Author: Erwin Juntoro

  • Kenalan dengan Forklift: Jenis, Fungsi Utama, dan Bagiannya

    Kenalan dengan Forklift: Jenis, Fungsi Utama, dan Bagiannya

    Forklift adalah alat yang mungkin sudah tak asing lagi bagi Anda yang bekerja dalam industri manufaktur, logisik, dan konstruksi. 

    Alat ini berguna dalam upaya pemindahan barang-barang dengan bobot yang tak bisa ditampung oleh tenaga manusia. Bisa puluhan kilogram, hingga ratusan tergantung ukuran forklift-nya. 

    Pemindahan barang dan proses penataan benda berat seperti kontainer akan jauh lebih mudah dengan bantuan alat satu ini. 

    Tapi, tahukah Anda kalau fungsinya tak terbatas di situ? Apakah Anda tahu bahwa jenis alat ini cukup bervariasi? Semuanya, lebih jelas dengan baca ini!

    Jadi, Apa Itu Forklift?

    Dari segi nama saja, Anda mungkin sudah paham tentang alat ini. Ada kata ‘fork’ dan kata ‘lift’. Jika menerjemahkannya secara literer, ini adalah ‘garpu pengangkat’. Tapi, memang itu yang mendekati definisi dari alat ini. 

    Memang punya garpu di bagian depan dan ada mekanisme pengangkatan ke atas-bawah yang membuatnya begitu punya peran dalam pengangkatan benda dan barang berat. 

    Namun, definisi lain dari forklift adalah jenis alat berat guna memindahkan benda dan barang-barang terutama yang bobotnya terlalu berat bagi manusia. 

    Penggunaannya cukup fleksibel. Forklift bisa untuk dalam-luar ruangan. Anda dapat menemukannya di gudang-gudang stok, pelabuhan, pabrik, bahkan di supermarket terkadang Anda dapat menemukannya. 

    Soal efektivitas kegiatan pemindahan barang yang begitu fleksibel, sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan peran dari forklift. Seperti yang kami bilang tadi, itu karena mekanisme sekaligus jenis-jenis forklift yang tersedia. 

    Jenis-Jenis Forklift

    forklift adalah

    Di dunia industri, biasanya operator forklift bisa memilih empat jenis alat pemindah barang atau material handling ini. Mau tau jenisnya? Ini dia: 

    1. Forklift Reach Truck

    Pertama, ada forklift reach truck. Jenis ini mampu menampung kapasitas sampai 2 ton. Tinggi angkatannya bisa sampai 11 meter. 

    Biasanya untuk memindahkan ragam jenis barang produksi untuk ditata ke atas rak yang tinggi. 

    Cirinya punya body ramping, manuvernya jelas begitu fleksibel meskipun ada di tempat yang sempit. 

    Dari karakteristiknya ini, Anda akan lebih mudah menemukan jenis ini di tempat seperti warehouse atau gudang. 

    2. Forklift Elektrik

    Punya kapasitas angkat yang lebih tinggi, jenis forklift elektrik mampu mengangkat dan memindahkan barang sekitar 8 ton atau lebih. 

    Meskipun bisa handle material yang lebih berat daripada reach truk, forklift elektrik hanya mampu mengangkat barang dengan tinggi 6 meter saja. 

    Namun, keunggulan utama dari alat pengangkut ini adalah dari lokasi penggunaan. Lantaran tidak menimbulkan emisi gas, maka jenis ini cocok untuk penggunaan dalam ruangan. 

    Inilah alasan forklift adalah alat yang fleksibel karena jenisnya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. 

    Industri yang umumnya memakai jenis ini adalah farmasi karena jauh lebih ramah lingkungan, aman, dan tidak menghasilkan emisi. 

    3. Forklift Diesel

    Jauh lebih kuat, forklift diesel juga menjadi salah satu jenis alat angkut yang penggunaannya akan sering Anda lihat di luar ruangan. 

    Bahkan situs Ashe Forklift berkata jika jenis ini paling kuat dan juga tahan banting. Kinerjanya sangat menguntungkan karena irit bahan bakar. Banyak yang pilih ini karena tidak seboros yang lainnya. 

    Tak hanya irit, tapi juga kuat. Forklift diesel mampu mengangkat beban sampai 30 ton dengan kemampuan pengangkatan sampai 5 meter. 

    Dengan spesifikasinya ini plus masih menghasilkan emisi gas, jenisnya sangat pas untuk penggunaan di luar ruangan.

    4. Gasoline Forklift

    Jenis terakhir ada Gasoline Forklift. Kapasitas angkatnya memang hanya 10 ton dan ketinggian yang mampu alat ini capai hanya 2 meter. 

    Biasanya juga tersedia di luar ruangan. Selain karena menghasilkan emisi gas, forklift ini juga sering menjadi supporting forklift alias untuk mendukung kinerja forklift yang lebih besar. 

    Jenis Forklift Berdasarkan Transmisi

    Jangan salah. Jenisnya tak terbatas pada perbedaan spesifikasi kapasitas angkat dan tingginya. Tapi, juga ada jenis forklift berdasarkan transmisi. Ada yang otomatis dan ada juga forklift manual:

    1. Automatic Transmission

    Jenis ini paling mudah Anda operasikan karena hanya punya 3 tuas handle. Bisa mengoperasikannya seperti mobil matic. 

    2. Manual Transmission

    Mirip mobil manual, ada gas, rem, lengkap dengan koplingnya. Di sini juga tak ada tuas maju-mundur seperti pada automatic transmission forklift. Cukup ribet karena punya gigi manual. 

    Bagian Forklift dan Fungsinya

    forklift adalah

    Pengenalan akan forklift sepertinya kurang lengkap jika kami belum menjelaskan apa saja bagian-bagian forklift lebih detail. Maka, Anda bisa membaca rangkuman kami di sini: 

    1. Fork

    Tentu saja kami akan memulainya dari bagian paling utama dari forklift, yakni Fork itu sendiri. Bagian ini adalah yang berperan dalam menopang serta membawa benda berat untuk diangkat. 

    Bahannya dari besi lurus dan panjang. Ukuran standarnya sekitar 1,07 meter. Tapi, masih fleksibel karena operator bisa menambahkannya dengan extension jika membutuhkan fork tambahan. 

    2. Mast

    Ada lagi yang tak kalah penting untuk menyokong fungsi forklift, yakni Mast. Bagian ini menjadi tumpuan forklift. Bahannya dari dua besi tebal plus tambahan komponen hidrolik antar keduanya. 

    Fungsinya adalah mengangkat dan menurunkan benda pada fork. Seperti jenis-jenisnya tadi, setiap forklift punya kemampuan tinggi angkat yang berbeda. 

    Ada yang 2 meter, 6 meter, bahkan juga ada yang mampu mengangkat sampai 11 meter. 

    3. Carriage

    Bagian selanjutnya pada forklift adalah carriage. Fungsi dari carriage yakni penghubung fork/garpu dan mast. Tanpa adanya bagian atau komponen ini, maka forklift tidak bisa beroperasi normal karena akan terpisah satu sama lain. 

    Perannya tak sekadar jadi penghubung, melainkan juga sandaran keamanan atas barang yang tengah diangkut atau tengah berada di mast lifting. 

    4. Overhead Guard

    Forklift menjadi alat berat yang penggunaannya cukup aman dengan adanya overhead guard. Benar. Ini menjadi bagian yang melindungi operator saat mengoperasikannya. 

    Peran dari overhead guard atau kanopi forklift yakni menjaga agar operator tak kejatuhan benda dari ketinggian. Selain itu, juga melindungi mereka dari hujan dan terik panas matahari. 

    5. Counterweight

    Tak terlalu banyak memang, tapi ada satu bagian lain dari forklift yakni counter weight. Fungsi utamanya menjadi penyeimbang beban. 

    Letaknya sudah pasti di belakang forklift. Untuk apa bagian ini? Tentu demi menjaga tingkat keseimbangan agar forklift tidak terjungkal ketika mengangkat barang dan benda berat. 

    Jika tidak ada counterweight, maka tidak akan ada forklift yang berfungsi karena setiap mengangkat benda, forklift terjungkal menjadi hal yang akan biasa Anda lihat. 

    Bagaimana dengan Ukuran Forklift? 

    Setiap jenis forklift juga punya ukuran yang berbeda. Perbedaan ini akan Anda ketahui berdasarkan fungsi forklift itu sendiri. Ada yang kecil dan ada juga forklift yang berukuran besar. Umumnya, ini ukuran forklift: 

    • Forklift untuk konstruksi berat: > 3 meter
    • Ukuran forklift umum: 2 – 3 meter
    • Forklift dalam ruangan: < 2 meter

    Benar jika ukuran ini sangat menyesuaikan dengan lokasi tempat forklift berada. Ukuran kecil umumnya untuk area yang sempit dan yang pengoperasiannya lebih mudah. 

    Selain ukuran lebar, tinggi forklift juga berbeda. Tinggi standarnya 5 – 6 meter. Tapi, untuk Forklift Reach Truck bisa mencapai tinggi 11 meter yang sesuai dengan kemampuan angkatnya. 

    Elemen Forklift

    Ada elemen tersendiri dari forklift yang mampu membuatnya mengangkat barang dan benda yang berat. Forklift punya 3 elemen utama: 

    1. Kapasitas

    Forklift adalah alat yang berguna untuk mengangkat benda dengan kapasitas yang berbeda. Maka, salah satu elemen ini tentu saja penting yang merupakan elemen beban maksimal dari forklift. 

    Beban maksimumnya biasanya berkisar antara 2 – 10 ton. Jika melebihi, potensi kecelakaan kerja begitu tinggi. 

    2. Stabilitas

    Kedua, ada elemen stabilitas. Pusat stabilitasnya ada di bagian bawah. Fungsinya krusial yakni menjaga agar forklift bisa seimbang dan tak terguling ketika beroperasi. 

    Adanya stabilitas segitiga pada forklift bisa membuat Anda jadi yakin bahwa forklift bisa beroperasi dengan aman karena desainnya ini. 

    3. Pusat Beban

    Posisinya ada di antara fork dan segitiga stabilitas. Jarak pusat bebannya bervariasi tergantung pada sudut angkat, kemiringan sudut, dan berat beban. 

    Biasanya, operator forklift yang memiliki Sertifikat Izin Operasi forklift sudah begitu memahami ini. 

    Tips Pemilihan Forklift untuk Bisnis Anda

    Forklift adalah alat yang bisa saja memicu kecelakaan kerja. Maka, penting memperhatikan tips ini agar pemakaiannya sesuai dengan bisnis Anda. Sebelum memilih, pertimbangkan ini: 

    1. Bobot Muatan

    Beban atau bobot muatan maksimal yang bisa forklift angkat harus Anda sesuaikan. Jika rata-rata bobotnya 2 ton, maka bisa pakai jenis Forklift Reach Truck. 

    Jika butuh angkat beban sampai 10 ton, maka bisa memakai Forklift Gasoline. Begitu juga dengan range bobot atau beban muatan lainnya. Cukup sesuaikan saja. 

