Author: Erwin Juntoro

  • Tinggi & Kapasitas Mobil Molen 3, 7, 9, 12 Kubik

    Tinggi & Kapasitas Mobil Molen 3, 7, 9, 12 Kubik

    Terdapat beberapa tipe molen, salah satunya yang memiliki spesifikasi tinggi mobil molen 7 kubik. Anda tentu sudah sering melihat mobil molen. Mobil molen berfungsi untuk mencampurkan beton untuk keperluan konstruksi.

    Truk molen memiliki spesifikasi yang berbeda tergantung ukurannya. Alhasil, kapasitanya pun berbeda. Itulah sebabnya, sebelum memilih truk molen, penting untuk mengetahui detail dimensinya.

    Baca Juga: Reman Alat Berat Spesialis Engine, Transmisi dan Differential

    Dimensi Tinggi Mobil Molen 7 Kubik

    Mobil molen 7 kubik termasuk kategori molen kecil. Jenis mobil ini memiliki panjang 7,5 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter.

    Adapun bentuk truknya memiliki 10 roda terdiri atas dua roda depan dan delapan roda belakang.  Hal ini menunjukkan bahwa mobil molen ini berguna untuk menangani beban yang lebih besar dan lebih stabil dalam proyek konstruksi.

    Meskipun masuk dalam kategori molen kecil, mobil molen beton ini tetap memiliki kapasitas yang cukup besar. Tentu saja molen ini mampu mengatasi tugas-tugas konstruksi yang membutuhkan penggunaan beton dalam jumlah sedang.

    Baca Juga: 1 Molen Manual Berapa Kubik? Ini Jawabannya!

    Dimensi Molen Tipe Minimix dan Readymix

    Selain molen kecil, terdapat dua jenis tipe molen lainnya yaitu molen minimix dan molen besar (readymix).

    1. Truk Molen Minimix

    Molen minimix memiliki volume 3 meter kubik dengan spesifikasi panjang 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3,14 meter. Truk pengangkutnya menggunakan dua roda depan dan empat roda belakang.

    Dengan ukuran yang lebih kecil dan jumlah roda yang lebih sedikit, truk ini cocok untuk penggunaan di proyek-proyek konstruksi berskala kecil. Artinya, kebutuhan akan beton tidak terlalu besar.

    Meskipun memiliki kapasitas yang lebih rendah, truk molen minimix tetap menjadi pilihan yang efisien untuk proyek yang membutuhkan penggunaan beton dalam volume yang moderat.

    2. Truk Molen Readymix

    Selanjutnya, terdapat jenis mobil molen besar atau readymix. Mobil molen ini memiliki kapasitas 9 dan 12 meter kubik. Dimensinya hampir sama dengan molen kecil, tetapi tipe ini 1 meter lebih panjang.

    Ukuran yang besar tersebut menjadikan molen readymix cocok untuk proyek berkala besar. Anda dapat menggunakan truk ini untuk mencampur lebih banyak adonan beton.

    Baca juga: Berapa Kapasitas Molen Beton? Berikut Penjelasannya

    Sekarang Anda sudah mengetahui tinggi mobil molen 7 kubik beserta tipe molen lainnya. Pastikan untuk memilih molen sesuai kebutuhan Anda. Jika membutuhkan suku cadang, selalu percayakan kepada PT. Halo Auto Indonesia.

    Kami merupakan menyediakan suku cadang dan komponen pengganti untuk peralatan konstruksi, termasuk molen beton.

    Ketersediaan suku cadang yang tepat waktu dan berkualitas penting untuk pemeliharaan rutin molen beton agar tetap beroperasi optimal. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!

  • 1 Molen Manual Berapa Kubik? Ini Jawabannya!

    1 Molen Manual Berapa Kubik? Ini Jawabannya!

    Memilih molen yang pas sesuai kebutuhan konstruksi itu harus jadi pertimbangan. Anda harus memahami 1 molen manual berapa kubik dan apakah ukuran molen yang Anda pilih sudah mencukupi kebutuhan konstruksi atau tidak.

    Jika memilih yang terlalu besar, tidak akan efektif karena banyak ruang yang kosong. Budget jelas terbuang sia-sia. Jika terlalu kecil, maka pemenuhan kebutuhan semen dan beton menjadi lebih sering terhambat.

    Maka, penting memahami ukuran molen cor manual secara detail. Kami akan membahasnya lengkap setiap ukuran molen di sini.

    Baca Juga: 1 Dump Truck Berapa Kubik Tanah?

    1 Molen Manual Berapa Kubik?

    Menjawab ini sebenarnya mudah. Di dalam 1 molen manual, kapasitasnya berbeda-beda karena ukuran molen yang juga bervariasi. Lebih lengkapnya di sini:

    1. Molen Kecil

    Umumnya molen yang kecil mempunyai kapasitas sekitar 50 liter – 150 liter. Itu masih dalam satuan liter, belum kubik.

    Jika mengkonversinya menjadi ukuran kubik, maka kapasitas molen kecil adalah 0,05 – 0,1 meter kubik. Soalnya konversi ini mengharuskan angka pada liter, dibagi dengan 1.000. Maka, hasilnya adalah 0,05 – 0,1 meter kubik/m3.

    Molen kecil sangat pas untuk kebutuhan proyek kecil: pembuatan trotoar, renovasi rumah, atau proyek pembuatan taman.

    2. Molen Sedang

    Kapasitas dari molen sedang berkisar antara 150 liter sampai dengan 500 liter. Jika mengkonversinya jadi meter kubik, maka hasilnya 0,15 m3 – 0,5 m3.

    Molen berukuran sedang, umumnya untuk proyek konstruksi seperti pembuatan jalan raya, bangunan tinggi, atau juga proyek infrastruktur menengah.

    3. Truk Molen

    Meskipun bukan termasuk molen manual, tidak ada salahnya menambahkan informasi mengenai berapa kubik kapasitas dari truk molen.

