tersebut akan terangkat ke atas proyek gedung tinggi tersebut.
Jenis material yang dapat terangkut oleh tower crane adalah bahan besi, baja, beton, pelat lantai, dan pengecoran balok. Patut Anda ketahui bahwa proses pemindahan harus dengan teliti dan hati-hati.
Alhasil, seseorang yang berperan sebagai operator harus mengoperasikan alat ini dengan teliti. Dengan begitu, fungsi dari tower crane dapat berjalan secara mulus dan aman.
Jenis Tower Crane
Jenis dari tower crane umumnya terbagi menjadi empat. Keempat jenis ini biasa berguna dalam konstruksi gedung tinggi. Setiap jenisnya terbagi berdasarkan cara crane berdiri sebagai berikut.
1. Rail Mounted Tower Crane
Pertama, rail mounted tower crane adalah jenis yang menggunakan rel untuk memudahkan pergerakan alat. Rel tersebut terletak pada bagian bawah dan sudah tersusun sesuai jalur.
Jenis pertama tower crane ini memiliki keunggulan dari penggunaan rel. Bagian dasarnya memiliki roda yang dapat bergerak dengan menggunakan mesin. Dengan begitu, perpindahan material menjadi lebih praktis.
Namun, terdapat beberapa kekurangan menonjol. Paling utamanya, rel wajib terletak pada permukaan datar agar tiang tidak miring. Lalu, harganya relatif mahal daripada jenis lain.
2. Tied-in Tower Crane
Kedua, tied-in tower crane merupakan jenis yang biasa terpakai untuk pembangunan gedung lebih dari 100 meter. Tentu saja, tower crane jenis ini memiliki tinggi yang dapat mencapai 200 meter.
Ciri khas paling menonjol jenis ini terdapat pada bagian mast section. Fungsi dari mast section untuk mengurangi guncangan karena angin berkat pengait yang terbuat dari besi baja. Pengait tersebut akan terikat dengan struktur bangunan.
Apabila memerlukan jenis ini untuk proyek dengan ketinggian lebih dari 100 meter, crane harus berjalan lambat. Ini agar mempertahankan fungsinya untuk menahan gaya horizontal.
3. Free Standing Tower Crane
Selanjutnya, free standing tower crane merupakan jenis yang sangat sering terpakai dalam industri konstruksi, terutama pembangunan gedung. Dari namanya, keunggulan jenis ini memungkinkan crane berdiri bebas.
Mengapa jenis ini lebih sering menjadi andalan? Ini karena pemasangan dan pembongkarannya relatif lebih mudah dan cepat.
Akan tetapi, tower crane jenis ini memiliki kekurangan cukup menonjol. Jenis ini hanya bisa berguna untuk ketinggian sampai 100 meter.
4. Climbing Tower Crane
Terakhir, ada climbing tower crane yang meletakkan crane di dalam struktur bangunan. Crane ini akan bergerak naik bersamaan dengan struktur bangunannya.
Jenis dari tower crane ini memungkinkan pengangkatan crate berkat kehadiran hydraulic jack atau dongkrak hidrolik. Maka, jenis ini dapat berguna untuk proyek dengan lahan terbatas.
Cara Kerja Tower Crane
tower crane
Lalu, bagaimana cara kerja dari tower crane dalam sebuah proyek pembangunan. Sekali lagi, alat ini bertujuan untuk mengangkat dan memindahkan material dari atas ke bawah dan sebaliknya.
Oleh karenanya, tujuan utama tower crane adalah untuk membantu meningkatkan peluang tinggi kesuksesan proyek konstruksi. Tentunya, pembangunan gedung tinggi mewajibkan adanya alat yang bisa memindahkan material menuju ketinggian.
Tower crane akan melalui penanaman base station sebelum memasuki proses pengecoran. Ketika coran sudah mengering, saatnya untuk merangkai section mast. Section mast bisa disesuaikan menuju ketinggian sesuai keinginan.
Kemudian, berbagai komponen lain seperti cabin control, trolley, slewing, dan lainnya akan terpasang. Cara kerja dari tower crane pun terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut.
Trolleying: Pemindahan trolley secara horizontal.
Slewing: Penggunaan slewing machine untuk membuat gerakan rotasi poros.
Lifting: Pengangkutan material atau muatan dari bawah ke atas atau sebaliknya.
Bagian Tower Crane
Setelah mengenali pengertian, fungsi, jenis, dan cara kerja dari tower crane, saatnya untuk mengenali setiap bagiannya. Lantas, apa saja setiap bagian dari tower crane? Berikut adalah pembahasan beberapa bagian pentingnya:
1. Base Station
Bagian paling dasar dari tower crane. Terbuat dengan empat kaki penopang yang tertanam di tanah. Sebagai pondasi, fungsi base station untuk menahan beban agar mencegah tower crane jatuh.
2. Mast Section
Bagian segmen kerangka untuk menambah ketinggian tower crane sebagai tiang itu sendiri. Komponen ini dapat diatur sesuai ketinggian proyek bangunan dan memiliki bentuk vertikal.
3. Slewing
Terletak di atas mast section. Komponen ini berfungsi agar bagian teratas tower crane berputar hingga 360 derajat. Untuk mengendalikannya, terdapat tombol di bagian handle cabin control.
4. Counter Jib
Berfungsi untuk menyeimbangkan tower crane dan tie bar. Terdapat counter weight atau timbangan berat yang terisi beban supaya jib bisa bergerak secara seimbang.
5. Jib
Bagian yang memiliki fungsi sebagai tempat meletakkan hoist dan motor trolley. Komponen yang berperan sebagai rel ini memiliki kaitan hoist crane untuk mengangkat beban material.
6. Tower Top
Bagian dari tower crane terakhir ini sekaligus menjadi puncaknya. Komponen ini terdiri dari cabin control dan kepala cad. Keduanya menjadi tempat operator mengoperasikan tower crane.
Secara keseluruhan, tower crane adalah alat berat yang sangat efektif dalam mengangkat material sehingga konstruksi dapat cepat selesai. Setiap komponennya saling mendukung untuk mengangkat material menuju ketinggian.
Agar fungsinya maksimal, penting untuk melakukan perawatan tower crane dan setiap bagiannya. Halo Auto Indonesia menjadi andalan Anda untuk membantu perawatan alat berat dengan layanan lengkap dan harga terjangkau.
FAQ
Bagaimana cara tower crane bekerja?
Tower crane bekerja dengan pengaturan struktur menara tinggi dan lengan horizontal. Terdapat kapasitas angkat yang sudah disesuaikan dengan spesifikasinya.
Apa fungsi dari tower crane?
Fungsi utama tower crane adalah agar proses pembangunan gedung atau jembatan tinggi lebih mudah dan efisien. Ini berkat kemampuannya untuk mengangkat material menuju ketinggian.
Jenis tower crane apa yang paling sering terpakai?
Tied-in tower crane merupakan jenis yang paling banyak dipakai untuk proyek konstruksi gedung. Ini karena terdapat pengait mast section yang mampu mengurangi guncangan saat mengangkut material.