    2. Ruang Kerja

    Anda juga wajib mempertimbangkan ruang kerjanya karena ada variasi tinggi forklift. Pastikan jauh lebih mudah keluar-masuk ruangan. Jangan sampai pilih forklift yang terlalu tinggi karena bisa tersangkut pada langit-langit atau pintu. 

    3. Lokasi 

    Pertimbangan lain adalah lokasi. Lihatlah apakah di lokasinya bergelombang atau mulus. Jangan lupa juga mengukur kekuatan lantai atas tahan atau tidaknya untuk menahan beban dari forklift. Jika ambrol, maka berbahaya untuk operatornya. 

    Keamanan Penggunaan Forklift

    Setiap pengoperasian forklift sudah pasti wajib mempertimbangkan keamanan penggunaannya. 

    Salah satu cara yang bisa Anda lakukan bisa dengan merekrut operator yang telah memiliki SIO Forklift. 

    Bagi yang belum tahu, SIO forklift adalah Surat Izin Operasi Forklift yang seharusnya sudah dikantongi oleh pihak yang mengoperasikan forklift. 

    Lisensi ini penting karena sekaligus jadi bukti jika operator telah melalui pelatihan dan dapat lisensi resmi tersebut. 

    Jaga Keamanan Forklift dengan Inspeksi dan Maintenance Rutin!

    Jika ingin jauh lebih aman dalam pengoperasian, paling tidak ada 4 langkah utama seperti: 

    • Inspeksi harian
    • Pemeliharaan rutin
    • Pemeriksaan secara berkala
    • Penggantian suku cadang

    Semua ini, bisa Anda lakukan dengan jasa maintenance dan perbaikan dari Halo Auto Indonesia. Hampir semua alat berat bisa diperbaiki dengan tangan terampil para teknisi. 

    Halo Auto Indonesia menawarkan jasa terbaik untuk maintenance alat-alat berat hingga penggantian suku cadang. Lengkap, profesional, dan bergaransi!

    FAQ

    Apa itu forklift dan fungsinya?

    Forklift adalah alat bantu dalam memindahkan, mengangkat, menurunkan, dan menata benda-benda berat. 

    Forklift jenis kendaraan apa?

    Menurut UU No.22 Tahun 2009, forklift termasuk kendaraan bermotor. 

    Berapa gaji operator forklift?

    Di Indonesia, gajinya antara Rp3,8 jutaan – Rp5,2 jutaan.

  • Operator Forklift: Tanggung Jawab, Keterampilan, dan Gaji

    Operator Forklift: Tanggung Jawab, Keterampilan, dan Gaji

    Operator forklift atau pengemudi forklift merupakan orang yang bertanggung jawab mengoperasikan kendaraan forklift. Tugasnya antara lain memindahkan, memuat, membongkar, dan mengirimkan berbagai barang dari gudang ke lokasi konstruksi.

    Seorang operator yang berhasil mampu mengoptimalkan muatan barang untuk memastikan efisiensi operasional. Selain itu, operator juga harus mampu mengidentifikasi kerusakan kendaraan.

    Apa Itu Forklift?

    Forklift adalah truk industri yang digerakkan oleh motor dan berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan barang di dalam gudang. Kendaraan ini menggunakan attachment bercabang dua di bagian depan untuk mengangkat material.

    Garpu pada forklift berfungsi memindahkan material yang berada di atas palet kayu. Bagian ini memiliki kemampuan untuk mengangkat material ke atas dan ke bawah. 

    Dalam konstruksi, forklift berguna untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain. Sementara itu, forklift pada gudang berfungsi untuk memuat, membongkar, dan mengemas material agar siap dipindahkan ke lokasi konstruksi.

    Cara Kerja Forklift

    Forklift bekerja menggunakan sepasang silinder hidrolik, katrol rantai rol, dan kontrol. Kendaraan ini bisa mengangkat dan menurunkan beban. 

    Untuk meninggikan beban, operator perlu mendorong pegangan ke arah depan. Sementara itu, untuk menurunkan beban, operator perlu menarik pegangan ke arah belakang.

    Cara kerja forklift manual juga bisa Anda pahami melalui kontrol pengangkatan. Satu tuas untuk mengangkat garpu ke atas-bawah sedangkan tuas lain untuk memiringkan beban maju-mundur.

    Cara Merawat Forklift

    Kendaraan yang bergerak membutuhkan perawatan rutin untuk menjaga performanya. Tujuannya agar elemen-elemen penting tidak rusak, khawatirnya berakibat pada keselamatan operator.

    Anda bisa merawat forklift dengan cara membersihkan dan melumasi bagian yang bergerak menggunakan air dan oli. Tujuan pembersihan ini untuk memastikan masa pakai forklift lebih panjang dan meminimalisasi biaya perbaikan yang mahal.

    Saat melakukan pembersihan, jangan menggunakan air bertekanan tinggi. Alasannya karena lambat laun, cara tersebut dapat menyebabkan kerusakan.

    Setelah pembersihan, Anda wajib mengeringkan forklift sampai benar-benar kering. Jangan menggunakan forklift jika komponen-komponennya masih basah.

    Tanggung Jawab Operator Forklift

    operator forklift

    Seorang operator kendaraan forklift bertanggung jawab terhadap tugas operator forklift berikut.

    • Memuat, membongkar, mengirim, dan menerima barang konstruksi dari gudang.
    • Mengangkut material atau bahan baku ke lokasi lain dalam proyek konstruksi.
    • Mengoptimalkan beban muatan barang untuk memastikan tercapainya efisiensi operasional.
    • Memeriksa kerusakan pada forklift.
    • Menjadwalkan pemeliharaan dan perbaikan forklift.
    • Mengelola dan mengoperasikan peralatan teknis.
    • Mengelola inventaris peralatan konstruksi.
    • Mengambil dan mengemas pesanan barang untuk dikirimkan ke bagian logistik.
    • Mengidentifikasi bahaya keselamatan terkait forklift di tempat kerja.
    • Mematuhi standar manajemen keselamatan kerja dalam proyek konstruksi.
    • Mengikuti jadwal produksi sesuai rancangan proyek.

    Itulah tanggung jawab yang umum diemban oleh seorang operator kendaraan forklift. Tanggung jawab yang besar tersebut akan sebanding dengan besaran gaji yang Anda dapatkan.

    Keterampilan Pengemudi Forklift

    Sebagai operator, Anda harus memiliki keterampilan yang memadai. Berikut beberapa keterampilan operator forklift yang membantu Anda berhasil dalam pekerjaan.

    • Kepekaan spasial yang baik.
    • Memiliki perhatian terhadap detail.
    • Kemampuan bekerja sama dengan baik dalam tim.
    • Kemampuan untuk mengoperasikan, mengendalikan, dan mengelola forklift.
    • Pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan.

    Anda perlu mengembangkan keterampilan tersebut untuk mendukung pekerjaan sebagai operator.

    Teknologi Pendukung Pekerjaan Operator Forklift

    Dalam bekerja sebagai operator, Anda memang membutuhkan keterampilan. Akan tetapi, Anda juga perlu selalu mengembangkan  pengetahuan terkait teknologi yang mendukung kinerja operator seperti berikut.

    1. Sensor Jarak dan Kamera

    Sensor jarak dapat menjadi pengingat bagi operator ketika operator terlalu dekat dengan objek atau orang. Teknologi ini membantu mencegah kecelakaan dan tabrakan. 

    Sementara itu, kamera merupakan lapisan visibilitas tambahan. Fitur ini memudahkan operator melihat sekeliling dengan lebih jelas sehingga mampu mengidentifikasi potensi bahaya di sekitarnya.

    2. Teknologi Sensor Beban

    Teknologi sensor beban berguna untuk meningkatkan keselamatan operator. Operator dapat mendeteksi berat beban dan menyesuaikan kinerjanya. Teknologi ini dapat mencegah kecelakaan akibat kelebihan beban.

    3. Kontrol Kecepatan dan Pengereman Otomatis

    Kedua sistem ini dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dengan cara menyesuaikan kecepatan forklift. Teknologi ini memungkinkan forklift berhenti dan tetap terkendali dalam situasi darurat.

    4. Fitur Deteksi Operator

    Teknologi selanjutnya mampu mendeteksi perilaku operator dengan tujuan mencegah tindakan tidak aman. 

    Misalnya operator tidak menggunakan sabuk pengaman. Melalui teknologi ini, hanya operator yang memenuhi syarat yang dapat mengoperasikan forklift.

    Cara Menjadi Operator Forklift

    operator forklift

    Terdapat sejumlah cara atau tahapan yang perlu Anda penuhi untuk bisa menjadi operator kendaraan forklift. 

    1. Persyaratan Pendidikan atau Sertifikasi

    Seorang operator memerlukan pendidikan yang relevan atau sertifikasi pengoperasian forklift. Anda bisa mengikuti kursus agar mendapatkan ilmu pengetahuan terkait profesi operator ini.

    2. Pengalaman dari Magang

    Untuk masuk industri konstruksi, Anda membutuhkan pengalaman magang. Misalnya magang di bagian pergudangan atau pada perusahaan manufaktur. 

    Magang biasanya terbuka untuk siapapun yang berusia minimal 17 atau 20 tahun. Sebagai pemagang, Anda mendapat pekerjaan dari perusahaan minimal 30 jam dalam seminggu. Pastikan Anda mengoptimalkan kinerja sebaik mungkin.

    3. Bekerja

    Magang sifatnya part time sedangkan bekerja sifatnya full time. Artinya, saat bekerja sebagai operator, Anda akan mendapatkan tugas dan tanggung jawab penuh. 

    Jika Anda sudah memiliki pengalaman dasar dalam pengoperasian forklift, Anda dapat melamar ke perusahaan pemasok atau manufaktur untuk mendapat pengalaman sebagai pengemudi forklift.

    4. Pengalaman Kerja

    Pengalaman kerja sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan pada industri konstruksi. Anda dapat memperoleh pengalaman dari sekolah, magang, part time, atau sharing dari operator forklift yang sudah berhasil.

    Dalam semua proses mendapatkan pekerjaan sebagai operator tersebut, Anda juga perlu menyiapkan syarat administratif. Misalnya seperti CV atau riwayat hidup sebagai gambaran tentang diri Anda.

    Gaji Operator Forklift

    Seorang operator kendaraan konstruksi memiliki gaji yang cukup setara UMR. Kisaran gaji untuk operator forklift yaitu Rp3 juta hingga Rp6 jutaan per bulan. Jika sudah semakin profesional, gaji operator kendaraan forklift bisa lebih tinggi.

    Nominal gaji operator ini dapat bervariasi tergantung keahlian, pengalaman kerja, kebijakan perusahaan, dan faktor lainnya.

    Do and Don’t Saat Mengoperasikan Forklift

    Sebagai operator, Anda perlu memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan saat mengemudi forklift. Berikut beberapa hal penting terkait pengoperasian forklift.