    Nah, truk molen itu memiliki kapasitas 3 m3 untuk ukuran yang paling kecil. Sedangkan untuk truk berukuran paling besar, kapasitasnya 7 m3.

    Jika ingin memilih molen, pertimbangkan hal ini:

    • Volume pekerjaan
    • Jenis alat
    • Waktu pengerjaan
    • Skala proyek

    Semoga dengan uraian ini pertanyaan 1 molen manual berapa kubik bisa terjawab, ya.

    Baca Juga: 1 Dump Truck Berapa Kubik Pasir? Inilah Jawabannya!

    Truk Anda Butuh Perawatan? PT. Halo Auto Indonesia Jawabannya

    Sedang butuh perawatan untuk truk perusahaan Anda? Sebaiknya pertimbangkan layanan dari PT. Halo Auto Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 4 tahun, layanan kami tidak akan mengecewakan.

    Segera hubungi untuk layanan overhaul, remanufacturing, hingga perbaikan software dan hardware dalam truk!

  • Berapa Kapasitas Molen Beton? Berikut Penjelasannya

    Berapa Kapasitas Molen Beton? Berikut Penjelasannya

    Molen beton atau mesin pengaduk semen merupakan salah satu peralatan yang umum digunakan dalam industri konstruksi. Kapasitas molen beton cukup untuk membantu pekerjaan konstruksi.

    Penggunaan mesin ini membantu para pekerja dalam proses pencampuran semen dan menghasilkan adukan yang lebih merata dan optimal. Selain itu, penggunaan mesin pengaduk beton juga dapat menghemat waktu.

    Fungsi Molen Beton

    Molen beton atau mixer beton adalah alat yang berfungsi untuk mencampurkan semen, agregat (seperti pasir atau kerikil), dan air secara mekanis untuk menghasilkan beton.

    Tersedia berbagai jenis mixer beton seperti mixer drum, mixer truk, dan mixer planet. Alat ini memungkinkan produksi beton menjadi cepat dan ekonomis.

    Mixer beton sangat penting dalam konstruksi karena memastikan konsistensi dan kekuatan yang tepat dari campuran beton untuk proyek-proyek bangunan.

    Mixer beton dapat berupa stasioner atau portabel dan tersedia dalam berbagai ukuran. Mulai dari mixer portable kecil yang bisa Anda bawa dengan tangan hingga mixer berukuran besar yang terdapat di lokasi konstruksi.

    Mesin mixer beton digunakan dalam berbagai industri untuk menyiapkan beton di tempat. Selain itu, juga memberikan waktu yang cukup bagi pekerja untuk menggunakan campuran sebelum mengeras.

    Dengan menggunakan mixer beton, proyek konstruksi dapat menghemat waktu dan tenaga kerja sembari mengurangi pembentukan gumpalan semen.

    Penggunaan mixer ini meningkatkan produktivitas pekerja dan menghasilkan proses yang lebih efisien dan hemat biaya.

    Baca Juga: Keunggulan Suku Cadang Mercedes-Benz untuk Truk Actros, Axor, dan Arocs

    Kapasitas Molen Beton

    Untuk mengetahui kapasitas mesin molen, kita dapat membaginya sesuai ukuran mesin.

    • Molen minimix memiliki kapasitas 3 meter kubik. Tipe molen ini diangkut menggunakan truk engkel yang memiliki panjang 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3,14 meter, dengan roda depan 2 dan roda belakang 4.
    • Molen kecil berkapasitas 7 meter kubik. Spesifikasinya yaitu terdapat 2 roda depan dan 8 roda belakang. Panjang truk ini 7,5 meter, lebarnya 3 meter, dan tingginya 4 meter.
    • Mobil molen dengan kapasitas 9 dan 12 kubik hampir sama dengan yang berkapasitas 7 kubik. Bedanya, mesin molen beton ini 1 meter lebih panjang daripada molen kecil.

    Baca Juga: Reman Alat Berat Spesialis Engine, Transmisi dan Differential

    Kapasitas molen beton dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan proyek konstruksi. Jangan lupa untuk selalu memilih mesin dengan suku cadang terbaik agar memberikan hasil yang optimal.

    Anda bisa percayakan kepada PT Halo Auto Indonesia yang menyediakan suku cadang berkualitas. Kami memasok komponen-komponen penting untuk memperbaiki atau memelihara molen beton. Cek website kami untuk informasi lebih lanjut!

  • 10 Excavator Terbesar di Dunia, Bobot Ribuan Ton!

    10 Excavator Terbesar di Dunia, Bobot Ribuan Ton!

    Excavator menjadi salah satu alat berat multifungsi yang akan sering Anda temukan dalam berbagai proyek. Paling menarik, saat melihatnya di proyek-proyek besar. Mereka menggunakan excavator terbesar di dunia sebagai salah satu alatnya.

    Alat berat ini memainkan peran penting terutama demi menyelesaikan tugas-tugas yang berat atau tugas khusus. Kebanyakan, excavator terbesar yang ada di dunia, akan sering Anda temukan di pertambangan yang dalam.

    Sering juga di situs penggalian dengan kondisi iklim yang bisa terbilang ekstrim atau sulit. Di sini, kami akan menjelaskan berbagai excavator yang menduduki posisi sebagai excavator paling besar di dunia. Mari simak!

