Bagi industri pertambangan, keberadaan alat berat memang memiliki peranan yang penting untuk menunjang kegiatan operasional. Inilah yang kemudian membuat P2H perlu senantiasa dilakukan. Akan tetapi, tahukah Anda apa itu P2H?
Pada dasarnya, P2H alat berat adalah seperangkat langkah perawatan dan pemeliharaan yang harus operator lakukan secara rutin. Karena sama dengan kendaraan pada umumnya, performa alat berat juga bisa menurun.
Apalagi jika intensitas pemakaian sehari-harinya begitu tinggi dan sudah digunakan dalam waktu yang lama. Perlu adanya perawatan berkala untuk memastikan bahwa alat berat tersebut senantiasa bisa menunjang kegiatan pertambangan.
Daftar Isi :
ToggleApa Itu P2H?
P2H merupakan singkatan dari Pengecekan dan Pemeriksaan Harian. Kegiatan pengecekan dan pemeriksaan harian ini biasanya untuk alat berat dan pihak operator lah yang harus melakukan prosedur ini.
Umumnya kegiatan P2H akan operator jalankan di pagi hari sebelum melakukan kegiatan operasional. Alat berat yang dimaksud dalam hal ini juga bisa sangat beragam, seperti excavator, bulldozer, compactor, truk, dan lain sebagainya.
Istilah lain yang juga populer untuk menyebutkan P2H adalah Pre Start Check. Operator yang bertugas nantinya akan memeriksa seluruh komponen alat berat secara menyeluruh.
Selain itu, biasanya suatu perusahaan sudah memiliki form tersendiri yang berisi checklist P2H alat berat. Dengan mengisi checklist ini, operator bisa memberikan kesimpulan apakah alat berat tersebut siap pakai atau tidak pada hari itu.
Baca Juga: Panduan Efektif Perawatan Truk Tambang Mercedes-Benz Actros, Axor, dan Arocs
Tujuan dan Manfaat Melakukan P2H
Secara garis besar, tujuan P2H adalah untuk mengurangi resiko adanya kerusakan mesin ketika alat berat sedang bekerja. Akan tetapi, tidak hanya itu saja. Inilah manfaat melakukan P2H yang bisa perusahaan peroleh:
1. Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja memang bisa saja terjadi, khususnya di area proyek. Salah satu penyebabnya adalah karena peralatan yang rusak sehingga membahayakan pekerja.
Nah, ketika Anda menerapkan P2H secara maksimal, maka hal ini pun berdampak pada pengurangan resiko kecelakaan kerja. Sebab, ketika melakukan P2H, Anda sudah memastikan bahwa seluruh alat berat bisa bekerja dengan baik.
2. Memperpanjang Usia Pakai Alat Berat
Sama seperti kendaraan lainnya, alat berat pun memiliki usia pakainya tersendiri. Seiring berjalannya waktu, performa alat berat bisa menurun dan memperpendek masa pakainya.
Dengan melakukan P2H secara rutin, maka Anda bisa memperpanjang usia pakai alat berat karena kerusakan bisa segera terdeteksi dan diatasi.
3. Mendukung Kegiatan Operasional Usaha
Perawatan alat berat secara rutin akan membuat kegiatan operasional usaha menjadi senantiasa lancar. Karena ketika memeriksanya dengan rutin, kerusakan sekecil apapun bisa terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan.
Tidak akan ada lagi cerita kegiatan operasional terganggu akibat alat berat yang rusak atau tidak berfungsi.
Baca Juga: Jenis-Jenis Truk Barang dan Juga Kegunaannya
Langkah Langkah P2H
Setelah memahami apa itu P2H, maka Anda juga harus tahu bagaimana prosedur menjalankan P2H yang benar. Selain itu, ada juga berbagai komponen yang tidak boleh terlewatkan dari tahap pengecekan. Berikut adalah prosedur dan komponen tersebut:
1. Pemeriksaan Bagian Luar Alat Berat
Pertama, mulai langkah P2H dengan memeriksa bagian luar alat berat. Beberapa komponen yang harus mendapatkan pemeriksaan adalah wiper, bodi alat berat, spion, kaca, roda, dan juga lampu.
2. Masuk ke Bagian Mesin
Setelah selesai memeriksa kondisi luar alat berat, lanjutkan dengan pemeriksaan pada bagian mesin. Mesin alat berat harus mendapatkan pemeriksaan untuk mencegah adanya masalah seperti kebocoran oli.
Komponen yang wajib operator periksa pada ruang mesin adalah jumlah oli transmisi, oli rem, oli mesin, serta oli power steering. Selain itu, operator wajib memeriksa air radiator alat berat.
Bagi alat berat, air radiator memegang fungsi untuk membantu proses pendinginan mesin. Ketika jumlah air radiator tidak mencukupi atau bahkan habis, maka mesin tidak bisa dingin sehingga sangat rawan terjadi overheating.