    • Jangan pernah menaikkan atau menurunkan beban saat forklift sedang bergerak. Alasannya karena hal ini dapat membuat forklift menjadi sangat tidak stabil.
    • Jangan pernah membawa beban dengan satu garpu forklift.
    • Saat mengoperasikan forklift, jangan mengangkat garpu terlalu tinggi karena akan menghalangi pandangan.
    • Jangan menambahkan beban penyeimbang atau pemberat tambahan ke forklift.
    • Jangan pernah menumpuk beban pada permukaan yang miring.
    • Hindari mengangkat dan menurunkan beban pada posisi permukaan yang tidak rata.
    • Selalu melakukan pemeriksaan sebelum penggunaan dan pengoperasian forklift. Pemeriksaan sebelum penggunaan dapat mencegah kecelakaan karena keselamatan operator adalah prioritas utama.
    • Selalu pegang rangka dan jok dengan tangan saat memasuki kendaraan forklift, jangan pernah dengan setir.
    • Palet yang Anda gunakan harus sesuai dengan volume beban.
    • Selalu matikan mesin pada saat forklift sedang mengisi bahan bakar.
    • Selalu berkonsultasi dengan manajer dan supervisor jika Anda mengalami masalah.

    Dengan memperhatikan sejumlah hal tersebut, Anda dapat mengoperasikan forklift dengan amat. Ingat bahwa keselamatan merupakan prioritas. Jadi, jika masih bingung, jangan ragu untuk bertanya kepada atasan.

    Proses Mendapatkan Sertifikasi Operator Forklift

    Untuk menjadi operator, Anda wajib memiliki sertifikasi. Berikut beberapa langkah penting dalam mendapatkan sertifikasi operator.

    1. Mengikuti Pelatihan

    Pelatihan merupakan proses wajib untuk mendapatkan sertifikasi operator. Anda harus mengikuti pelatihan dari lembaga resmi seperti SIO forklift agar sertifikat tersebut sesuai ketentuan Kemnaker.

    Pelatihan operator ini akan memberikan Anda pengetahuan mengenai teknik pengoperasian forklift, K3, tindakan darurat, dan sebagainya. Setelah pelatihan, Anda memiliki pengetahuan dasar untuk menjadi operator.

    2. Ujian Teori

    Setelah mendapat pelatihan, Anda perlu mengikuti pengujian teori. Pada proses ini, seorang penguji akan menguji pengetahuan Anda tentang materi pelatihan yang sudah Anda dapatkan sebelumnya. 

    Ujian ini masih bersifat teoritis sehingga Anda bisa belajar materi dari buku atau sumber internet lainnya.

    3. Ujian Praktik

    Selain ujian teori, Anda juga perlu mengikuti ujian praktik. Ujian praktik cenderung mengarah pada hal-hal praktikal seperti pengoperasian forklift.

    Anda akan mencoba langsung teknik mengoperasikan forklift. Ujian ini sangat penting untuk memastikan calon operator mampu mengoperasikan forklift dengan aman.

    Alat Berat Rusak? Pakai Jasa Maintenance dan Reparasi dari Halo Auto Indo Saja!

    Sebagai operator forklift, Anda perlu memastikan kondisi forklift dalam keadaan baik. aranya dengan melakukan pengecekan sebelum menggunakan forklift. Selain itu, Anda perlu merawat forklift secara rutin.

    Jika butuh jasa perawatan dan perbaikan forklift, hubungi Halo Auto Indonesia saja. Halo Auto Indonesia melalui layanan jasa perawatan dan perbaikan alat berat akan membantu Anda.

    Anda juga bisa mengikuti pelatihan agar mampu mengoperasikan forklift sekaligus memelihara alat berat ini.  

    Jika memiliki keluhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim. Informasi terkait layanan ini bisa Anda peroleh melalui admin Halo Auto Indo, ya!

    FAQ

    Pelatihan pengemudi forklift seperti apa?

    Program pelatihan untuk calon pengemudi forklift dapat berupa materi, diskusi, pembelajaran komputer interaktif, dan sebagainya. Dalam pelatihan, calon operator akan mendapat demonstrasi praktis agar memiliki gambaran kerja yang jelas.

    Apakah pengoperasian forklift boleh di jalan umum?

    Anda dapat mengoperasikan forklift di jalan umum tetapi harus sesuai syarat dan ketentuan. Mengemudi forklift di jalan umum memerlukan perhatian terhadap detail dan Anda harus waspada terhadap lalu lintas dan pejalan kaki.

    Apa bahan bakar forklift?

    Bahan bakar forklift dapat berupa gas, solar, atau listrik. Jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan yaitu gas karena emisinya. Tabung gas untuk forklift juga mudah Anda dapatkan tetapi perlu penyimpanan dan penanganan yang tepat.

    Apakah operator forklift perlu memeriksa forklift setiap hari?

    Anda harus memeriksa forklift setiap hari setiap akan menggunakannya. Tujuannya untuk menemukan potensi kesalahan mekanis dan menjamin keselamatan operator. Pastikan forklift dalam kondisi baik, terawat, dan muatannya optimal.

    Apakah operator alat berat forklift merupakan pekerjaan yang mudah?

    Setiap pekerjaan membutuhkan keahlian dan keterampilan. Begitu juga dengan seorang operator kendaraan forklift. Agar pekerjaan mudah dan menyenangkan, Anda harus belajar cara mengoperasikannya dengan baik.

  • Fungsi Mobile Crane dan Bagian-bagiannya Lengkap

    Fungsi Mobile Crane dan Bagian-bagiannya Lengkap

    Tahukah Anda apa fungsi mobile crane? Untuk diketahui, mobil crane adalah salah satu jenis crane yang sering digunakan di tempat proyek konstruksi.

    Crane sendiri merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkat barang. Crane ada banyak jenis-jenisnya, salah satunya yaitu mobile crane.

    Selain mobile crane ada juga tower crane, hydraulic crane, crawler crane, dan hoist crane. Khusus artikel ini, kami hanya membahas yang mobile crane saja.

    Apa Itu Mobile Crane?

    Mobile crane adalah crane yang terdapat langsung pada truk. Itulah sebabnya crane yang satu ini juga memiliki sebutan lain yaitu truck crane.

    Mobile atau truck crane memiliki pondasi yang dapat dipasangkan ketika beroperasi supaya ketika beroperasi crane tetap seimbang.

    Mobile crane memiliki fleksibilitas dalam hal pergerakan barang. Posisi cranenya berada di bagian atas truk.

    Tidak hanya itu saja, mobil crane juga memiliki sistem hidrolik yang memungkinkan operator bisa mengendalikan pergerakan crane secara lebih presisi. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat dalam hal keamanan dan bisa menghindari kerusakan.

    Fungsi Mobile Crane

    Pada dasarnya jenis mobil crane ini memiliki fungsi yang tidak beda jauh dengan jenis crane lainnya. Mobile crane berfungsi memindahkan beban berat dari satu tempat ke tempat lainnya menggunakan alat yang sudah tersedia.

    Untuk memindahkan benda ini, mobile crane atau truck crane tidak perlu menggunakan alat tambahan lagi seperti trailer. Jadi, tanpa alat tambahan sudah bisa mengangkat suatu benda.

    Selain itu, mobile crane juga bermanfaat dalam beberapa pengerjaan proyek konstruksi antara lain yaitu:

    • Bermanfaat dalam melakukan pembangunan gedung, misalnya  melakukan penanaman paku bumi.
    • Memindahkan barang-barang berat dan besar yang ada di pabrik sehingga proses pengerjaannya menjadi lebih cepat.
    • Membantu pembangunan jalan raya dengan memindahkan beton-beton.
    • Membantu pembangunan jembatan.

    Bagian-Bagian Mobile Crane

    Truck crane memiliki berbagai bagian yang dapat membantu proses pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Berikut ini bagian bagian mobile crane yang harus Anda ketahui:

    1. Boom

    Boom adalah komponen utama pada mobile crane yang berfungsi untuk mengangkat beban. Biasanya, boom terbuat dari bahan yang kuat dan ringan seperti baja supaya bisa menahan beban berat.

    2. Jib

    Jib adalah komponen yang terpasang pada ujung boom. Pemasangan jib ini bertujuan untuk supaya bisa mengangkat dengan jarak yang lebih jauh.

    Tidak hanya itu saja, jib juga berguna untuk mengatur sudut dan arah angkatan. Jib biasanya bisa dilepas dan dipasang kembali dengan sangat mudah.

    3. Counterweight

    Counterweight adalah tambahan beban yang terpasang pada bagian belakang mobile crane. Komponen ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan crane pada saat mengangkat beban.

    Biasanya, counterweight terbuat dari bahan besi atau baja supaya tidak kesulitan dalam mengangkat beban.

    4. Roda

    Bagian roda merupakan bagian mobile crane yang berfungsi untuk menggerakkan crane di atas permukaan yang rata dan keras seperti jalan aspal. Roda pada mobile crane dapat berputar secara independen sehingga lebih memudahkan operator.

    5. Track

    Terakhir, ada track berfungsi untuk menggerakkan crane di atas permukaan yang lunak seperti pasir, tanah, atau lumpur. Track terdiri atas sejumlah ban yang saling terhubung antara satu dengan lainnya.

    Selain kelima bagian itu, masih banyak komponen-komponen mobil crane lainnya seperti sistem suspensi, ruang pengemudi, kontrol mobile crane, power train, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Demikian penjelasan lengkap mengenai fungsi mobile crane. Kendaraan berat juga perlu mendapatkan perawatan maksimal agar awet dan tidak cepat rusak.

    Anda tidak perlu bingung mencari cara untuk merawat kendaraan berat, karena ada Halo Auto Indo yang siap membantu Anda. Kami siap melakukan maintenance untuk truck dan kendaraan berat lainnya dengan pelayanan maksimal.

    Kami menggunakan alat-alat original dan berstandar tinggi sehingga terjamin kualitasnya. Kunjungi website haloautoindo.com untuk informasi selengkapnya.

  • Mobile Crane 5 Ton: Fungsi, Merk Terbaik, dan Kelebihannya

    Mobile Crane 5 Ton: Fungsi, Merk Terbaik, dan Kelebihannya

    Crane tidak hanya berupa alat berat yang terpancang tinggi dalam dunia konstruksi. Kini, ada banyak jenis crane termasuk mobile crane 5 ton yang begitu fleksibel dan punya mobilitas yang baik. 

    Pemindahan benda dan beban berat bisa juga lebih efisien dengan mobile crane yang punya roda dan bisa pindah-pindah ini. Menjadi solusi atas kakunya mekanisme mobilitas crane yang sering ada di tempat-tempat konstruksi. 

    Ada juga sistem hidrolik yang membuatnya punya tingkat presisi tinggi sehingga, banyak yang berkata jauh lebih aman daripada crane pada umumnya. Mau tahu lebih lanjut soal mobile crane? Mari belajar!

    Jadi, Apa Itu Mobile Crane?

    Mobile crane mengacu pada alat berat yang desainnya punya struktur kuat dan lengkap juga dengan kehadiran roda sebagai solusi atas tidak fleksibelnya crane yang terpancang dan posisinya sukar diubah. 

