Pengertian Maintenance Planning, Tahapan, dan Contohnya

Berbicara tentang perawatan berkala, ada satu istilah yang sebaiknya Anda ketahui yaitu maintenance planning atau perencanaan pemeliharaan. Istilah ini seringkali disamakan dengan maintenance schedule, padahal... .

Berbicara tentang perawatan berkala, ada satu istilah yang sebaiknya Anda ketahui yaitu maintenance planning atau perencanaan pemeliharaan. 

Istilah ini seringkali disamakan dengan maintenance schedule, padahal sebenarnya keduanya berbeda.

Untuk yang schedule, biasanya berfokus pada kapan pekerjaan harus dilakukan, sedangkan maintenance planning berfokus apa yang harus dilakukan. 

Maintenance jenis ini berisi perencanaan strategis yang harus dipikirkan matang-matang.

Selain itu, perencanaan pemeliharaan juga bersifat jangka panjang. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lengkap tentang perencanaan pemeliharaan.

Apa Itu Maintenance Planning?

Maintenance planning adalah proses menentukan apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan sumber daya apa yang dibutuhkan agar aset tetap optimal sebelum pekerjaan dimulai.

Selain itu, perencanaan pemeliharaan juga bisa diartikan sebagai proses untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah potensial sebelum semakin tidak terkendali.

Baca juga: Safety Culture: Definisi, Aspek, dan Tantangannya

Apa Pentingnya Perencanaan Pemeliharaan?

Perencanaan pemeliharaan memiliki berbagai arti penting dalam penerapannya yaitu sebagai berikut:

1. Mengurangi Downtime Terencana

Perencanaan pemeliharaan ini harus Anda lakukan agar tidak terjadi kerusakan. Perencanaan ini membuat Anda bisa meminimalisir masalah yang terjadi secara tiba-tiba.

Dengan begitu, jalannya produksi tidak akan terganggu. Kerusakan-kurasakan ini, apalagi kalau besar pastinya juga akan merusak produktivitas sehingga harus Anda cegah.

2. Efisiensi Operasional

Ketika Anda menerapkan strategic maintenance planning dengan baik, maka operasional pasti menjadi lancar karena semua peralatan jarang mengalami kerusakan. Perencanaan pemeliharaan dapat mengoptimalkan pemakaian sumber daya.

Sebab, semua sumber daya dipastikan bisa digunakan secara efisien sehingga tidak ada pemborosan. 

Tidak hanya itu saja, segala biaya perbaikan darurat yang mahal tidak akan keluar karena sebelumnya sudah Anda cegah kerusakannya.

3. Memperpanjang Usia Aset

Aset-aset perusahaan seperti mesin produksi, kendaraan operasional, maupun fasilitas lain yang mendukung bisnis harus selalu dalam keadaan bagus. Itulah mengapa perencanaan pemeliharaan harus Anda lakukan.

Dengan begitu, aset tidak akan cepat atau aus dan Anda bisa menggunakannya bertahun-tahun atau bahkan lebih. 

Anda tidak perlu lagi sering gonta ganti komponen atau melakukan perbaikan besar-besaran.

4. Demi Keselamatan Kerja

Apabila ada alat kerja yang rusak atau bermasalah, sangat beresiko untuk Anda gunakan karena bisa saja mengakibatkan kecelakaan kerja. 

Selama ini sudah banyak terjadi kasus kecelakaan kerja yang diakibatkan penggunaan alat yang tidak layak pakai.

Dengan perencanaan ini, maka semua aspek keselamatan yang berguna sebagaimana mestinya. 

Jadi, siapapun yang bekerja atau menggunakan alat tersebut tetap merasa aman.

Baca juga: 4 Manfaat TPM (Total Productive Maintenance) di Perusahaan

Tahapan-Tahapan Perencanaan Pemeliharaan

Pemeliharaan yang satu ini biasanya mengikuti siklus yang terstruktur guna memastikan tidak ada sumber daya terbuang sia-sia. Berikut ini tahapan-tahapannya.

1. Mengidentifikasi Masalah

Pertama, Anda bisa mengidentifikasi masalah terlebih dahulu agar nanti bisa menentukan cara maintenance yang tepat. 

Identifikasi masalah ini bisa Anda lakukan melalui inspeksi agar masalahnya bisa terlihat langsung.

Nah, kalau masalahnya sudah Anda temukan, maka kedepannya Anda akan tahu akan melakukan maintenance seperti apa agar masalah tersebut tidak terjadi lagi.

2. Definisikan Ruang Lingkup Pekerjaan

Selanjutnya Anda harus mampu mendefinisikan ruang lingkup pekerjaan agar tim teknisi mengetahui apa yang harus diperbaiki. Jangan sampai teknisi bekerja di luar yang seharusnya ia kerjakan.

Pastikan ruang lingkupnya sudah jelas dari awal, apakah melakukan perawatan rutin, perbaikan, pemeliharaan ataupun yang lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan saat proses penanganan masalah.

