Truk Dolly: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Rekomendasinya

Jika memperhatikan truk pengangkut barang yang beroperasi di jalanan, Anda akan menemukan berbagai variasinya. Salah satu yang paling sering mungkin Anda temukan adalah truk dolly.... .

Jika memperhatikan truk pengangkut barang yang beroperasi di jalanan, Anda akan menemukan berbagai variasinya. Salah satu yang paling sering mungkin Anda temukan adalah truk dolly

Truk ini cukup istimewa karena tidak dipakai untuk mengangkut barang logistik layaknya truk pengantar paket, tapi khusus alat berat. Karena fungsinya yang khusus, membuat truk dolly memiliki spesifikasi yang cukup berbeda. 

Baik itu dari segi dimensinya hingga modelnya pun akan terlihat berbeda ketika Anda mengamatinya secara dekat. Untuk lebih mengenal truk pengakut alat berat yang satu ini, Anda bisa menyimak dulu spesifikasi lengkapnya. 

Apa Itu Truk Dolly dan Fungsinya?

Alat berat seperti crane, bulldozer, excavator, membutuhkan alat transportasi berupa truk agar lebih mudah untuk merelokasinya. Apalagi jika Anda ingin memindahkannya dalam jarak yang cukup jauh seperti luar kota.

Inilah pentingnya truk dolly atau yang juga terkenal dengan sebutan dolly trailer. Selain untuk mengangkut alat berat, fungsi dari dolly trailer adalah untuk pengiriman special cargo yang tingginya melebihi standar biasa. 

Kebanyakan pengguna truk dolly adalah kontraktor hingga manufaktur, serta perusahaan impor ekspor dengan barang atau produk khusus. Karena dengan truk ini, barang dengan dimensi yang tinggi dapat terangkut dengan aman. 

Panjang truk dolly sendiri mencapai 6 meter hingga 8 meter, dengan lebar 3 meter dan tinggi 70 cm. Tinggi truk relatif kecil, tapi kemampuan angkutnya sangat bagus dengan 4 gandar yang bertumpu pada bagian belakang. 

4 gandar inilah yang bekerja menambah dukungan ekstra pada truk ketika mengangkut muatan yang beratnya tidak biasa. Bahkan, daya angkutnya bisa mencapai 20 hingga 50 ton. 

Spesifikasi dolly trailer yang tergolong tangguh inilah, membuatnya sangat andal untuk mengirim alat berat dengan aman. Jadi tidak heran, jika banyak industri manufaktur dan konstruksi yang mempercayakan transportasinya dengan truk ini.

Di Indonesia sendiri, cukup banyak dolly trailer yang digunakan oleh beberapa perusahaan konstruksi. Untuk merek asal Asia antara lain Isuzu, Mitsubishi, Hino, dan juga Nissan.

Sedangkan, untuk merek asal Eropa seperti Schmitz Cargobull dan juga Krone. 

Baca Juga: Trailer Truck: Definisi, Fungsi, dan Jenis Truk

Jenis-Jenis Truk Dolly

Meskipun memiliki ukuran yang standar, trailer dolly memiliki beberapa jenis yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Baik itu untuk model standar hingga hidrolik tersedia.

Berikut ini apa saja jenis truk dolly yang bisa Anda temui:

1. Dolly Trailer Model Standar 

Jenis yang pertama ini paling sering digunakan, karena memiliki muatan standar. Biasanya pemakaiannya untuk mengangkut barang dengan tinggi lebih dari standar untuk perusahaan ekspor impor. 

Meskipun model standar, dolly trailer ini sudah memiliki roda dan kopling yang saling terhubung dengan trailer utama. Pengoperasiannya pun masih tergolong sederhana. 

2. Dolly Trailer Model Penuh

Ketika harus memuat barang yang cukup panjang, maka dolly trailer model penuh ini akan dipilih. Bedanya dengan mode standar adalah bagian belakangnya yang panjang sehingga mampu mengangkut muatan yang lebih besar. 

Selain muatan yang panjang, dolly jenis ini juga memiliki kemampuan angkut barang yang lebih berat. Anda bisa menggunakannya untuk memuat barang hingga berat 50 ton. 

Baca Juga: Truk Engkel: Definisi, Jenis, dan Manfaat

3. Dolly Trailer Model Pivot 

Jika Anda harus mengangkut barang melalui jalanan yang berliku, lebih baik memilih Dolly Trailer Model Pivot. Keunikan model ini adalah adanya mekanisme pivot yaitu engsel pada bagian belakang untuk meningkatkan fleksibilitas. 

Ketika truk harus melewati area sempit, menanjak, hingga tikungan tajam, tambahan engsel akan memudahkan manuver. Pengiriman alat berat pun akan menjadi lebih aman selama perjalanan. 