    Di lokasi kerjanya, mobile crane punya fungsi sebagai alat untuk mengangkat benda dan beban berat seperti peralatan konstruksi, material dan bahan, hingga komponen struktural yang tak bisa manusia angkat karena bobotnya. 

    Dalam setiap mobile crane ada sistem hidrolik. Hadirnya sistem hidrolik ini membuat operator crane bisa mengendalikan gerak serta posisi alat yang tingkat presisinya sangat tinggi. 

    Hidrolik yang terinstal pada crane mobil 5 ton atau mobile crane ukuran lainnya, juga berperan dalam tingkat keamanan dan meminimalisir kerusakan yang bisa saja terjadi ketika mengangkat dan memindahkan beban. 

    Jenis-Jenis Mobile Crane Berdasarkan Kapasitas

    mobile crane 5 ton

    Benar, ada banyak jenis mobile crane yang terbagi berdasarkan kapasitas atau kemampuan angkutnya. Menurut situs United Tractors, ada variasi skala kapasitas dari crane mulai dari 70 – 700 ton yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek. 

    Sedangkan untuk sumber lainnya, mengatakan ada setidaknya lima jenis crane berdasarkan kapasitas yakni mobile crane 3,5 ton, 6,5 ton, 20 ton, 35 ton, dan 45 ton. 

    Dari banyaknya sumber, ada juga yang menyebut bahwa 5 ton mobile crane juga tersedia di pasaran. 

    Mobil Crane 5 Ton, Apa Fungsinya?

    Secara spesifik, fungsi mobile crane ini didasarkan pada setiap kapasitas dari mobile crane itu sendiri. 

    Jika mobile cranenya punya kapasitas angkat sebesar 5 ton, maka fungsinya untuk mengangkut benda dan barang seberat lima ton. Hal ini juga berlaku untuk crane mobile dengan kapasitas lainnya. 

    Namun, secara umum begini fungsi dari mobile crane jika melihat dari segi pengerjaan dan tempat proyeknya: 

    • Membantu dalam tugas pembangunan gedung untuk menanam paku bumi, merakit tower crane, dan sejenisnya. 
    • Memudahkan supply barang-barang berat dalam pabrik. 
    • Membantu pembangunan jalan raya. 
    • Pemindahan barang berat di pembangunan jembatan. 
    • Peningkatan mobilitas dan support atas tower crane. 

    Apa Saja Merk Mobile Crane 5 Ton?

    Berencana untuk memperoleh unit mobile crane 5 ton? Sabar dulu. Sebaiknya Anda mempertimbangkan merk apa yang bisa menyajikan performa terbaik untuk konstruksi. Dari hasil riset kami, merk crane ini yang terbaik: 

    1. Sany Palfinger SPS 12500

    Pertama, ada dari merk Sany Global Crane ini juga punya kapasitas 5 ton. Truk crane satu ini punya kapasitas angkat 5.000/2,5 m(A) dan juga 5.000/2,2 m(B). 

    Ada yang bagus dari spesifikasinya. Crane mobile 5 ton ini punya bagian boom yang lebih panjang dan cocok untuk areal konstruksi luas serta memiliki ketinggian angkat. 

    Stabilitasnya lebih baik karena punya lebar pemasangan yang kecil. Hal ini membuat mobile crane 5 ton ini, sangat pas untuk truk kecil. 

    Ada juga dua lampu kerja yang punya kabel sepanjang 2 meter yang memudahkan pemindahan posisi sesuai penggunaan. 

    2.  XCMG Mounted Telescopic Boom Crane

    Berencana membeli atau sewa mobil crane 5 ton? Anda bisa menggunakan alat dari XCMG yang merupakan mobile crane produksi China ini. 

    Max lifting atau kapasitas maksimum pengangkatannya 5 ton dengan tinggi angkat sampai 10 meter. 

    Begitu fleksibel karena bisa berputar dengan 360 derajat sudut rotasi. Kemampuannya ini, juga disokong dengan hidraulik yang membuatnya cukup kuat dan punya performa maksimal. 

    Menurut Indonesian Boom, truck crane ini sangat mudah dalam hal pengoperasian sekaligus juga lebih ekonomis. 

    Desain canggih, kualitas terbaik, dengan harga yang kompetitif menjadikan XCMG ini cocok untuk Anda gunakan dalam beberapa proyek minyak, telekomunikasi, transportasi, dan lainnya. 

    3. Tadano Hiab 

    Selanjutnya, kami menyarankan Tadano Hiab untuk kebutuhan pendirian tiang pancang, pemasangan paku bumi, dan juga untuk kebutuhan lain. 

    Hanya saja, mobile crane 5 ton  ini belum ada yang memperjualbelikannya. Melainkan cuma ada yang menyewakan. 

    Harga mobil crane 5 ton untuk sewa sekitar Rp300 ribuan per jamnya. Dengan kemampuan daya angkat hingga 5 ton, cocok untuk proyek skala kecil dan juga skala menengah. 

    4. KATO NK75MV Hydraulic Truck Crane

    Melalui lama Indotrading, ada unit mobil/truk crane dengan kapasitas angkat sebesar 5 ton yang ditawarkan. 

    Namanya KATO NK75MV dengan mesin hydraulic yang kuat. Memang bekas, tapi soal performa bisa mengangkat barang hingga ketinggian 21  meter. 

    Bahkan truk crane ini bisa mengangkat bobot maksimal 7 ton dengan 3 bagian boomnya. Penggunaannya masih bagus dan tinggal Anda pakai saja. 

    Kelebihan Penggunaan Mobile Crane

    Setiap jenis crane yang ada di berbagai proyek, memiliki keunggulan masing-masing. Termasuk juga dengan mobile crane 5 ton yang tengah kita bahas ini. Berikut kelebihannya: 

    1. Tingkat Mobilitas Tinggi

    Lantaran punya roda, mobile crane sudah tentu unggul dari segi mobilitas. Pemindahannya akan mudah untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi kerja yang lainnya. 

    2. Kapasitas Angkat Besar

    Selanjutnya, kapasitas angkat dari mobile crane juga patut diacungi jempol karena kapasitas yang tersedia memang cukup banyak. 

    Bisa satuan ton hingga ratusan. Alhasil, powernya ini bisa lebih mudah dalam mengangkat dan memindahkan material di berbagai jenis konstruksi besar. 

    3. Tingkat Presisi yang Lebih Tinggi

    Hal ini wajar karena punya sistem hidrolik. Operatornya sangat mudah dalam mengendalikan gerak alat secara presisi. Jauh lebih aman dan minim kerusakan pada beban yang crane angkut. 

    4. Lebih Aman

    Banyak sekali fitur keamanan yang tersedia dalam mobile crane. Misalnya alarm, sistem pencegah kecelakaan, sampai dengan lampu peringatan. 

    Inilah yang akhirnya membuat crane mobile jadi lebih aman saat pengoperasian. 

    Rawat Mobile Crane Bisa di Halo Auto Indonesia

    Demi memaksimalkan tingkat keamanan, Anda bisa membawa unit mobile crane dan alat berat lainnya ke Halo Auto Indonesia. 

    Kami merupakan spesialis pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan alat berat yang punya suku cadang lengkap plus teknisi dengan kemampuan yang memadai. Segera hubungi Halo Auto Indonesia!

    FAQ

    Berapa kapasitas mobile crane?

    Bervariasi. Mulai dari 5 ton – 700 ton. 

    Berapa harga sewa crane?

    Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per shift tergantung jenisnya. 

    Apa saja merek mobile crane?

    Ada tadano, Liebherr, Grove, Manitowoc, dan XCMG.

  • 8 Jenis Mobile Crane: Kemampuan dan Kelebihannya

    8 Jenis Mobile Crane: Kemampuan dan Kelebihannya

    Crane mempunyai berbagai macam jenis, mobil crane misalnya. Nah, mobil crane juga terbagi lagi ke dalam banyak jenis. Masing-masingnya jenis mobile crane mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda. 

    Bagi Anda yang akan melakukan pembangunan, harus tahu apa saja jenis-jenis mobil crane ini, beserta kegunaannya secara umum. Tujuannya adalah untuk mempermudah dan mempercepat operasional pembangunan.

    Mobile crane adalah alat berat yang mempunyai struktur kuat, dan sudah dilengkapi dengan roda, supaya dapat berpindah-pindah tempat dengan mudah dan cepat di lokasi konstruksi. 

    Ia mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam mengangkat material yang berat dan kerap menjadi pilihan berbagai pihak.  

    Alat ini biasa digunakan di dalam pengerjaan berbagai proyek. Mulai dari proyek di daratan atau lautan. Berikut ini merupakan ulasan seputar beberapa model mobil crane yang perlu Anda tahu:

    Jenis Mobile Crane

    Banyaknya jenis mobil crane mungkin sempat membuat Anda bingung, ya. Baik terkait dengan fungsinya atau namanya. Maka, bisa perhatikan ulasan berikut untuk mengetahui tentang alat-alat tersebut:

    1.  Crawler Crane

    Jenis mobile crane pertama adalah crawler crane. Crawler crane adalah alat berat yang banyak digunakan pada proyek pembangunan. Menariknya, ia punya kemampuan yang sangat baik. 

    Lantaran bisa berpindah ke berbagai tempat dengan mengandalkan tapaknya, atau yang terkenal dengan sebutan crawler. Hal ini yang membuatnya bisa digunakan walau di medan yang sulit. 

    Hanya saja, supaya bisa sampai ke lokasi penggunaan alat atau pembangunan, crawler crane butuh kendaraan lain, sebagai alat pembawanya. Menariknya lagi, ia mampu membawa beban dengan kapasitas sangat besar, yaitu hingga 3.500 ton.

    2. Carry Deck 

    Jenis berikutnya adalah carry deck. Jika dibandingkan dengan crane yang lain, alat berat satu ini tergolong lebih kecil ukurannya. Operasionalnya menggunakan empat buah roda. 

    Roda-roda tersebut terletak di bagian tengah derek. Sementara operator bisa duduk di bagian dalam kabin, letaknya ada di bawah boom salah satu ujungnya. 

    Salah satu keunggulan carry deck adalah kemampuannya untuk berputar hingga 360 derajat. Beberapa konstruksi membutuhkan alat dengan spesifikasi seperti ini untuk melakukan pembangunan. 

    Ukurannya yang tergolong kecil membuatnya dapat dioperasikan dengan mudah. Hanya saja, penggunaannya memang lebih terbatas. Alat ini sangat cocok digunakan untuk memindahkan barang yang tidak terlalu berat. 

    3. Floating Crane

    Jenis crane yang selanjutnya ada floating crane. Floating crane sangat sering digunakan dalam konstruksi jembatan dan pelabuhan. Meski demikian, ia tetap bisa digunakan di konstruksi yang lainnya. 

    Lantaran, ia juga bisa membongkar dan memuat muatan yang notabenenya tidak beraturan, muatan yang ada di luar atau dalam kapal. Daya angkutnya berkapasitas sangat besar, yaitu mencapai 10.000 ton. 

