Day: April 20, 2024

  • Fungsi Bagian Bagian Helm Safety, Ampuh Lindungi Kepala!

    Fungsi Bagian Bagian Helm Safety, Ampuh Lindungi Kepala!

    Helm safety punya peran yang vital untuk keselamatan para pekerja di industri dengan tingkat risiko tinggi. Bagian bagian helm safety menjadi alasan utama mengapa Alat Pelindung Diri (APD) ini bisa menghindarkan seseorang dari risiko kecelakaan.

    Helm safety memiliki beberapa fungsi utama. Misalnya saja, melindungi kepala pekerja dari benda-benda kerat dan berat yang jatuh, melindungi kepala dari benturan, hingga melindungi bagian kepala dari api maupun bahan kimia tertentu.

    Semua fungsi yang ada, didukung oleh adanya beberapa bagian penting yang sekaligus menjadi standar helm safety. Jika ada bagian yang masih kurang lengkap, maka sebaiknya penggantian helm perlu dilakukan.

    Baca Juga: Ini Arti Warna Helm Proyek, Ternyata Fungsinya Berbeda

    Bagian Bagian Helm Safety

    Tapi, apa saja bagian yang ada dalam helm safety? Mengapa ia begitu penting? Apakah bagian-bagian ini memiliki fungsi tertentu? Semua pertanyaan ini, akan kami bahas dalam ulasan berikut:

    1. Bagian Shell/Luar

    Pertama, ada bagian shell atau yang menjadi bagian terluar dari helm safety. Sebutan paling mudah untuk bagian ini adalah batok helm.

    Bahannya dari bahan keras semacam plastik, logam, hingga serat kaca. Tentu saja, bagian shell mempunyai fungsi utama.

    Salah satunya menahan dan menyalurkan shock atau energi dari benturan agar kepala penggunanya terhindar dari risiko cedera.

    Shell ini juga mempunyai desain yang tahan tumpahan yang mampu mengalihkan cairan yang mungkin terjatuh pada kepala pekerja.

    2. Bagian Brim/Pinggiran

    Selanjutnya, ada bagian brim atau pinggiran. Bagian satu ini, masih jadi satu dengan batok atau shell.

    Secara umum terdapat dua jenis berbeda: fullbrim dan half brim. Keduanya, tentu punya spesifikasi yang berbeda pula.

    Helm yang menggunakan desain fullbrim, punya tingkat perlindungan yang lebih baik karena menyeluruh. Hal ini bisa didapatkan karena mempunyai bagian pinggiran yang lebih lebar jika membandingkannya dengan half brim.

    Tidak hanya melindungi kepala pengguna dari benda yang jatuh dari atas, helm fullbrim akan melindungi pekerja atas benturan benda yang mungkin datang dari arah samping.

    3. Suspensi/Inner

    Inner helm safety yang sudah pasti ada, yakni suspensi. Berada di bagian dalam, fungsi utamanya yakni menahan agar helm bisa tetap pada posisinya.

    Inner dari helm safety ini terdiri dari sejumlah komponen berupa tali dan bingkai. Biasanya ada di dalam batok atau shell.

    Suspensi ini akan membantu helm tetap ada di posisi yang pas di atas kepala pekerja, serta bisa membantu meredam shock atau gaya ketika benturan terjadi.

    Standar helm safety SNI pasti menerapkan ini karena fungsinya yang begitu krusial.

    4. Adjustment Point

    Selanjutnya, helm safety sering meletakkan bagian titik-titik untuk penyesuaian. Istilah dari bagian tersebut adalah adjusment poin. Fungsinya agar ukuran safety helmet bisa sesuai dengan ukuran setiap kepala pekerja.

    Dengan begini, pekerja bisa mengenakan helm yang lebih pas, nyaman, dan tentu saja lebih aman dari risiko kecelakaan.

    Baca Juga: 7 Contoh K3 di Perusahaan, Bikin Karyawan Lebih Produktif!

    5. Chin Strap/Tali Dagu

    Hampir setiap safety helmet memiliki tali dagu atau chin strap yang bisa dikaitkan ke bagian bawah dagu penggunanya.

    Chain strap sebenarnya hanya fitur tambahan. Namun, fungsinya cukup penting karena meningkatkan kestabilan helm ketika Anda menggunakannya. Sangat berguna terutama ketika risiko kehilangan helm tinggi.

    Misalnya saja, saat menggunakannya pada ketinggian, maupun pada lingkungan kerja dengan kecepatan angin yang tinggi.

    6. Ventilasi

    Nah, ini juga menjadi bagian tambahan yang akan membuat kepala pekerja, bisa tetap sejuk sekaligus nyaman. Utamanya ketika cuaca panas. Aksesoris ini, bisa memasang dan melepasnya sesuai dengan kebutuhan.