    Jenis ExcavatorBobot TinggiNegara Produksi
    Caterpillar 6090 FS1.102 ton9,9822 meterAmerika Serikat
    Bucyrus RH4001.080 ton9,9822 meterAmerika Serikat
    Hitachi EX8000-7911.6 ton9,906 meterJepang
    Demag H740-OS815 tonKanada
    Liebherr R9800810 ton10,3378 meterJerman
    Komatsu PC800-11768 ton9,779 meterJepang
    Liebherr R996B745 ton9,0678 meterJerman
    XCMG XE7000742 tonChina
    Hyundai R1200-9130,1 ton4,421 meterKorea Selatan
    Volvo EC950F104,5 ton4,267 meterSwedia

     

    Baca Juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Excavator Terbesar di Dunia

    Alat berat terbesar di dunia mungkin tidak hanya excavator. Melainkan masih banyak jenis alat berat lainnya. Tapi, khusus excavator, berikut daftar yang terbesarnya:

    1. Caterpillar 6090 FS

    Caterpillar excavator terbesar di dunia
    Caterpillar 6090 FS excavator terbesar di dunia

    Pertama adalah Caterpillar 6090 FS. Bobotnya 1.120 ton dan menggunakan mesin dengan 4.500 tenaga kuda.

    Ini menjadi excavator hidrolik yang terbesar di dunia. Produksinya di Amerika Serikat, sebagai penerus dari Bucyrus RH 400 yang sebelumnya menduduki peringkat pertama untuk excavator hidrolik dengan ukuran terbesar.

    Ada fitur seperti pematas roll-back otomatis yang mampu mencegah tumpahan material pada kabin, momentum boom, dan lainnya yang mendukung kemampuan mengangkat material lebih cepat.

    2. Bucyrus RH400

    Alat excavator terbesar di dunia pada urutan kedua adalah Bucyrus RH400. Sedikit lebih kecil dengan bobot 1.080 ton, pengaplikasian excavator ini biasanya pada area penambangan yang tugasnya berat.

    Ada dua mesin yang menggerakkannya: mesin Cat 3516B 16 silinder atau lebih terkenal dengan mesin diesel Cummins QSK60.

    Produksinya di Amerika Serikat, tapi diakuisisi oleh Caterpillar di tahun 2010. Fitur utamanya terletak pada attachment shovel TriPower, memiliki sistem pendingin dengan oli independen, dan juga kontrol yang menggunakan servo elektronik hidraulik.

    3. Hitachi EX8000-7

    Tak kalah dengan produsen Amerika Serikat, Hitachi juga memproduksi salah satu excavator terbesar di dunia dengan tipe Hitachi EX8000-7.

    Ini menjadi excavator paling besar dari produsen alat berat yang berpusat di Jepang. Punya penampang kotak penuh di bagian shovel depan, boom, serta lengan yang mampu mendistribusikan tegangan serta berat beban dengan merata.

    Hal inilah yang membuat Hitachi EX8000-7 ini lebih stabil ketika beroperasi pada medan yang kasar atau ketika mengangkat berbagai jenis material berat.

    Kami belum mendapatkan informasi detil untuk harga excavator terbesar di dunia satu ini, tapi pasti harganya sangat tinggi mengingat fungsionalitasnya untuk tugas-tugas berat dengan ukuran yang sangat besar yakni sekitar 9,9 meter.

    4.  Demag H740-OS

    Selanjutnya, ada Demag H740-OS dari perusahaan KMC Mining. Basis perusahaannya di Kanada. Hanya saja, untuk tipe ini mereka mendapatkan bantuan pengembangan dari Komatsu.

    Jadi, bisa juga kami katakan bahwa Demag H740-OS adalah excavator Komatsu terbesar yang mereka produksi.

    Awalnya, alat ini hanya untuk pekerjaan pasir minyak abrasif milik KMC Mining. Tapi, bisa juga untuk proyek ekstraksi serta penggalian.

    Meskipun secara ukuran tidak sebesar tiga excavator di atas, Demag H740-OS memiliki 4.463 tenaga kuda sebagai mesin pendorongnya.

    Mesin ini akan membantu pekerjaan berat seperti memecah material keras. Selain itu, meskipun tidak terlalu besar, excavator ini layak mendapatkan predikat terbesar di pengoperasian minyak.

    5. Liebherr R9800

    Liebher excavator terbesar di dunia
    Liebher R9800 excavator terbesar di dunia

    Kemudian, ada Liebherr R9800 yang produksinya di Jerman. Pengoperasiannya yakni di areal pertambangan.

    Bobotnya mencapai 800 ton dan menggunakan dua mesin diesel sebagai penggeraknya. Dengan adanya dua mesin penggerak ini, tidak heran jika produktivitasnya bisa maksimal.

    Dengan adanya sistem elektro-hidraulik, transmisi dayanya jadi lebih efisien. Bahkan dalam Liebherr R9800 juga terpasang sistem pendingin yang independen.

    Excavator terbesar di dunia ini pun memiliki sirkuit ayun loop tertutup yang membantunya menurunkan kecepatan serta menghemat bahan bakar.

    Baca Juga: Mengenal 15 Istilah-Istilah Penting dalam Dunia Tambang

    6. Komatsu PC8000-11

    Selain Demag H740-OS, Komatsu punya excavator terbesarnya sendiri yakni Komatsu PC8000-11.

    Jenisnya excavator hidraulik yang pengkhususannya untuk penambangan permukaan. Produk ini dibuat untuk penambangan dengan skala besar.

    Menariknya, alat ini memiliki layar LED dalam kabin yang bisa membuat operator memiliki pandangan 360 derajat secara langsung ke sekelilingnya.

    Ada juga fitur canggih pembuangan untuk mengurangi adanya emisi berbahaya. Alat ini, terancang dengan kapasitas bucket sekop yang adjustable untuk berbagai kebutuhan proyek.

    7. Liebherr R996B

    Ada lagi excavator milik Liebherr bertipe R996B yang merupakan hasil produsen perusahaan Jerman-Swiss.

    Sedikit lebih ringan dari berbagai alat sebelumnya yakni sekitar 745 ton. Excavator ini cocok untuk pertambangan.

    Bagusnya adalah cocok untuk siapa saja yang butuh alat dengan tenaga besar dalam menekan tanah dan daya dobrak.

    Fungsi utama excavator terbesar di dunia satu ini adalah melakukan penggalian berat pada berbagai lingkungan.