    Kemampuan lain yang dimiliki oleh floating crane ialah bisa mengangkat semua bagian jembatan. Ia bergerak dengan bantuan tugboat, karena memang tidak mempunyai alat kemudi dan mesin induk sendiri. 

    Supaya performanya lebih maksimal, alat berat satu ini punya alat tambahan, seperti dozer dan loader. Keduanya akan mempermudah pencapaian alat yang akan diangkut, terutama untuk bagian yang sulit dijangkau. Menarik sekali bukan?

    4. All Terrain Cranes

    jenis mobile crane

    Jenis-jenis crane mobil lainnya ada all terrain crane. Jenis satu ini memang didesain sedemikian rupa, sehingga bisa melewati berbagai macam jenis medan. Baik medan yang beraspal atau offroad sekali pun. Kecepatannya bisa mencapai 40 mph. 

    Ia mempunyai mesin sejumlah satu sampai dengan dua buah, dan sudah dilengkapi dengan derek hidrolik. Sehingga, bisa mengangkat beban dengan kapasitas besar yakni mencapai 130 ton. 

    Jadi, all terrain crane adalah salah satu mobile crane 5 ton yang bisa Anda pilih. Sementara untuk kekuatan kakinya sendiri sampai 200 kaki. Hanya saja, tiap jenis punya kemampuan yang berbeda. Anda bisa gunakan sesuai kebutuhan saja. 

    5. Hydraulic Crane

    Jenis mobile crane berikutnya ada hydraulic crane. Sesuai namanya, mobil crane yang satu ini memakai tenaga hidrolik. Itulah kenapa ia mampu mengangkat material berkapasitas besar, hingga ribuan pounds. 

    Sebagaimana alat berat lain, hydraulic crane juga biasa digunakan untuk pengerjaan berbagai konstruksi, mulai dari konstruksi gedung, jalan raya, atau yang lainnya. Dengan memakai alat ini, pengerjaan konstruksi menjadi lebih mudah dan cepat.

    6. Rough Terrain Cranes

    Sementara untuk jenis yang lainnya adalah rough terrain cranes. Adapun keunggulan utama rough terrain cranes ini adalah bisa beroperasi secara maksimal meskipun digunakan pada medan yang offroad. 

    Selain itu, ia juga punya kemampuan ban karet dan all wheel drive. Pembangunan-pembangunan yang butuh jenis mobile crane dengan kapasitas angkat yang besar plus kemampuan manuver yang super tinggi, ini bisa menjadi pilihan utama. 

    Namun, penggunaannya memang belum atau bahkan tidak mendapatkan izin untuk beroperasi di jalan raya atau jalan umum, ya. 

    7. Crane Teleskopik

    Crane teleskopik merupakan crane mobil yang sudah mempunyai lengan teleskopik.  Nantinya, lengan tersebut bisa Anda lipat, atau panjangkan. 

    Sehingga, memungkinkan pihak operator untuk menyesuaikan panjang pendek lengan  dengan kebutuhan penggunaan. 

    8. Crane Tower

    Jenis crane dan fungsinya berikutnya adalah crane tower, yang juga termasuk alat berat terkenal. Ia kerap jadi pilihan dalam konstruksi bangunan-bangunan yang tinggi. 

    Crane tower bakalan dipasang di bagian struktur khusus atau menara dengan ketinggian tertentu. 

    Biasanya, ada di ketinggian puluhan meter. Kemampuannya yang sangat menonjol adalah dari segi kapasitas angkut yang besar, dan jarak jangkauan yang sangat jauh. Dengan demikian, akan mempermudah dan mempercepat pengerjaan.  

    Bagian Mobil Crane

    Berikut adalah daftar bagian bagian mobile crane secara umum.

    • Rangka (chassis). 
    • Boom.
    • Counterweight.
    • Outriggers.

    Sebelum menggunakan berbagai jenis mobil crane di atas, pastikan bahwa alat dalam kondisi baik. Nah, jika terdapat beberapa kendala, bisa lakukan perbaikan, supaya performanya tetap bagus, dan aman. 

    Jika ingin melakukan perbaikan alat berat, Halo Auto Indonesia solusinya. Selai menyediakan layanan untuk perawatan alat berat, pengadaan suku cadang, rekondisi kendaraan, dan remanufaktur. 

    Yuk, perbaiki alat berat Anda di Halo Auto Indonesia sekarang, dan dapatkan layanan terbaik dari kami!

    FAQ

    Ada berapa jenis crane?

    Secara umum, terdapat beberapa jenis crane. Adapun jenis crane yang populer ialah tower crane, crawler crane, mobile crane, fixed crane, dan hydraulic crane.

    Apa nama crane yang ada di pelabuhan?

    Nama crane yang ada di pelabuhan adalah gantry crane. Crane ini akan terlihat di pelabuhan pengiriman dan dermaga. 

    Apa saja yang termasuk overhead crane?

    Overhead crane mempunyai nama lain bridge crane. Ia termasuk jenis crane yang umum dan gampang Anda temukan. Adapun yang termasuk ke dalamnya ialah hoist & trolley, rail, end carriages, elektrikal, dan yang lainnya.

    Apa saja merk mobil crane?

    Merk mobil crane sangat beragam. Adapun beberapa di antaranya adalah Liebherr, XCMG, Tadano, Grove, Manitowoc, dan yang lainnya.

  • 12 Bagian Bagian Mobile Crane yang Wajib Anda Ketahui

    12 Bagian Bagian Mobile Crane yang Wajib Anda Ketahui

    Mengenali bagian bagian mobile crane beserta fungsinya termasuk bekal yang penting bagi pekerja proyek. 

    Crane sendiri merupakan alat berat yang kerap digunakan dalam konstruksi untuk mengangkat dan memindahkan material. Crane termasuk alat yang memiliki kapasitas besar, sehingga mampu mengangkut benda berat.

    Terdapat beberapa jenis crane yang berbeda, masing-masing cara kerja tersendiri. Nah, untuk memahami cara kerjanya, pertama-tama Anda perlu mengenal bagian-bagian crane.

    Bagian Bagian Mobile Crane

    Sebutan lain dari mobile crane adalah mobil derek. Alat berat ini merupakan pengangkat serbaguna yang terpasang pada platform bergerak. Sehingga memudahkan pemindahan ke berbagai lokasi.

    Supaya dapat menggunakan mobile crane secara optimal, mari kenali bagian bagian mobile crane dan fungsinya, sebagai berikut:

    1. Boom

    Boom merupakan bagian utama mobile crane yang berperan dalam mengangkat dan memindahkan material. Supaya kuat menahan beban berat, boom terbuat dari bahan yang kuat dan ringan, misalnya baja.

    Pada jenis crane tertentu, boom bisa memanjang dan memendek untuk mencapai jarak angkat yang spesifik. Umumnya, boom juga memiliki kabel atau rantai yang berfungsi untuk mengaitkan beban.

    2. Telescopic Boom

    Telescopic boom adalah bagian dari main boom yang dapat dipanjangkan, sehingga memungkinkan crane untuk mencapai berbagai ketinggian yang berbeda. 

    Panjang telescopic boom dapat disesuaikan untuk menangani kebutuhan pengangkutan yang berbeda. 

    Cara kerja dari bagian mobil crane ini mengandalkan sistem hidraulik yang memompa cairan hidraulik ke dalam silinder yang berisi piston. Kemudian, tekanan yang timbul memungkinkan komponen untuk memanjang dan memendek.

    2. Hook

    Hook merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung utama antara crane dan material atau muatan yang diangkut. Umumnya, hook terbuat dari bahan dengan durabilitas tinggi untuk mengurangi risiko aus dan meningkatkan fungsionalitas.

    Terdapat beberapa komponen yang berkaitan dengan hook, yaitu:

    • Hook block: komponen berupa blok besi yang terletak pada ujung wire rope. Bagian ini memungkinkan beberapa konfigurasi kabel untuk meningkatkan kapasitas pengangkatan.
    • Hook latch: kait pengaman yang mencegah muatan terlepas dari hook secara tidak sengaja.

    3. Wire Rope

    Berbicara tentang bagian bagian mobile crane pastinya tidak boleh melewatkan wire rope. Komponen ini berupa tali baja dengan memiliki ketahanan tinggi, sehingga mampu mendukung kebutuhan pengangkatan beban berat.

    Wire rope terbuat dari baja yang terpilin membentuk spiral, yang kemudian terjalin sehingga menghasilkan tali yang lebih kuat.

    Wire rope terpasang pada katrol, yang mana berfungsi untuk memfasilitasi operasi pengangkatan beban yang lancar dan aman.

    4. Crane Chassis

    Chassis termasuk salah satu komponen utama dari bagian bagian crane. Chasis berperan sebagai dasar dari seluruh crane, memastikan alat mendapatkan sokongan yang memadai dari bawah.

    Sebagai bagian dasar, chasis harus menopang beban dari semua bagian crane lainnya, termasuk boom, kabin operator, dan banyak lagi.

    5. Kabin Operator

    Kabin operator atau cab merupakan tempat operator crane duduk dan mengoperasikan alat berat. Pada bagian ini terdapat ruangan kontrol dan sistem monitoring.

    Kabin dirancang untuk memberikan visibilitas bagian luar secara maksimum sementara operator menjalankan mesin. Biasanya, kabin memiliki beberapa fitur seperti:

    • Lampu langit-langit
    • Safety railing
    • Outlet and socket
    • Alas karet untuk insulasi lantai

    6. Elevating Cylinders

    bagian bagian mobile crane

    Komponen ini dikenal juga sebagai lifting cylinders. Fungsi dari elevating cylinder adalah memberikan daya angkat yang memungkinkan crane mengangkut material berat.

    Kebanyakan cylinder ditenagai secara hidraulik melalui cairan bertekanan tinggi yang menghasilkan daya. Umumnya, hidraulik menggunakan piston yang terhubung dalam serangkaian lever.

    7. Outriggers

    Outriggers merupakan sebutan lain untuk kaki penyangga. Fungsi outrigger crane adalah untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas dari mobile crane selama pengangkatan material.

    Bagian ini dapat memanjang dari bagian bawah crane, sehingga mampu menstabilkan posisi crane pada permukaan tanah secara efektif. Outriggers juga berperan untuk mencegah crane mengalami perpindahan posisi secara drastis akibat gerakan roda.

    Bagian bagian mobile crane yang mencakup outrigger, counterweights, dan hoist system berperan dalam mengamankan posisi alat berat.

    8. Counterweight

    Fungsi utama dari bagian ini adalah untuk menyeimbangkan beban dan mencegah crane miring ketika melakukan pengangkatan material berat.

    Biasanya, counterweight terbuat dari material berat, seperti logam atau beton. Komponen ini umumnya berada pada bagian belakang crane.

    Operator dapat menambahkan atau menghilangkan bagian counterweight menyesuaikan kebutuhan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemindahan alat berat.

    9. Crane Stabilizer

    Stabiliser termasuk elemen pendukung yang bermanfaat untuk meminimalisir risiko kendaraan miring atau terjungkal.

    Bagian ini juga dapat memperluas permukaan lift polygon dan meningkatkan distribusi beban saat crane melakukan pengangkatan atau pemindahan material.