3. Bersihkan Area Mesin
Setelah memeriksa ruang mesin, maka jangan lupa untuk membersihkannya. Membersihkan mesin alat berat termasuk dalam langkah perawatan alat berat yang bermanfaat untuk menambah usia pakainya.
Dengan membersihkan mesin secara rutin, tidak akan ada kotoran seperti tanah, debu, atau bahkan kerikil yang menumpuk sehingga kinerja mesin terus terjaga.
4. Melakukan Flushing
Setelah selesai melakukan pembersihan mesin, operator bisa lanjut melakukan flushing. Pada tahap P2H, flushing merupakan proses untuk membersihkan seluruh partikel kotoran yang ada di dalam mesin.
Cara melakukan flushing ini terbilang sangat teknis dan membutuhkan teknisi yang benar-benar ahli di bidang alat berat. Dengan melakukan flushing, mesin alat berat bisa benar-benar bersih tanpa adanya pencemaran kotoran.
5. Cek Sistem Pengereman
Sama seperti kendaraan pada umumnya, bagi alat berat sistem pengereman pun memiliki peranan yang begitu penting. Oleh karena itu, setiap harinya operator tidak boleh melewatkan uji pengereman ketika sedang melakukan P2H.
Untuk memastikan rem bekerja dengan baik, operator bisa mengeceknya dengan cara uji coba. Pastikan bahwa rem bisa menghentikan kendaraan dan tidak ada kerusakan seperti blog atau macet.
6. Pemeriksaan Kelengkapan Alat Berat
Terakhir, jangan lupa memeriksa kelengkapan alat berat. Kebanyakan operator seringkali melewatkan hal ini karena menganggapnya tidak terlalu penting. Padahal, berbagai komponen pelengkap ini juga memegang peranan yang begitu penting.
Beberapa komponen tersebut adalah sabuk pengaman, panel indikator, klakson, pengganjal roda, APAR, hingga traffic cone.
Baca Juga: Mengelola Aset dengan Efisien: Berbagai Jenis Maintenance dalam Industri Pertambangan
Tips Melakukan P2H yang Efektif
Agar bisa menjalankan prosedur P2H secara efektif, berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti:
1. Gunakan Form untuk Memudahkan
Pertama, sebaiknya operator menggunakan form ketika melakukan PH2. Form ini berisi daftar checklist P2H yang akan memudahkan tahap pengecekan dan pemeliharaan sehari-hari.
Dengan berpedoman pada form ini, SOP pun bisa senantiasa terjaga dan proses pengecekan bisa menjadi lebih mudah.
2. Catat Apabila Ada Kerusakan
Operator yang melakukan P2H sebaiknya juga mencatat tanda atau indikasi kerusakan pada alat berat. Pencatatan ini menjadi sangat penting agar nantinya bisa dilaporkan ke perusahaan dan alat berat mendapatkan penanganan secepatnya.
3. Pastikan Hanya Menggunakan Suku Cadang Terbaik
Terakhir, pastikan perusahaan hanya memakai suku cadang atau sparepart terbaik dan original jika ada komponen alat berat yang harus diganti. Kualitas suku cadang ini menjadi begitu penting supaya kinerja alat berat bisa senantiasa terjaga.
Percayakan Suku Cadang Alat Berat pada Halo Auto Indonesia
Sekarang Anda sudah tahu kan apa itu P2H dan bagaimana implementasinya? Melakukan pengecekan dan pemeliharaan memang begitu krusial bagi kelancaran operasional perusahaan terutama untuk memastikan alat berat senantiasa terjaga.
Oleh karena itu, pastikan Anda melakukannya secara rutin, setiap hari, mingguan, dan bulanan. Pastikan juga bahwa Anda selalu menggunakan suku cadang terbaik untuk mengganti komponen alat berat yang bermasalah.
Untuk suku cadang, Anda bisa mempercayakannya kepada Halo Auto Indonesia. Halo Auto Indonesia menawarkan layanan pengadaan suku cadang atau sparepart bagi alat berat yang original dan bergaransi.
Selain itu, Halo Auto Indonesia pun menyediakan jasa perbaikan dan perawatan alat berat dan kebutuhan reman engine kendaraan berat. Jadi tunggu apalagi? Dukung kinerja alat berat Anda bersama Halo Auto Indonesia.
FAQ
Apa itu P2H dan fungsinya?
P2H adalah Pemeriksaan dan Pengecekan Harian. Fungsi P2H adalah untuk mengurangi resiko adanya kerusakan mesin ketika alat berat sedang bekerja.
Apa arti dari P2H?
P2H merupakan singkatan dari Pemeriksaan dan Pengecekan Harian.
Kapan P2H dilakukan?
P2H bisa dilakukan setiap hari sebelum memulai kegiatan operasional perusahaan atau pertambangan. Selain itu, bisa juga mingguan atau bulanan.