    Cocok di iklim tropis bahkan di area bersuhu dingin yang begitu ekstrim. Paling banyak penggunaannya terlihat pada berbagai kegiatan penambangan, terutama tambang batubara.

    8. XCMG XE700

    Kali ini, posisi excavator terbesar bukan dari AS, Jerman, atau Jepang. Ini adalah alat berat yang produksinya di Tiongkok dari XCMG.

    Alat besar ini, biasanya bisa Anda temukan di sektor pertambangan. Khususnya untuk pertambangan batubara.

    Meskipun begitu, fleksibilitasnya yang tinggi membuat produk XCMG ini juga cocok untuk aktivitas konstruksi.

    Adapun fitur utamanya yakni sistem regeneratif aliran katup eksternal, fungsinya untuk pengumpulan dan re-use energi yang sebelumnya dihasilkan dari proses pengangkatan atau pemuatan.

    Menariknya, ada juga sistem untuk memantau secara cerdas aktivitas dari excavator secara real-time. Tujuannya yakni guna memastikan setiap komponen dan fungsi secara keseluruhan bekerja dengan baik.

    9. Hyundai R1200-9

    Hyundai Excavator terbesar di dunia
    Hyundai R1200-9 Excavator terbesar di dunia

    Kali ini produsen Korea Selatan juga menyumbang salah satu excavator dengan size terbesar di dunia. Ada Hyundai R1200-9 yang menggunakan tiga pompa hidrolik.

    Tak heran jika produk Hyundai ini, mampu mengoptimalkan tingkat tenaga dan presisi. Jadi, sangat pas dalam membantu proses penggalian seperti di pertambangan dan juga di kuari.

    Sama halnya dengan produk-produk excavator sebelumnya, terdapat sejumlah fitur utama yang cukup menarik:

    • Mempunyai kontrol daya cerdas: bisa mengatur pompa sesuai kebutuhan proyek.
    • Advanced Around View Monitoring: bisa membantu operator melihat 360 derajat ke lingkungan sekitar.
    • Eco Gauge: demi memantau tingkat efisiensi pemakaian bahan bakar secara real-time.

    Baca juga: 5 Cara Mengoperasikan Excavator dengan Aman dan Benar

    10. Volvo EC950F

    Tak hanya terkenal dengan produksi vehicle yang kuat, Volvo yang merupakan perusahaan Swedia ini juga memiliki excavator.

    Salah satunya Volvo EC950F yang juga menjadi salah satu alat berat terbesar di dunia. Mesin satu ini serbaguna. Bahkan bisa menyimpan konfigurasi sampai 20 attachment yang berbeda. Jadi, lebih mudah untuk mengaturnya sesuai kebutuhan.

    Excavator terbesar di dunia ini mungkin akan jarang Anda lihat di kehidupan sehari-hari, karena peruntukannya yang memang rata-rata di situs pertambangan. Tapi, semoga informasi ini menambah pengetahuan Anda!

    Baca juga: 5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    Mau Merawat Kendaraan?

    Jika ingin merawat kendaraan truk Eropa milik Anda? Coba layanan terbaik dari PT. Halo Auto Indonesia (PT. HAI) untuk hasil terbaik.

    Sudah berpengalaman sejak 2020, kami siap melayani kebutuhan remanufacturing, rekondisi unit, overhaul, flashing ECU, repair controller, hingga mengatasi masalah software dan hardware truk Anda. Langsung hubungi, ya!

  • 7 Cara Membuat SIO Excavator dan Informasi Biayanya

    7 Cara Membuat SIO Excavator dan Informasi Biayanya

    Setiap orang yang ingin mengoperasikan alat berat excavator, terlebih dahulu harus punya SIO (Surat Izin Operator) yang resmi. Jika belum tahu bagaimana mendapatkannya, mari cek cara membuat SIO Excavator di sini.

    Alat berat adalah sesuatu yang berisiko jika operatornya belum memiliki sertifikasi. Maka, sebelum mengoperasikannya harus ikut training seperti pelatihan K3 Alat Berat dan pelatihan untuk SIO Excavator terlebih dahulu.

    Selain agar tidak menimbulkan risiko bagi orang-orang yang ada di sekitar pengoperasian Excavator, SIO ini berguna untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja dari operatornya.

    Baca Juga: Sudah Sah, Izin Tambang Vale Diperpanjang Hingga 20 Tahun!

    Berapa Biaya Pembuatan SIO Excavator?

    Biaya pembuatan SIO Excavator ini tergantung perusahaan yang menawarkan jasa pembuatannya. Biasanya, berada di kisaran Rp800 ribu – Rp6,5 juta.

    Berbeda juga jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku SIO karena memang masa berlakunya 5 tahun. Setiap lima tahun, Anda harus memperpanjangnya dengan tahapan yang sama dan kemungkinan biayanya juga sama seperti pembuatan di awal.

    Cara Membuat SIO Excavator

    Jika ingin mendapatkan surat izin untuk mengoperasikan excavator, silakan ikuti langkah pembuatan SIO berikut:

    1. Ikut Pelatihan dan Sertifikasi

    Cara mengurus SIO excavator di Depnaker yang pertama yakni mengikuti pelatihan dan sertifikasi.

    Harus memilih pelatihan khusus excavator karena biasanya ada beberapa jenis pelatihan yang Anda pilih berdasarkan jenis alat berat.

    Ikutilah pelatihan dari instansi, perusahaan, atau lembaga resmi yang punya kewenangan. Setelah mengikuti pelatihan, barulah Anda bisa menerima sertifikat/surat izinnya.

    2. Persiapkan Dokumen Persyaratan

    Langkah untuk memperoleh SIO excavator asli dan resmi selanjutnya yakni mempersiapkan dokumen persyaratan pengajuan SIO AB. Adapun syaratnya yakni:

    • Fotokopi KTP/identitas diri
    • Surat keterangan sehat secara fisik dari Puskesmas, Dokter, atau Rumah Sakit
    • Sertifikat yang Anda peroleh dari pelatihan kompetensi operator excavator
    • Surat pernyataan memiliki pengalaman kerja
    • Pas foto terbaru
    • Biaya administrasi

    3. Datang ke Kantor PUPR

    Ya, kantor yang harus Anda datangi adalah kantor PUPR atau cabang PUPR terdekat di wilayahmu.