    10. Jib

    Jib atau lengan crane merupakan bagian yang dapat memanjang secara horizontal, sehingga memberikan ruang tambahan antara muatan dan alat berat.

    Bagian ini berperan penting ketika memindahkan muatan besar atau panjang yang mengharuskan mobile crane berada cukup jauh dari tempat pengangkatan. 

    Biasanya, jibs berada pada posisi yang tetap. Namun, beberapa crane memiliki luffing jib yang bisa disesuaikan posisinya agar lebih tinggi atau rendah, tergantung arah boom.

    11. Hoist

    Hoist merupakan komponen yang berperan dalam mekanisme pengangkatan beban oleh crane. Terdapat dua jenis hoist pada crane yaitu:

    • Hoist utama: bertugas mengangkat dan menurunkan kabel pengangkut utama. Biasanya hoist ini memiliki motor yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar daripada hoist sekunder.
    • Auxiliary hoist (hoist sekunder): digunakan untuk menangani muatan yang lebih ringan atau untuk pengoperasian dua pengangkatan beban dalam waktu bersamaan. Hoist ini bekerja secara terpisah dari hoist utama.

    12. Wheels

    Wheels (roda) merupakan komponen yang memungkinkan mobile crane untuk berpindah tempat. Komponen ini membuat mobile crane menjadi alat berat dengan mobilitas yang lebih tinggi dan serbaguna.

    Adanya wheels juga memungkinkan crane untuk dapat melaju pada berbagai medan dan permukaan. Namun, pada crane jenis tertentu seperti crawler crane, roda digantikan oleh tracks.

    FAQ

    Apa bedanya mobile crane dengan tower crane?

    Mobile crane memiliki mobilitas tinggi yang memungkinkannya berpindah lokasi dengan mudah. Sementara itu, tower crane bersifat menetap pada satu tempat karena tertanam pada lokasi tertentu.

    Masalah apa yang mungkin terjadi saat mengoperasikan mobile crane?

    Crane bisa mengalami kegagalan struktural dan kecelakaan akibat muatan yang melebihi kapasitas. 

    Bagaimana cara merawat mobile crane?

    Kebutuhan pemeliharaan dari setiap bagian crane berbeda-beda. Untuk memastikan alat selalu dalam kondisi baik, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

    Layanan Perawatan dan Perbaikan Khusus Alat Berat

    Halo Auto Indonesia menyediakan solusi perawatan dan perbaikan berbagai alat berat. Teknisi ahli kami sudah berpengalaman dalam memberikan berbagai perawatan, mulai dari maintenance hingga rekondisi unit.

    Segera hubungi Halo Auto Indonesia untuk mendapatkan layanan perawatan yang tepat untuk bagian bagian mobile crane.

  • Mobile Crane: Jenis, Komponen, dan Cara Pengoperasiannya

    Mobile Crane: Jenis, Komponen, dan Cara Pengoperasiannya

    Mobile crane adalah salah satu kendaraan alat berat yang memiliki fungsi signifikan. Namun, masih banyak pihak yang belum mengenal kendaraan satu ini dengan baik. Padahal, peranannya sangat baik untuk konstruksi pembangunan.

    Keberadaannya sendiri memiliki fungsi yang sangat dasar sehingga tidak membutuhkan tenaga lain ataupun mesin tambahan untuk pengoperasiannya. Tidak heran kalau alat ini banyak menjadi incaran mengingat manfaatnya yang signifikan.

    Untuk mengetahui informasi lebih mendalam mengenai mobile crane, Anda bisa cek selengkapnya pada artikel di bawah ini.

    Baca juga: Tower Crane: Arti, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Bagiannya

    Apa itu Mobile Crane?

    Apakah Anda salah satu pekerja konstruksi yang belum tahu mobile crane itu apa? Secara sederhana mobile crane adalah kendaraan alat berat yang berfungsi untuk menunjang kinerja dalam mengangkut material berat pada konstruksi bangunan.

    Menjadi salah satu alat berat yang bekerja secara optimal, mobile satu ini bisa Anda andalkan meskipun tidak memiliki jangkauan luas. Namun, dari segi performanya sendiri alat berat ini tidak mengecewakan.

    Bentuk roda dari mobile ini sangat besar, sehingga mudah untuk operator pindahkan atau tempatkan di lokasi kerja manapun.

    Tidak hanya bisa mengangkat bebatuan saja, crane juga bisa mengakat besi, koral, dan bahan bangunan berat lainnya. Tentu saja kemampuan ini karena crane bisa berputar 360 derajat serta memiliki jangkauan hingga puluhan meter.

    Anda bisa menjumpai crane dalam beberapa bidang pekerjaan seperti bengkel, industri, pelabuhan, proyek besar, dan pergudangan.

    Jenis-Jenis Crane, Apa Saja?

    mobile crane adalah

    Di dunia industri konstruksi, biasanya ada berapa jenis mobile crane yang operator gunakan? Berikut beberapa jenisnya:

    1. Crane Crawler

    Pertama ada crane dengan sistem pelacak khusus untuk memudahkan pergerakan di atas permukaan kasar dan tidak stabil. Biasanya, alat ini digunakan untuk proyek konstruksi di daerah yang sulit terjangkau.

    2. Crane Terjun

    Selanjutnya ada crane terjun. Jenis satu ini berfungsi untuk mengangkat beban pada area yang sulit terjangkau.

    Contohnya seperti daerah terisolasi dan lereng curam. Kemampuan alat ini bisa untuk memanjat ke titik kerja yang operator inginkan.

    3. Crane Floating

    Anda pastinya tahu kalau mobile crane adalah kendaraan alat berat yang multifungsi. Pada tipe floating, kendaraan satu ini sengaja dirancang untuk bisa operator gunakan di atas air.

    Pemakaian alat ini khusus untuk proyek konstruksi perairan seperti pelabuhan, Pembangunan jembatan, hingga instalasi lepas pantai.

    4. Rough Terrain

    Rough Terrain merupakan jenis crane untuk pemakaian kendaraan di area terjal atau tidak rata. Mengingat alat ini memiliki kelengkapan suspense kuat serta roda besar untuk meningkatkan stabilitas serta daya tahan di lingkungan yang sulit.

    5. Crane Jembatan

    Mau cari crane yang bisa Anda gunakan untuk proyeksi konstruksi jembatan? Ada crane jembatan yang sudah lengkap dengan lengan, sehingga bisa dipindahkan di sepanjang jembatan untuk mengangkat material yang berat.

    6. Crane Teleskopik

    Selanjutnya ada crane teleskopik yang sudah lengkap dengan lengan teleskopik serta dapat diatur panjang serta lipatannya. Pemakaian alat ini memungkinkan penggunanya untuk mengatur alat sesuai kebutuhan pengangkatan.

    7. Crane Kapal

    Tipe crane kapal adalah jenis selanjutnya yang sengaja dirancang untuk kebutuhan konstruksi kapal. Memiliki kemampuan untuk mengangkat beban berat, alat ini biasanya digunakan oleh kapal ke dermaga.

    8. Crane Truck

    Kemudian, ada jenis crane yang sengaja terpasang pada truk untuk memudahkan proses mobilitas dan transportasi. Biasanya crane truck mempunyai lengan yang bisa memanjang dan dapat dilipat.

    9. Crane Tower

    Mencari crane yang biasanya operator gunakan dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi? Crane tower adalah jawabannya.

    Alat satu ini bisa operator gunakan dengan tingkat pemasangan di atas menara. Sebab, struktur alatnya memang dibuat khusus untuk mencapai ketinggian puluhan meter.

    Keunggulan dari crane jenis ini adalah kemampuannya dalam mengangkat beban berat dengan jarak yang cukup jauh.

    10. Crane All Terrain

    Terakhir ada Crane All Terrain dengan kemampuan untuk melakukan operasi di berbagai jenis medan. Baik untuk penggunaan di area off-road ataupun jalan raya.

    All Terrain memiliki alat yang sudah lengkap dengan roda khusus untuk meningkatkan mobilitas serta kemampuan manuver.

    Baca juga: 10 Jenis Crane dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

    Komponen Mobile Crane

    mobile crane adalah

    Berdasarkan informasi sebelumnya Anda pastinya sudah paham bahwa crane memiliki banyak jenis dengan desain dan fungsi yang berbeda.

    Namun, terdapat bagian mobile crane sebagai komponen dasar dan tentunya semua jenis memilikinya. Apa saja itu? Berikut pembahasan lengkapnya:

    1. Boom

    Bagian pertama yang paling mudah Anda ketahui dan kenali adalah boom. Bentuknya seperti lengan panjang dan memiliki peran penting sesuai dengan jenis derek alat angkutnya.

    Boom seringkali dijadikan sebagai komponen utama dalam crane. Pasalnya, keberadaan dari boom sendiri berfungsi untuk memindahkan, mengangkat, serta memposisikan material.

    2. Hook

    Pengait atau hook merupakan alat yang bermanfaat untuk memudahkan membawa sebuah muatan. Meskipun ada banyak cara untuk mendekatkan beban ke crane, tetapi hook adalah alat praktis untuk melakukannya.

    Alat ini sudah lengkap dengan kait pengaman untuk mencegah terlepasnya material selama proses pengangkatan. Bahan pembuatnya adalah besi tempa atau baja.

    3. Outriggers

    Selanjutnya adalah alat yang sangat penting untuk keselamatan crane yaitu outriggers. Meskipun fungsinya untuk memberikan dukungan tambahan, tetapi melalui alat ini beban crane bisa terdistribusi secara luas dan stabil.

    4. Rotex Gear

    Berikutnya ada roda gigi rotex yang berada di bagian bawah kabin untuk proses pemutaran boom dari kiri ke kanan.

    5. Jib

    Jib merupakan sebuah struktur tipe kisi yang ada di ujung boom. Tujuan pemakaiannya untuk mengurangi bobot di bagian depan boom. Jib sendiri memiliki beberapa versi dengan fungsi untuk mengangkat ataupun memindahkan material.

    Fungsi Mobile Crane

    Penasaran seperti apa fungsi mobile crane secara umum? Berikut pembahasan lengkapnya:

    • Mobile crane biasa digunakan untuk memindahkan dan mengangkat berbagai macam beban berat, contohnya seperti baja, beton, hingga peralatan konstruksi.
    • Biasanya crane di sini juga berfungsi untuk memindahkan beban dari satu lokasi ke lokasi lain dengan lebih cepat dan aman.
    • Keberadaan crane juga bermanfaat untuk pekerjaan lain seperti operasi penyelamatan dari tim pemadam kebakaran yang kesulitan menjangkau tempat tertentu dan membutuhkan alat untuk mengangkat alat berat.