    7. Aksesori

    Setiap helm pengaman, biasanya lengkap juga dengan aksesori. Nah, aksesori ini berbeda-beda.

    Misalnya saja, pelindung telinga, mata pelindung, pelindung wajah, atau bisa juga head lamp. Jika mengenakannya, Anda bisa menambahkan aksesori sesuai kebutuhan.

    Lantaran fleksibel, Anda bisa memasang atau mencopotnya sesuai kebutuhan. Hanya saja, meskipun sekadar aksesori fungsinya masih sangat penting kok.

    8. Branding dan Identifikasi

    Kalau bagian ini, mungkin hanya beberapa. Branding atau identifikasi merupakan bagian helm safety berupa logo dan nama perusahaan.

    9. Replaceable Components

    Merupakan komponen seperti suspensi, hard hat, atau sejenisnya.

    Penting untuk memahami bagian bagian helm safety agar Anda tahu, bagian mana yang mungkin perlu Anda tambah, lepaskan, atau ganti.

    Selain itu, sangat penting juga untuk merawat kendaraan bisnis atau memperbaikinya jika performanya sudah mengalami penurunan.

    Halo Auto Indonesia, siap memperbaiki dan merawat kendaraan bisnis Anda dengan layanan berkualitas. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perawatan kendaraan bisnis terbaik demi melindungi keselamatan para pekerja.

  • 6 Fungsi Helm Safety yang Utama, Jenis, dan Arti Warnanya

    6 Fungsi Helm Safety yang Utama, Jenis, dan Arti Warnanya

    Demi melindungi para pekerja, ada aturan yang mengharuskan mereka untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Pasalnya, fungsi helm safety memang sangat krusial untuk menjaga keselamatan ketika bekerja.

    Helm keselamatan atau helm safety ini, menjadi pelindung bagi orang yang bekerja di areal tinggi risiko. Misalnya saja, area pertambangan, area konstruksi, hingga industri kimia yang memang terkenal dengan tingkat kecelakaan kerja tinggi.

    Penggunaannya bukan sekadar jadi aturan dalam UU Ketenagakerjaan, melainkan harus digunakan dengan penuh kesadaran untuk keselamatan diri sendiri.  Namun, pemakaiannya harus sesuai fungsi.

    Alasannya karena helm safety itu sendiri punya tipe yang terbagi jadi beberapa warna. Mari, bersama-sama kenali fungsi helm safety berdasarkan warna dan jenis-jenisnya di artikel ini.

    Baca juga: 11 Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya, Wajib Tersedia!

    Apa Saja Fungsi Helm Safety?

    Meskipun punya warna berbeda, helm safety memiliki sejumlah fungsi utama. Terutama dalam melindungi kepala dari risiko yang mungkin terjadi ketika sedang berada dalam proyek. Berikut penjelasan fungsinya:

    1. Melindungi Kepala

    Sudah pasti, fungsi utamanya adalah melindungi kepala. Bagian vital manusia satu ini, memang harus Anda lindungi ketika berada dalam area proyek dengan risiko tinggi.

    Helm akan melindungi kepala dari beberapa kejadian seperti benturan, kejatuhan material, pukulan, benturan, bahkan juga melindungi kepala dari benda tajam yang mungkin tak sengaja terjatuh.

    Penggunaan helm safety juga bisa melindungi kepala dari bahan kimia sampai melindungi kepala dari suhu yang ekstrim seperti helm yang penggunaannya dapat Anda lihat pada petugas pemadam kebakaran.

    2. Pencegahan Cedera Serius

    Selanjutnya, fungsi helm proyek adalah mencegah terjadinya cedera serius. Dengan memakainya, Anda akan terlindung dari kejadian seperti pembuluh darah yang pecah di sekitar otak.

    Pasalnya, ada helm proyek yang mampu menyerap shock dari pukulan benda yang terjatuh tepat di atas kepala. Kalaupun terjadi, fungsi helmet safety akan mengurangi potensi terjadinya cedera serius.

    3. Melindungi Kepala dari Benda Tumpul

    Di area konstruksi, sering kali ada benda tumpul yang berbahaya dan berpotensi membuat kepala Anda cedera. Maka, pemakaian helm safety bisa membantu Anda lebih terlindungi.

    Adanya helm safety berkualitas, mampu menolong Anda dari cedera berat akibat kejatuhan atau pukulan benda tumpul.

    4. Kepala Lebih Aman dari Benda Jatuh

    Kejatuhan benda tertentu saat berada dalam proyek masih sangat mungkin terjadi. Potensi benda jatuh mengenai kepala para pekerja juga sangat besar.

    Maka, untuk melindungi kepala dari adanya kejatuhan benda ini bisa dengan menggunakan helm safety agar lebih aman.