3. Perincian Prosedur Kerja

Pada tahap ini, harusnya sudah membuat panduan bagaimana prosedur kerja. Sebab, tidak mungkin jika maintenance Anda lakukan secara asal-asalan.

Caranya, buat SOP atau Standard Operational Procedure yang menjadi dasar dalam melakukan pekerjaan atau pemeliharaan.

Jangan lupa untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, dengan memakai APD atau Alat Pelindung Diri.

4. Penjadwalan Pekerjaan

maintenance planning

Tentukan kapan pemeliharaan Anda lakukan dan cari waktu yang tidak mengganggu operasional utama. Penjadwalan pemeliharaan bisa harian, mingguan, atau bulanan sesuai situasi dan kondisi.

Dengan jadwal yang tepat, maka pemeliharaan akan berjalan lancar dan semua aset tetap bisa Anda gunakan.

5. Pelaksanaan Pemeliharaan

Tahap ini menjadi tahapan inti pada perencanaan pemeliharaan. Pastikan pekerjaan sudah sesuai dengan SOP dan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pemeliharaannya dapat Anda lakukan secara preventif, prediktif, atau korektif sesuai dengan kebutuhan.

6. Pengendalian dan Monitoring

Belum cukup sampai disitu, setelah pelaksanaan pemeliharaan Anda mulai, jangan lupa untuk monitoring atau memantau bagaimana prosesnya. Pastikan semua berjalan sesuai rencana.

Monitoring sangat penting untuk mendeteksi apabila terjadi penyimpangan. Catat kelebihan, kekurangan, hingga hasilnya untuk mengetahui apakah proses maintenance sudah tepat atau belum.

7. Evaluasi

Langkah terakhir dari proses perencanaan pemeliharaan yaitu evaluasi. Tahapan ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pemeliharaan berhasil mencegah kerusakan atau tidak. Hasil evaluasi bisa berguna untuk merencanakan pemeliharaan selanjutnya.

Sebagai contoh, kalau maintenance ternyata tidak mengubah apa-apa, maka cara yang sama tidak boleh Anda lakukan lagi.

Baca juga: Condition Based Maintenance: Teknik Pemantauan & Manfaatnya

Contoh Maintenance Planning

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali contoh perencanaan pemeliharaan. Apa sajakah itu?

1. Servis Berkala Truk Setiap 10.000 km

Service kendaraan rutin termasuk truk merupakan salah satu contoh penerapan perencanaan pemeliharaan. Adapun perencanaan yang dapat Anda lakukan misalnya memastikan oli dan filter cadangan sudah tersedia.

Selain itu, pengecekan lampu, rem, dan tekanan ban juga menjadi beberapa proses pemeliharaan yang harus Anda lakukan untuk mencegah kerusakan truk.

2. Servis Berkala Mobil Pribadi

Selain servis truk, service berkala mobil pribadi juga termasuk maintenance yang sudah terencana sebelumnya. Penerapannya bisa dengan mengganti oli mesin setiap 5.000–10.000 km, cek filter udara, rem, dan tekanan ban.

Servis ini bertujuan untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah agar tidak terjadi kerusakan saat menggunakannya.

3. Perawatan Mesin Produksi

Misalnya memiliki pabrik minuman memiliki mesin pengisi botol. Tentu saja pabrik ini harus melakukan perencanaan pemeliharaan untuk memastikan mesin tersebut selalu dalam kondisi terbaik.

Beberapa tindakan yang mungkin dilakukan antara lain sterilisasi dan kalibrasi pada nozzle pengisi, cek suhu pada motor penggerak, dan cek ketegangan pada belt conveyor.

Demikian penjelasan selengkapnya mengenai maintenance planning yang sebaiknya harus Anda lakukan demi efisiensi dan peningkatan profit. Jangan sampai bisnis Anda semakin rugi karena mengabaikan hal ini.

Maintenance Kendaraan Bisnis Anda Bersama Halo Auto Indo

Yuk, berikan perawatan terbaik pada kendaraan bisnis Anda agar semua proses bisnis menjadi lancar. Halo Auto Indo hadir dengan layanan maintenance dan perawatan berkala.

Kami memiliki tim teknisi yang handal dan berpengalaman dengan jam terbang tinggi. Semua suku cadang original bukan kw.

Yuk gunakan layanan maintenance dari Halo Auto Indo sekarang juga. Semua kendaraan bisnis dapat teroptimasi dengan baik.

FAQ

Apa saja jenis-jenis perencanaan pemeliharaan?

Preventive maintenance, predictive maintenance, dan corrective maintenance.

Apa itu preventive maintenance?

Preventive maintenance adalah pemeliharaan secara rutin yang bertujuan untuk mencegah kerusakan.

Apa itu predictive maintenance?

Predictive maintenance adalah pemeliharaan berbasis data sensor atau analisis kondisi mesin.

Apa itu corrective maintenance?

Corrective maintenance adalah pemeliharaan setelah terjadinya masalah atau kerusakan.

Leave a Reply