    Itu tadi beberapa fungsi utama dari crane. Namun, selain fungsi tersebut crane juga bisa digunakan untuk berbagai macam kondisi seperti:

    • Mengangkut material ke tempat yang lebih tinggi
    • Membongkar bangunan
    • Pemasangan struktur baja
    • Membantu pekerjaan proyek seperti jembatan dan pembangunan jalan raya
    • Membantu proses evakuasi

    Kelebihan Mobile Crane

    Tahukah Anda kalau mobile crane mempunyai beberapa kelebihan sehingga menjadi alat utama dalam industri konstruksi? Beberapa pembahasannya antara lain:

    1. Memiliki Presisi yang Tinggi

    Memiliki desain yang sedemikian rupa dengan dukungan sistem hidrolik memungkinkan crane untuk digunakan mengangkut beban dengan ketinggian yang presisi. Tujuannya sendiri untuk menghindari kerusakan dan menjaga keamanan.

    2. Punya Mobilitas Tinggi

    Sudah lengkapi dengan roda dan sistem pelacak yang dimiliki, mobile crane cukup mudah untuk dipindahkan pada lokasi kerja mana pun. Sehingga penggunaannya dalam proyek konstruksi pun lebih cepat dan efisien.

    3. Kapasitas Angkut yang Besar

    Selanjutnya, kelebihan dari crane mampu untuk mengangkut beban berat dengan kapasitas angkut yang tinggi. Mulai dari beberapa ton hingga ratusan ton. Sehingga, kemampuannya sangat ideal untuk memindahkan konstruksi yang berat dan besar.

    4. Lengkap dengan Fitur Keamanan Kerja

    Crane mempunyai fitur keamanan kerja yang beragam mulai dari keberadaan lampu peringatan, sistem pencegah kecelakaan, hingga tambahan alarm.

    Selain itu, operator crane juga dilengkapi dengan peralatan keselamatan seperti sabuk pengaman, jaket pelindung, dan helm.

    Bagaimana Cara Mengoperasikan Mobile Crane?

    Sebagai salah satu alat berat yang cukup besar dan memiliki fungsi signifikan. Proses pengoperasiannya pun harus dilakukan dengan benar, seperti panduan berikut:

    1. Persiapan

    Tahap ini harus Anda lakukan sebelum melakukan pengoperasian. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kondisi crane serta memastikan bahwa seluruh komponennya bekerja dengan baik.

    2. Penempatan

    Jangan sampai salah, penempatan crane didasarkan pada beban angkat serta area kerja. Letakkan pada posisi yang stabil serta mempunyai ruang cukup untuk bekerja.

    3. Tentukan Beban

    Selanjutnya, sebagai operator Anda wajib memastikan berapa besaran beban yang angkat diangkat. Sehingga tidak melebihi kapasitas yang sudah disediakan dan membuat daya angkat lebih optimal.

    4. Tentukan Jalur Angkut

    Selain melihat beban, Anda juga perlu menentukan jalur angkutnya seperti apa. Apakah sudah aman dan efisien atau belum.

    5. Atur Kabel

    Sebelum memulai proses pengangkatan, lakukan pemeriksaan apakah kondisi kabel sudah dalam keadaan baik atau terlalu kendor.

    5. Jalankan Crane

    Setelah Anda berhasil memastikan setiap komponen dari crane, kini saatnya untuk menjalankan alat dengan hati-hati. Pantau crane selama proses operasi agar beban yang diangkat tidak jatuh.

    6. Hentikan Crane

    Terakhir, apabila proses pengangkatan beban sudah selesai, sebagai operator jangan lupa untuk memastikan bahwa crane kembali dalam posisi stabil. Pastinya beban sudah Anda amankan sebelum penghentian crane, ya.

    Nah, itulah beberapa penjelasan dari mobile crane. Sebagai salah satu transportasi alat berat dengan risiko kerja tinggi pastinya membutuhkan perawatan yang optimal secara berkala.

    Anda bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan perawatan alat berat yang sudah berpengalaman untuk menangani masalah tersebut. Sehingga, crane bisa digunakan untuk jangka panjang dan aman bagi operator.

    Salah satu perusahaan yang menawarkan layanan perawatan dan perbaikan alat berat seperti crane adalah PT. Halo Auto Indonesia. Selain memberikan perawatan secara maksimal perusahaan ini juga bisa Anda hubungi kapan dan di mana pun.

    Karena fokus utamanya adalah klien sehingga respon yang diberikan pun sangat cepat. Selain itu, layanannya buka selama 24 jam bahkan saat akhir pekan sekalipun. Yuk, lakukan perawatan sekarang juga hanya di Halo Auto Indonesia.

    FAQ

    Berapa kapasitas dari Mobile crane?

    Kapasitas angkat maksimumnya antara 70 – 700 ton.

    Seberapa tinggi Mobile crane dapat melaju?

    Untuk maksimal laju dari mobile crane dimiliki oleh jenis all-terrain dengan jangkauan mencapai 197. 

    Apa perbedaan dari Mobile crane dan tower crane?

    Mobile crane bergantung pada beban penyeimbang internal yang ada di bagian belakang kendaraan, sedangkan tower crane dipasang di platform yang kuat dengan fungsi untuk menopang beban yang akan diangkat.

  • Metode OEE: Pengertian, Manfaat, Elemen, dan Contohnya

    Performa mesin atau alat dalam kegiatan produksi berpengaruh besar terhadap hasil produk yang diciptakan. Oleh sebab itu, metode OEE bertujuan menilai indikator mesin terkait efisiensi dan efektivitasnya dalam suatu proses produksi. 

    Orang yang mengemukakan istilah OEE (Overall Equipment Effectiveness) adalah Seiichi Nakajima pada tahun 1960. Istilah ini akhirnya populer dan rumus OEE banyak perusahaan manufaktur gunakan untuk menghitung efektivitas produksi.

    Pasalnya, kunci utama keberhasilan industri tentu saja ikut terpengaruh dari performa mesin produksi. Jika performa peralatan untuk produksi menurun, tentu saja jumlah dan kualitas produk ikut menurun. 

    Nah, Anda membutuhkan sebuah metode standar untuk bisa mengukur kinerja mesin produksi. Artikel berikut akan menjelaskan metode Overall Equipment Effectiveness mulai dari pengertian hingga contohnya. Simak baik-baik!

    Apa Itu Metode OEE?

    Bagi Anda yang bekerja dalam perusahaan manufaktur, pasti paham betul bahwa proses produksi adalah jantung utama yang harus terus berjalan. 

    Sebab, perusahaan manufaktur bertujuan mengolah bahan mentah hingga menjadi produk yang bernilai.

    Selama proses pengolahan bahan mentah sampai menjadi produk setengah jadi maupun jadi, perusahaan melalui proses produksi yang kompleks. 

    Bila dalam sehari perusahaan menghasilkan produk hingga ribuan, Anda perlu memastikan bahwa jumlah dan kualitasnya tetap terjaga. Cara supaya perusahaan bisa mengukur kinerja sumber daya produksi adalah melalui penghitungan OEE. 

    Elemen yang ada dalam OEE terdiri dari availability (ketersediaan), performance (kinerja) dan quality (kualitas). Dengan tiga elemen utama penghitungan OEE, Anda bisa mendapat data seberapa efisien suatu mesin atau sistem selama produksi. 

    Bisa dibilang, OEE adalah indikator performa mesin atau sistem dalam suatu perusahaan manufaktur. Bagi perusahaan, hasil pengukuran OEE dapat menjadi panduan untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan alat produksi. 

    Manfaat Menerapkan Metode OEE

    Anda mungkin bertanya-tanya apa bagusnya mengukur efisiensi mesin atau sistem produksi dengan standar OEE. Bagi Anda yang masih kurang yakin dengan alasan penghitungan OEE ini, simak pembahasannya pada artikel berikut!

    1. Mengukur Kelayakan Produksi

    OEE dapat menjadi titik referensi untuk melihat seberapa layak mesin atau sistem yang perusahaan gunakan dalam operasional. Anda bisa menentukan batas bawah OEE terlebih dulu. 

    Kemudian, proses produksi berarti berjalan optimal jika nilai OEE yang Anda hitung melebihi batas tersebut. 

    2. Tahu Kapan Harus Melakukan Perbaikan

    Dari metode OEE, Anda bisa mengetahui besaran angka performa mesin yang rendah. Mesin dengan nilai OEE yang rendah, berarti memiliki performa yang kurang maksimal. 

    Solusinya adalah melakukan perbaikan pada mesin tersebut untuk bisa mengembalikannya ke performa awal. Jadi, OEE ini bermanfaat untuk mengetahui kapan harus melakukan perawatan pada mesin yang bermasalah. 

    3. Mengatasi Mesin dengan Performa Buruk

    Menyambung dari manfaat sebelumnya, jika Anda memiliki data terkait mesin atau sistem yang underperformed atau performa menurun, berarti harus segera diatasi. 

    Hal ini bisa Anda tangani secara cekatan berkat hasil OEE yang menunjukkan bahwa performa mesin tersebut rendah yang mana bisa mengganggu kelancaran produksi. 

    Elemen yang Terdapat Pada Metode OEE

    Metode OEE pada dasarnya mengukur efektivitas suatu peralatan, nah terdapat tiga elemen utama yang menjadi indikator penilaian OEE. Ketiga elemen tersebut antara lain availability, performance, dan quality. Berikut masing-masing penjabarannya!

    1. Availability

    Elemen availability berfungsi untuk mengukur sejauh mana alat atau mesin bisa beroperasi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Pada intinya, elemen ini ingin mengetahui kesiapan mesin dalam memproduksi produk dalam kondisi baik. 

    Hasilnya adalah rasio ketersediaan yang membandingkan waktu operasi dan waktu persiapan. Faktor yang mempengaruhi elemen ini adalah waktu persiapan, durasi maintenance, dan waktu pemeliharaan. 

    2. Performance Efficiency

    Performance OEE adalah efisiensi kinerja dari suatu mesin selama proses produksi. Elemen ini membandingkan tingkat produksi aktual dengan produksi yang diharapkan. 

    Melalui pengukuran ini, Anda bisa melihat jumlah produksi yang bisa mesin capai.  Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi elemen performance, yakni kecepatan produksi, efisiensi bahan baku, dan kecepatan pergantian produk. 

    Supaya efisiensi kinerja meningkat, salah satunya adalah mengoptimalkan kecepatan produksi. 

    3. Rate of Quality Product

    Komponen OEE berikutnya adalah rate of quality product atau kualitas produk. Pengukuran ini bertujuan mengetahui apakah mesin bisa menghasilkan produk-produk yang berkualitas. 

    Kemudian, elemen quality juga membandingkan jumlah produk yang berkualitas dengan seluruh total produksi. Dari pengukuran quality, perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah produk bagus dari keseluruhan produksi. 

    Contoh perhitungan OEE untuk quality yaitu dengan mencari tahu jumlah produk bagus. Setelah didapat jumlahnya, Anda perlu membagi jumlah produk baik dengan seluruh total produksi kemudian dikali seratus persen. 

    Jadi, itu tadi adalah penjelasan mengenai metode OEE untuk mengukur efisiensi kinerja mesin selama proses produksi. Anda bisa mengimplementasikan perhitungan OEE ini ke berbagai sektor industri. 

    Nah, bagi Anda yang membutuhkan layanan jasa maintenance dan repair, remanufacture, dan sparepart untuk alat berat serta kendaraan operasional, sangat direkomendasikan memakai jasa kami dari Halo Auto Indo. 