    5. Lebih Aman dari Risiko Kecelakaan Elektrik

    Penggunaan helmet pada pekerjaan yang berurusan dengan listrik, salah satunya bisa mencegah terjadinya kecelakaan elektrik.

    Kontak secara langsung dengan arus listrik, bisa mengakibatkan kondisi yang sangat fatal. Apalagi kalau sampai mengenai kepala.

    Maka dari itu, Anda butuh helm safety sebagai langkah preventif terhadap kondisi yang tak diinginkan seperti kecelakaan elektrik.

    6. Sebagai Identifikasi Pekerja

    Benar, seperti yang sebelumnya telah kami sebutkan, helm safety tersedia dalam berbagai macam warna. Setiap warna, merupakan simbol dari posisi pekerjaan atau untuk mengetahui siapa yang mengenakannya.

    Baca juga: Ini Arti Warna Helm Proyek, Ternyata Fungsinya Berbeda

    Jenis-Jenis Helm Safety

    fungsi helm safety
    fungsi helm safety

    Yap, helm safety ini punya fungsi khusus tergantung dengan jenisnya. Umumnya, helm safety terbagi menjadi 3 kelas atau 3 kategori utama. Berikut penjelasannya:

    1. Helm Safety Kelas/Kategori E (Electrical)

    Pertama, ada helm kelas E. Kemampuannya yakni mengurangi tingkat risiko bahaya elektrik yang bertegangan tinggi sampai 20.000 volt.

    Helm jenis ini cocok bagi Anda yang pekerjaannya berkaitan dengan kelistrikan. Misalnya saja, seorang petugas PLN.

    Sebagai petugas PLN, Anda sangat perlu untuk memakai helm ini agar perlindungan terhadap listrik jauh lebih maksimal.

    2. Kelas G (General)

    Selanjutnya, ada fungsi helm safety dari kelas G atau general. Perlindungannya seperti nama jenisnya, yakni general atau lebih umum. Sangat tepat untuk berbagai tipe pekerjaan.

    Pekerja di bidang kelistrikan juga masih bisa menggunakannya karena ketahanan yang bisa helm ini berikan, yakni menahan 2.200 volt.

    3. Helm Safety Kelas C/Conductive

    Terakhir, ada helm dari kelas C atau Conductive. Beda dengan kedua jenis helm sebelumnya karena helm ini tidak bisa melindungi risiko kelistrikan sama sekali.

    Biasanya helm ini juga dipakai untuk proyek yang lebih umum dan pengaplikasiannya lebih general.

    Namun, helm kelas C punya kelebihan yakni adanya ventilasi tambahan plus bahannya dari aluminium.

    Arti Warna Safety Helmet bagi Pekerja Proyek

    Fungsi safety helmet tak hanya demi menjaga keselamatan pekerja. Namun, juga menjadi simbol karena setiap warna punya arti khusus:

    1. Helm Putih

    Untuk warna helm safety berwarna putih ini mewakili orang yang punya jabatan tinggi seperti pengawas, manajer, insinyur, dan mandor. Tanggung jawab dan pengetahuannya memang umumnya lebih besar daripada pekerja proyek lainnya.

    2. Helm Biru

    Helm proyek berwarna biru biasanya untuk operator teknis, supervisor lapangan, dan juga pengawas sementara suatu proyek.

    Namun, Anda akan paling banyak melihatnya pada operator alat-alat berat seperti  crane, bulldozer, forklift, dan sejenisnya.

    3. Helm Merah

    Anda mungkin jarang menjumpai pekerja dengan helm berwarna merah. Tapi, peran dari orang yang mengenakan helm merah ini punya peran krusial.

    Mereka merupakan pengawas dan petugas safet K3 di suatu proyek. Mereka akan datang demi memastikan penerapan standar keamanan.

    4. Helm Kuning

    Umumnya untuk para sub kontraktor dan pekerja umum yang ada di lapangan. Biasanya juga mengenakan kelengkapan APD lain seperti rompi yang cerah.

    5. Helm Hijau

    Peneliti atau pengawas lingkungan adalah pihak yang menggunakannya. Terkadang juga petugas kebersihan.

    6. Helm Oranye

    Terakhir, ada helm berwarna oranye. Biasanya helm ini untuk tamu proyek yang tengah berkunjung.

    Tak hanya penting mengetahui fungsi helm safety. Anda yang punya kendaraan bisnis pun wajib merawat dan memperbaikinya untuk keselamatan pekerja.

    Jika ingin memperbaiki dan merawatnya, percayakan pada PT. Halo Auto Indonesia. Telah berpengalaman lebih dari 3 tahun, Anda tidak perlu khawatir dengan layanan terbaik untuk kendaraan bisnis dari kami.