    Kemudian, cukup datang ke resepsionis dan katakan jika Anda akan mengajukan SIO AB khusus operator excavator.

    4. Lengkapi Formulir

    Cara membuat SIO Excavator selanjutnya yakni mengisi formulir yang sudah tersedia. Lampirkan juga seluruh dokumen yang Anda bawa. Ini gunanya sebagai formulir pengajuan permohonan.

    Baca Juga: Mengenal Rambu-Rambu Tambang demi Keselamatan Kerja

    5. Tunggu Proses Verifikasi

    Kemudian, petugas yang ada akan memeriksa dokumen-dokumen yang telah Anda lampirkan serta formulirnya.

    Siapkan juga diri Anda untuk berjaga-jaga kalau mereka ingin melihat langsung kemampuan Anda untuk mengoperasikan excavator.

    6. Pembayaran

    Jika tahap verifikasi sudah selesai, silakan membayar biaya administrasi. Biayanya terpisah dari biaya awal untuk pelatihan dan sertifikasi.

    7. Menunggu Persetujuan

    Sisanya, Anda tinggal menunggu persetujuan mendapatkan SIO excavator.

    Baca juga: 5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    Dengan seluruh cara membuat SIO excavator ini, Anda sudah mengantongi surat izin mengoperasikan alat berat khusus excavator. Setelah itu, Anda tinggal bekerja tanpa khawatir punya masalah dengan izin beroperasi.

    Jika dalam pekerjaan Anda excavatornya mengalami kerusakan atau ingin performanya seperti baru, jangan lupa hubungi PT. Halo Auto Indonesia.

    Kami sudah berpengalaman lebih dari tiga tahun, baik reparasi hingga perawatan alat berat. Mulai dari remanufacture hingga rekondisi, semuanya bisa!

  • 5 Cara Mengoperasikan Excavator dengan Aman dan Benar

    5 Cara Mengoperasikan Excavator dengan Aman dan Benar

    Salah satu alat berat yang selalu ada di proyek bangunan adalah excavator. Meskipun operator terlihat mudah menjalankannya, tetapi sebenarnya cara mengoperasikan excavator ini terbilang sulit dan tidak boleh asal.

    Ada banyak poin yang perlu dipelajari karena tuas-tuasnya berbeda dengan mobil pada umumnya. Biasanya operator excavator haruslah seorang yang sudah berpengalaman dan berhasil mengantongi SIM B2.

    Namun, jika Anda ingin belajar bagaimana cara menjalankan ekskavator secara dasar? Ikuti panduan lengkapnya pada artikel kali ini.

    Cara Mengoperasikan Excavator

    Ada lima dasar yang perlu diketahui dalam pengoperasian excavator. Apa saja itu? Yuk cek selengkapnya di bawah ini:

    1. Kontrol

    Menjadi seorang operator excavator Anda harus memiliki kontrol yang tepat. Dalam hal ini Anda harus menguasai joystick yang ada pada alat berat.

    Joystick Kanan berfungsi untuk mengontrol Boom dan Bucket, sedangkan Joystick Kiri untuk mengontrol tongkat dan ayunan.

    2. Mengemudi

    Selanjutnya, dalam proses mengemudi pastikan Anda sudah mengenal pedal truck terlebih dahulu agar memudahkan pengontrolan arah. Contohnya ketika Anda menghadap ke depan, maka pedal akan beroperasi berikut:

    • Kedua kelopak buka ditekan agar excavator bergerak maju lurus
    • Kelopak kanan akan membantu Anda bergerak ke kanan
    • Lintasa kiri untuk berpindah ke kiri
    • Kedua kelopak bunga ditekan ke belakang untuk membuat excavator mundur lurus.

    3. Menggali

    Cara menggali juga wajib Anda pelajari jika ingin menjadi seorang operator excavator. Kunci keberhasilan menggali dengan berada di lintasan karena hal ini dapat menjaga mesin tetap stabil.

    4. Penimbunan Ulang

    Proses penimbunan ulang dengan excavator perlu Anda lakukan dari titik terjauh. Usahakan tidak menggali di bawah permukaan tanah untuk penimbunan ulang.

    5. Parkir

    Terakhir, proses mengoperasikan excavator untuk parkir harus sejajar dengan jejak. Lalu, turunkan ember sampai rata dengan tanah. Tarik rem untuk mengunci mesin dan turunkan throttle. Biarkan mesin dalam keadaan idle dan matikan excavator.

    Baca juga: 7 Nama Komponen Excavator dan Fungsinya Lengkap!

    Tips Aman Mengoperasikan Excavator

    Setelah mempelajari cara untuk mengoperasikan excavator, sekarang saatnya Anda tahu tips aman melakukannya. Berikut panduan lengkapnya:

    • Pertama, cek sekeliling Anda sebelum mengoperasikan alat berat. Hindari jaringan kabel ataupun utilitas bawah tanah pemicu cedera.
    • Lakukan pengecekan terhadap alat berat sebelum digunakan. Mulai dari oli mesin, oli hidrolik, radiator, instalasi kabel, sampai ruangan mesin. Pastikan dalam kondisi baik.
    • Jangan lupa memberi pelumas pada alat berat. Tujuannya agar mesin tidak mudah aus atau keropos dan menghambat kinerja.
    • Pastikan terdapat space sesuai kebutuhan dan tidak ada seorang pun di area tersebut.
    • Gunakan sabuk pengaman untuk keselamatan kerja
    • Selain itu, Anda juga harus berhati-hati ketika turun ataupun naik alat berat.