    Kunjungi situs resmi untuk mendapat informasi lebih lengkap dan melakukan konsultasi dengan customer service kami yang sigap menjawab pertanyaan Anda.  

    FAQ

    Metode OEE itu apa?

    Pengukuran efektivitas mesin atau sistem berdasarkan ketersediaan, kinerja, dan kualitasnya. 

    Apa saja indikator OEE?

    Terdapat tiga indikator penilaian OEE yang merupakan implementasi dari TPM atau Total Productive Maintenance, yakni Availability, Performance, dan Quality

    Apa tujuan OEE?

    Meningkatkan ketersediaan, efisiensi kerja, kualitas produk, dan mengurangi biaya produksi. 

    Bagaimana kondisi ideal dari OEE?

    Idelanya, ketersediaan >90%, efisiensi daya >95%, dan kualitas produk >99%. Jadi, nilai OEE yang ideal adalah 85%.

  • Rumus OEE, Begini Cara Menghitungnya!

    Rumus OEE, Begini Cara Menghitungnya!

    OEE (Overall Equipment Effectiveness) merupakan metode untuk mengukur produktivitas mesin atau sistem dalam produksi. Penerapan rumus OEE akan membantu Anda untuk menentukan apakah mesin perusahaan tinggi efektivitasnya.

    Dalam bisnis manufaktur, setiap perusahaan mengutamakan efisiensi dalam produksi dan kualitas setiap produknya. Inilah mengapa metrik OEE dapat membantu Anda untuk memantau performa mesin atau sistem dalam produksi.

    Lantas, bagaimana rumus untuk menghitung Overall Equipment Effectiveness? Mari kita bahas bersama-sama.

    Rumus OEE

    Pertama, OEE memiliki ketiga elemen penting sebagai berikut:

    • Availability (Ketersediaan): Waktu produksi aktual dari mesin atau sistem daripada yang sudah direncanakan.
    • Performance (Performa/Kinerja): Pengukuran kecepatan aktual mesin beroperasi daripada kecepatan maksimalnya.
    • Quality (Kualitas): Penghitungan total produk yang memenuhi standar kualitas tanpa perbaikan atau kontrol kualitas ulang karena cacat.

    Setiap elemen tersebut mewakili perspektif tentang standar dalam proses produksi untuk menuju keadaan sempurna.

    OEE adalah alat ukur atau metrik untuk memantau sedekat apa proses produksi perusahaan menuju sempurna. Maka, ketiga elemen tersebut harus dikalikan. Berikut adalah rumus yang dapat Anda gunakan untuk mengukurnya:

    OEE = Availability x Performance x Quality

    Cara Menghitung Setiap Elemen OEE

    Anda sudah mengetahui rumus untuk menghitung OEE. Sebelum itu, bagaimana cara menghitung setiap elemennya? Berikut adalah cara penghitungan secara manual yang lebih mudah.

    1. Availability (Ketersediaan)

    Elemen pertama adalah availability atau ketersediaan. Penghitungan elemen ini berdasarkan waktu produksi aktual dari keseluruhan rencana waktu produksi. Maka, rumusnya adalah pembagian waktu produksi aktual dengan keseluruhan rencana.

    Availability = Run Time (waktu produksi aktual) / Planned Production Time (rencana waktu produksi)

    2. Performance (Performa/Kinerja)

    Selanjutnya adalah performance atau performa. Rumus performance OEE akan membandingkan seberapa cepat produksi aktual dari harapan. Terdapat dua rumus performance yang bisa Anda gunakan sebagai berikut:

    Performance = Ideal Production Time (Waktu produksi Ideal) / Run Time (Waktu produksi)

    Performance = (Ideal Production Time x Total Production) / Run Time

    3. Quality (Kualitas)

    Salah satu manfaat rumus OEE adalah untuk memantau peningkatan kualitas produksi. Oleh karena itu, elemen ini akan menghitung perbandingan kesuksesan mesin dalam produksi dari keseluruhan total.

    Quality = (High Quality Product / Total Product)

    Jika masih belum memahami, cobalah untuk melihat contoh perhitungan OEE.

    Skor OEE

    Setelah menghitung dan menggabungkan ketiga elemen tersebut secara keseluruhan, Anda akan mendapat persentase atau skor dari OEE. Skor tersebut menentukan seberapa perusahaan harus mendapat perbaikan.

    Berikut adalah tolak ukur skor OEE secara general:

    • 100% OEE: Efektivitas produksi mesin atau sistem perusahaan sudah sempurna. Maka, manfaat OEE terasa secara maksimal.
    • 85% OEE: Efektivitas produksi mesin atau sistem perusahaan di atas rata-rata. Artinya, hanya sedikit produk berkualitas rendah dan/atau tanpa waktu henti (idle).
    • 60% OEE: Perusahaan masih memiliki ruang untuk perbaikan dalam peningkatan produktivitas produksi dari mesin atau sistem. Biasanya, solusi untuk meningkatkan skor ini menerapkan suku cadang baik untuk mesin agar mengurangi waktu henti.
    • 40% OEE: Skor efektivitas produksi di bawah standar. Artinya, produk berkualitas buruk sering keluar dan mesin sering mengalami idle.

    Demikianlah pembahasan rumus OEE. Mengetahui skor OEE sangat penting agar perusahaan Anda mengetahui seberapa efektif mesin atau sistem Anda dalam memproduksi sebuah produk.

    Jangan lupa juga untuk memastikan mesin seperti alat berat mendapat perawatan agar kondisi tetap prima. Halo Auto Indo telah hadir untuk melayani perawatan mesin, alat berat, dan kendaraan.

    Kami jamin Anda akan mendapatkan pengalaman servis berkualitas dengan harga terjangkau. 

    Tenaga kerja kami sudah berpengalaman dan setiap suku cadang tersedia original. Tunggu apa lagi? Hubungi Halo Auto Indo sekarang juga untuk layanan servis terbaik.

  • 4 Manfaat OEE Penting dalam Produksi

    4 Manfaat OEE Penting dalam Produksi

    OEE atau Overall Equipment Effectiveness merupakan metrik sederhana yang mengukur efisiensi dan efektivitas mesin dalam proses produksi. Manfaat OEE sendiri sangat berguna, terutama bagi perusahaan manufaktur.

    Saat mengukur OEE, perusahaan atau organisasi dapat mengidentifikasi sebuah masalah. Dengan begitu, mereka dapat segera melakukan perbaikan demi meningkatkan kinerja produksi.

    Apakah Anda masih belum mengetahui apa itu OEE serta berbagai manfaatnya? Mari temukan jawabannya dengan membaca artikel ini hingga habis.

    Pengertian OEE

    Sekali lagi, Overall Equipment Effectiveness atau OEE adalah sebuah metode pengukuran atau perhitungan demi menentukan nilai efektivitas mesin dalam produksi. Oleh karenanya, OEE dapat menjadi standar indikator kinerja mesin.

    Istilah ini pertama kali terungkap oleh Seiichi Nakajima pada tahun 1960. Beliau menjelaskan bahwa metode ini terpakai untuk menilai efektivitas mesin atau sistem dalam suatu proses perhitungan.

    OEE menyatukan tiga elemen penting sebagai berikut:

    • Ketersediaan (Availability): Skor yang mengukur waktu produksi aktual dari rencana waktu produksi. Ketersediaan memperhitungkan berbagai faktor yang memicu waktu berhenti produksi.
    • Performance (Performa): Penilaian performa berdasarkan seberapa baik mesin atau sistem dari potensinya. Terdapat faktor pertimbangan berupa waktu idle, pemberhentian sementara, dan kecepatan produksi.
    • Quality (Kualitas): Hasil evaluasi produk berkualitas (sesuai standar dan tanpa cacat). Terdapat berbagai faktor seperti bagian yang harus dikerjakan ulang.

    Maka, contoh perhitungan OEE harus menggabungkan tiga elemen penting tersebut.

    Hasilnya berupa nilai persentase efektivitas secara keseluruhan dalam produksi. Semakin tinggi persentase tersebut, semakin tinggi pula kinerja dan efektivitasnya.

    Sebaliknya, saat nilai tersebut menginjak persentase rendah, artinya perusahaan tersebut harus segera melakukan perbaikan. Berbagai perbaikan itu diharapkan akan meningkatkan kinerja mesin dalam produksi.

    Fungsi OEE sendiri untuk mengawasi sambil mengidentifikasi apa yang harus dioptimalkan lagi pada mesin. Harapannya, produksi dapat mengalami peningkatan.

    Manfaat OEE

    Secara spesifik, berikut adalah beberapa manfaat dari Overall Equipment Effectiveness:

    1. Meningkatkan Produktivitas

    Seperti yang sudah terungkap tadi, OEE secara langsung berkaitan dengan produktivitas. Maka, meningkatkan OEE dapat memaksimalkan potensi dalam produktivitas.

    Dengan demikian, perusahaan dapat semakin memanfaatkan performa terbaik mesin sambil meningkatkan kualitas prosesnya. Faktor yang dapat menghambat seperti waktu henti dan masalah kualitas dapat berkurang.

    2. Lebih Efisien

    Menerapkan metode OEE dapat membantu mengatasi masalah efisiensi dalam produksi. Perusahaan dapat mengurangi waktu idle atau menganggur dan mengoptimalkan performa untuk mesin atau sistem.

    Pada saat yang sama, mengurangi waktu idle sekaligus dapat menghemat biaya dalam produksi. Terlebih, perusahaan juga mampu mengefektifkan penggunaan sumber daya lebih baik.

    3. Kualitas Produk Meningkat

    OEE produksi ikut menjadi bukti bagaimana kualitas setiap produk yang diproduksi. Maka, perusahaan dapat termotivasi untuk meminimalisir setiap kesalahan produksi demi menghindari kerugian.

    Saat masalah kualitas teridentifikasi, perusahaan akan mampu memberi produk berkualitas. Akhirnya, produk berkualitas akan menghasilkan peningkatan citra dari publik berdasarkan kepuasan dan loyalitas konsumen.

    4. Memperpanjang Umur Mesin atau Sistem

    Terakhir, peningkatan OEE akan melibatkan perawatan dan pemeliharaan mesin atau sistem secara proaktif. Dengan demikian, perusahaan dapat menerapkan program pemeliharaan agar mesin atau sistem dapat terus produktif.

    Oleh karena itu, mereka akan lebih mudah mengatasi masalah sesegera mungkin. Alhasil, peluang memperpanjang umur pemakaian mesin atau sistem akan meningkat dengan mengurangi risiko kerusakan.

    Demikianlah informasi tentang manfaat OEE. Jangan lupa manfaatkan layanan dari Halo Auto Indonesia sebagai solusi terbaik untuk perawatan mesin, alat berat, dan kendaraan.

    Halo Auto Indo menjamin kendaraan Anda akan mendapatkan perawatan terbaik, termasuk remanufaktur dan ketersediaan suku cadang bergaransi. Hubungi kami sekarang juga untuk mulai konsultasi!