4. Dolly Trailer Model Hidrolik 

Sesuai dengan namanya, dolly jenis ini memiliki tambahan fitur hidrolik. Pada bagian belakang truk, Anda bisa menyesuaikan ketinggian dengan mudah, sehingga memudahkan pengangkutan. 

Keunggulan ini bisa Anda pakai untuk mengangkut alat berat ketika berada di jalanan yang tidak rata. Tidak perlu takut alat berat akan terguling ketika menaikkannya ke atas truk.

5. Dolly Trailer Model Multi Axle 

Jika alat berat yang hendak diangkut cukup berat, sebaiknya Anda menggunakan dolly model multi axe. Truk ini memiliki lebih dari satu sumbu atau axe, sehingga memiliki kemampuan angkut yang lebih tinggi. 

Kemampuannya ini berkat multi axle yang bisa mendistribusikan beban lebih merata. Perjalanan pun jadi lebih stabil tanpa harus takut melewati jalanan tanjakan atau turunan yang curam. 

Baca Juga: Jenis-Jenis Truk Berdasarkan Fungsi, Kebutuhan, dan Karoseri

6. Dolly Trailer Model Rem Otomatis 

Ketika harus melewati jalanan yang tidak rata, curam, dan tergolong berbahaya, maka lebih aman menggunakan dolly yang dilengkapi rem otomatis. Pengereman ini akan memastikan keamanan selama perjalanan. 

Kontrol terhadap truk jauh lebih baik tanpa takut meningkatkan atau menurunkan kecepatan. Pengereman pun akan lebih pakem yang bisa memberikan keamanan. 

7. Dolly Trailer Model Modular 

Ketika harus mengangkut alat berat dengan bentuk dan berat bervariasi, maka lebih aman menggunakan dolly modular. Dolly jenis ini memiliki fitur khusus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan. 

Ciri Khas Dolly Trailer dengan Trailer Lowbed

truk dolly
dolly trailer truk

Sekilas, banyak yang mengira dolly trailer sebagai lowbed trailer karena modelnya yang sangat mirip. Selain itu, keduanya juga sering dipakai untuk mengangkut barang. 

Namun, untuk lebih memahami perbedaan dolly dan lowbed Anda bisa memperhatikan dari beberapa faktor berikut:

1. Dimensi 

Dolly trailer memiliki dimensi yang lebih panjang meskipun hanya tersedia dalam satu model. Desainnya sendiri cukup kompak yang bekerja secara efisien untuk mendistribusikan beban dengan aman. 

Sedangkan, trailer lowbed variasi ukurannya lebih beragam, ada yang panjangnya 6 – 12 meter dan lebarnya 3 meter. Jumlah axle juga bervariasi dari 2-4. 

2. Kapasitas 

Degan dimensi yang cukup panjang, dolly trailer memiliki daya tonase dari 20-50 ton. Sementara truk lowbed daya tonasenya adalah 20 sampai 70 ton.

3. Pemakaian 

Secara umum, dolly trailer bekerja untuk mengangkut alat berat sehingga menguntungkan perusahaan pada sektor industri. Itu karena distribusi beban besarnya merata sehingga aman.

Berbeda dengan trailer lowbed yang fokusnya adalah mengangkut beban sangat berat. Bahkan, seringkali untuk mengangkut beban yang melebihi kapasitas standar layak jalan. 

Rawat Alat Berat Anda agar Operasional Lancar di Halo Auto Indonesia 

Dengan fungsi dolly trailer yang sangat krusial untuk operasional pengangkutan alat berat, Anda tidak boleh melupakan perawatannya dengan benar. Anda bisa melakukan perawatannya dengan mudah di Halo Auto Indo

Baik itu perawatan dan juga perbaikan alat berat seperti truk dolly, semua akan ditangani langsung oleh teknisi ahli. Selain perawatan, Halo Auto Indonesia juga memberikan layanan remanufaktur sesuai dengan kebutuhan. 

Anda bisa merekondisi kendaraan yang mulai mengalami penurunan fungsi, sehingga bisa berjalan dengan baik kembali. Semua suku cadang yang tersedia sudah pasti asli dan terjamin garansi. 

Jadi, tunggu apalagi? Segera jadwalkan perawatan alat berat Anda bersama Hali Auto Indonesia sekarang!

FAQ

Berapa muatan dolly? 

Dolly mampu membawa beban sekitar 20 hingga 50 ton, tergantung jenis dan jumlah sumbu rodanya. 

Berapa muatan pada trailer?

Trailer bisa memuat barang antara 20 sampai 60 ton, tergantung tipe dan spesifikasi trailernya.

Kepala trailer disebut apa? 

Kepala trailer disebut tractor head, yaitu bagian depan yang menarik trailer.

Kapan dolly digunakan dalam pengangkutan?

Dolly biasanya digunakan saat muatan terlalu berat atau panjang untuk ditarik langsung oleh tractor head dan trailer saja.

Leave a Reply