    Nah, demikianlah beberapa cara mengoperasikan excavator bagi pemula yang penting Anda ketahui. Jangan lupa terapkan tips aman mengoperasikannya agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

    Selain itu, lakukan pengecekan secara berkala pada excavator untuk memastikan aman digunakan. Caranya dengan melakukan perawatan. Anda bisa mempercayakan perawatan dan perbaikan alat berat di Halo Auto Indonesia.

    Kami menyediakan layanan reman untuk membuat excavator memiliki performa seperti baru. Yuk, service alat berat di Halo Auto Indonesia sekarang juga.

  • 7 Nama Komponen Excavator dan Fungsinya Lengkap!

    7 Nama Komponen Excavator dan Fungsinya Lengkap!

    Salah satu alat berat di industri konstruksi, excavator wajib Anda pahami detailnya. Pasalnya, hal ini akan memudahkan Anda dalam beroperasi. Oleh karena itu, mari pelajari nama komponen excavator dan fungsinya apa saja.

    Mengingat masih banyak orang belum mengenal excavator dengan baik, terlebih masing-masing fungsinya. Sehingga, mulai belajar dari komponen yang ada akan membantu Anda mengenal excavator dengan baik.

    Dengan tahu komponen yang ada, maka Anda bisa membuat kinerja alat ini berjalan optimal dalam berbagai macam proyek. Yuk cek di sini.

    Baca juga: Inilah 10 Hasil Tambang di Indonesia dan Daerahnya

    Nama Komponen Excavator dan Fungsinya

    Mau tahu komponen apa saja yang ada di excavator? Berikut beberapa daftar lengkap komponen beserta fungsinya, antara lain:

    1. Bucket Cylinder (Silinder Ember)

    Pertama, ada komponen hidrolik yang terhubung langsung pada bucket yaitu bucket cylinder. Bagian ini memiliki fungsi untuk membuat bucket bergerak dari depan ke belakang saat melakukan penggalian dan mengangkat material.

    Melalui bucket cylinder, operator akan lebih mudah dalam mengontrol gerakan presisi untuk memindahkan material yang ada.

    2. Bucket (Ember)

    Alat utama yang wajib ada di excavator adalah bucket. Kira-kira apa fungsi bucket pada excavator? Sesuai dengan namanya, bucket berfungsi untuk menggali dan mengangkat material.

    Letaknya ada di bagian ujung lengan (arm) dan punya cukup banyak ukuran dan bentuk. Biasanya desain bucket pada excavator akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan operator lakukan. Seperti bucket berlubang untuk proses penyaringan material.

    3. Arm (Lengan)

    Nama Komponen Excavator dan Fungsinya
    Image by Channel Youtube Gobang Express

    Komponen yang menjadi jembatan untuk menghubungkan bucket dan boom adalah arm (lengan). Pada bagian ini terdapat fleksibilitas serta panjang pendek yang mudah untuk operator atur sesuai kebutuhan.

    Arm berfungsi untuk memperpanjang jangkauan pada area kerja khusus yang dibutuhkan. Di sini, operator memiliki peranan penting untuk mengendalikannya.

    Baca juga: Memahami Apa Itu PA, MA, UA, EU: Indikator Produktivitas Alat Berat

    4. Arm Cylinder (Silinder Tangan)

    Selanjutnya ada komponen turunan dari arm yaitu arm cylinder. Keberadaan komponen ini untuk membantu proses menggerakkan lengan ke atas dan ke bawah.

    Melalui pergerakan cylinder ini, operator bisa melakukan penyesuaian posisi serta sudut lengan untuk kebutuhan penggalian.

    5. Engine/Hydraulic Pump Room (Mesin atau Ruang Pompa Hidrolik)

    Nama komponen mesin excavator adalah Engine/ Hydraulic Pump Room. Di sini merupakan tempat dari mesin operasional serta pompa hidrolik berada.

    Nantinya, mesin ini akan operator gunakan untuk menggerakkan pompa hidrolik dan menghasilkan tenaga guna menggerakkan komponen hidrolik excavator. Beberapa contohnya seperti motor, silinder, dan pompa lainnya di dalam excavator.

    Selain itu, keberadaan mesin ini juga berfungsi menjadi mesin pendingin.

    6. Swing Drive (Pemutar)

    Berikutnya ada komponen yang bertugas untuk mengatur gerakan rotasi pada excavator yaitu Swing Drive. Tempatnya berada di bagian bawah struktur boom, tetapi berfungsi untuk mengatur gerakan excavator hingga 360 derajat.

    Melalui alat ini, memungkinkan excavator untuk terjun ke area konstruksi dengan lebih fleksibel tanpa harus bergerak.

    7. Track (Rantai)

    Terakhir, ada sistem gerak excavator yaitu track atau rantai. Track terbuat dari beberapa ruas rantai karet yang saling terhubung. Sehingga terbentuk traksi serta stabilitas pada berbagai jenis medan.

    Keberadaan dari track sendiri juga memungkinkan excavator untuk bergerak maju, mundur, hingga berputar sekalipun.

    Demikianlah beberapa daftar nama komponen excavator dan fungsinya yang belum lengkap seluruhnya. Namun, daftar di atas merupakan komponen yang membantu excavator bekerja secara maksimal.

    Untuk mencegah permasalahan ketika bekerja, sebaiknya lakukan pengecekan dan perawatan secara berkala pada komponen excavator. Jika tidak memiliki waktu, Anda bisa mempercayakannya pada Halo Auto Indonesia.

    Perusahaan reman alat berat ini akan membantu Anda untuk melakukan service, maintenance, hingga pengadaan suku cadang untuk mengoptimalkan excavator bekerja optimal. Yuk, lakukan perawatan di Halo Auto Indonesia sekarang juga.

  • 5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    5 Jenis Excavator Komatsu, Paling Laris di Indonesia!

    Orang yang sering menggarap proyek-proyek besar, pasti sudah tidak asing dengan merk excavator Komatsu. Banyak sekali jenis excavator Komatsu yang sering membantu para pekerja proyek.

    Excavator menjadi salah satu jenis alat berat yang bermanfaat dalam berbagai proyek, mulai dari skala menengah hingga proyek berskala besar.

    Komatsu, sebagai produsen yang menjadi pelopor alat berat di Asia Tenggara, menghadirkan berbagai jenis excavator canggih dengan teknologi terkini.

    Adapun ciri khas dari excavator dari Komatsu yakni mampu membantu kinerja operator, tapi tidak meninggalkan poin kenyamanan dan keselamatan orang-orang di lingkungan pekerjaan.

    Maka tak heran, kalau banyak yang memilih Komatsu untuk berbagai proyek.

    Baca Juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Jenis Excavator Komatsu Paling Sering Dipakai di Indonesia

    Dari berbagai jenis-jenis excavator produk Komatsu, ada beberapa jenis yang penggunaannya paling sering terlihat di banyak proyek, terutama untuk di Indonesia. Ini untuk lebih lengkapnya:

    1. Si Kecil dan Lincah, Komatsu PC 50

    Alat berat satu ini, tergolong sebagai mini excavator daripada jenis yang lainnya. Keunggulan utama dari Komatsu PC 50 terletak pada bodi yang ramping. Maka, tak heran jika kelincahan adalah salah satu kelebihan dari excavator ini.

    Berat operasionalnya 5040 kilogram, sangat berat jika menghitungnya dengan ukuran normal, tapi begitu ringan jika membandingkannya dengan jenis excavator milik Komatsu lainnya.

    Komatsu PC 50 mempunyai bucket berukuran 0,10 m3. Meskipun kecil, kemampuannya dalam menghasilkan galian bisa sampai 3.800 meter. Dengan tinggi sekitar 2,6 meter dan lebar 5,5 meter, tak heran jika alat ini sering muncul di proyek skala menengah.

    2. Jagonya Konstruksi Modern, Komatsu PC 75

    Sedikit lebih besar dari jenis excavator Komatsu sebelumnya, PC 75 menjadi jagoan dalam konstruksi modern.

    Biasanya jenis ini berfungsi sebagai penggali parit, lubang, pondasi, bahkan sering menjadi alat berat untuk meratakan jalan dan juga membersihkan puing-puing.

    Tipe excavator Komatsu PC 75 juga beragam. Mulai dari tipe PC75UU-2, PC75UU3, PC75R-2, PC75R-3, dan PC75UU-1. Setiap tipe, punya spesifikasinya masing-masing.

    Dengan kemampuan berat operasi maksimum yang mencapai 75 metrik ton, Komatsu PC 75 juga sering menjadi andalan dalam industri pertambangan hingga mineral.

    Baca juga: 12 Tambang Emas Terbesar di Indonesia, Cek Lokasinya!

    3. Paling Hemat Bahan Bakar dan Teknologi Canggih, Komatsu PC78US-11

    Jenis Excavator Komatsu
    Jenis Excavator Komatsu Terbaik

    Banyak yang menjadikan Komatsu PC78US-11 ini sebagai pilihan karena paling hemat bahan bakar plus telah menerapkan teknologi canggih di dalamnya.

    Teknologi efisiensi bahan bakar plus kopling kipas yang ada, mampu menurunkan tingkat penggunaan bahan bakar hingga 13%.

    Bahkan, ada teknologi Fast Cycle dan Custom Modes yang memungkinkan daya ayun Komatsu PC78US-11 ini lebih cepat dan responsif.

    Soal perataan maupun penggalian, bisa jauh lebih cepat daripada model sebelumnya. Fleksibilitas penggantian hingga enam mode kerja, menjadikan Anda bebas menggantinya sesuai kebutuhan.

    Mau performa yang lebih baik? Bisa. Mau lebih hemat bahan bakar? Ini adalah jenis excavator yang tepat bagi Anda.

    4. Komatsu PC200-10M0 CE

    Saat ini, pasar alat berat yang ada di Indonesia banyak didominasi excavator kelas 20 ton.

    Hal ini menjadi masuk akal karena bisa untuk berbagai sektor bisnis. Salah satu jenis yang cukup sering jadi pilihan Komatsu PC200-10M0 CE.

    Memiliki tiga keunggulan utama yakni:

    • Mampu mendukung produktivitas yang tinggi
    • Mudah soal perawatan
    • Bisa menghemat hingga 18% bahan bakar

    Harga alat berat Komatsu di kelas 20 ton ini, berada pada kisaran Rp1,5 miliar untuk unit baru. Mungkin tak berlebihan jika kami katakan ini adalah excavator yang cukup terjangkau.

    Sangat pas dengan kebutuhan pekerjaan light-medium untuk berbagai industri/sektor bisnis.

    Dengan mesin 4 silinder, boom dan arm yang sudah ditingkatkan, hingga swing cirlce kuat, menjadikan produktivitas excavator ini lebih baik. Apalagi, fitur eco-gauge indicatornya mampu menghemat bahan bakar sampai 18%.

    Baca juga: 7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    5. Lebih Kuat Menggali dengan Komatsu PC300-8M0

    Jenis ini ada di level 30 ton, lebih besar dari semuanya. Bisa jadi pilihan terbaik jika Anda butuh excavator dengan kekuatan penggalian yang besar.

    Mau pindah tanah, atau memecahkan batu, PC300-8M0 adalah pilihan tepat. Keunggulannya yakni:

    • Teknologi canggih
    • Engine yang bertenaga
    • Tingkat kebisingan rendah
    • Kenyamanan dan keamanan

    Semua jenis excavator Komatsu ini, sepertinya yang paling laris dan mendominasi berbagai sektor bisnis di Indonesia. Mulai dari proyek pembangunan, hingga proyek agribisnis.

    Setelah memilih yang terbaik untuk proyekmu, jangan lupa merawat mesin excavator Komatsu dan pilih tempat perawatan terbaik seperti PT. Halo Auto Indonesia (HAI). Telah berdiri sejak 2020, PT. HAI bisa menyediakan berbagai layanan.

    Misalnya remanufacture, rekondisi, overhaul, dan masih banyak lagi. Percayakan unitmu dengan layanan terbaik dari PT. Halo Auto Indonesia!

  • 7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    7 Jenis Bucket Excavator Lengkap dengan Fungsinya

    Excavator menjadi salah satu alat berat yang familiar dan sering orang temui. Baik dalam proses Pembangunan jalan, perkebunan, ataupun pertambangan. Namun, tahukah Anda apa saja jenis bucket excavator?

    Bagi orang awam, mungkin excavator hanya bermacam satu. Namun sebenarnya terdapat cukup banyak jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Penasaran apa saja macamnya? Mari cari tahu selengkapnya pada artikel kali ini.

    Baca juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Jenis Bucket Excavator

    Ada berapa jenis bucket excavator dalam industri konstruksi? Anda bisa cek daftar lengkapnya di sini:

    1. Standard Bucket Excavator

    Pertama ada standard bucket. Jenis bucket satu ini paling umum masyarakat ketahui karena lebih sering digunakan. Bentuk bucketnya cekung atau bulat. Fungsi utama penggunaannya untuk penggalian umum material.

    Selain itu, standard bucket excavator juga bisa untuk pekerja konstruksi umum seperti pemindahan material yang banyak dengan waktu lebih cepat. Kapasitasnya beragam, tergantung dari model serta ukuran yang Anda gunakan.

    2. Trapezoid Bucket Excavator

    Memiliki nama unik, Trapezoid Bucket Excavator pun punya bentuk yang sama menariknya yaitu trapezium. Bagian sisi atas lebih lebar sedangkan sisi bawahnya cenderung menyempit.

    Trapezoid berfungsi untuk proses penggalian dan pemindahan material di area yang butuh presisi. Contohnya seperti kondisi di saluran drainase ataupun parit yang memiliki dimensi tertentu.

    3. Ripper Bucket Excavator

    Selanjutnya ada jenis jenis bucket excavator dengan desain khusus yang sengaja dirancang untuk melakukan pekerjaan tertentu. Misalnya seperti Ripper Bucket Excavator dengan fungsi penghancuran material keras.

    Pasalnya, jenis excavator ini memiliki gigi tajam yang memudahkannya untuk proses menghancurkan permukaan tanah. Baik dalam kondisi tanah berbatu, keras, ataupun permasalahan lainnya.

    Baca juga: Mengenal Dump Truck Tambang: Jenis dan Spesifikasi Lengkap

    4. Hammer / Breaker Bucket Excavator

    Berikutnya adalah Hammer atau Breaker Bucket Excavator. Berbeda dengan excavator pada umumnya, Hammer memiliki ciri paling menarik dengan fungsi yang signifikan.

    Menjadi bucket khusus, Hammer memiliki perangkat palu hidrolik atau pemecah bebatuan.

    Sesuai dengan struktur desainnya, Breaker Bucket Excavator ini biasa perusahaan pakai untuk memecahkan beton ataupun pekerjaan dalam kondisi persiapan pondasi.

    Meskipun cukup sulit, tetapi fasilitas perangkat pemecah yang terpasang sempurna di badan bucket memudahkan excavator untuk eksekusi proses penghancuran material dengan presisi dan penuh kekuatan.

    5. Ditch Cleaning Bucket Excavator

    Pernah mendengar grading bucket? Jika iya, maka Ditch Cleaning Bucket Excavator merupakan jenis yang sama. Penyebutan keduanya berarti satu alat yang sama.

    Ditch Cleaning Bucket Excavator biasa orang gunakan untuk membersihkan saluran ataupun parit dari berbagai material mengganggu. Mulai dari material berjenis bebatuan, lumpur, ataupun tanah sekalipun.

    Alat ini juga mempunyai desain khusus yang halus dengan sisi lebih lebar dan juga panjang. Desain tersebut memungkinkan Ditch Cleaning Bucket Excavator untuk membersihkan dan meratakan parit lebih efisien.

    Namun, untuk kapasitas bucket excavator satu ini belum bisa dipastikan. Mengingat model dan ukurannya pun bermacam-macam. Sehingga pengukuran kapasitas harus disesuaikan dengan bentuknya terlebih dahulu.

    6. Slope Finishing Bucket Excavator

    Lalu, untuk permasalahan permukaan lereng yang memiliki akurasi tinggi, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan Slope Finishing Bucket Excavator. Alat berat satu ini mempunyai sisi yang cembung.

    Hal tersebut pastinya akan memudahkan pengguna untuk melakukan penghalusan dan merapikan permukaan lereng. Pemanfaatan alat ini paling sering terjadi di area saluran irigasi, bendungan, hingga proyek lansekap.

    Baca juga: 10 Cara mengoptimalkan Kinerja: Cara Merawat Alat Berat di Tambang Batubara

    7. Skeleton Bucket Excavator

    Terakhir, jenis dari bucket excavator yang perlu Anda ketahui adalah Skeleton Bucket Excavator. Peralatan konstruksi satu ini terbuat dari kerangka yang memiliki celah antara gigi dengan batang.

    Skeleton Bucket Excavator paling cocok untuk melakukan tugas pemindahan material dengan penyaringan. Misalnya seperti pemisahan batu atau kerikil dari tanah, penyaringan material yang kelebihan atau kekurangan air, hingga bebatuan kecil.

    Pasalnya, Skeleton memungkinkan material halus dapat lolos melalui celah-celah alat. Namun, untuk material dengan ukuran lebih besar dapat tertahan di dalam bucket.

    Nah itulah beberapa jenis bucket excavator yang perlu Anda ketahui secara umum. Keseluruhan alat berat tersebut sering digunakan untuk pekerjaan konstruksi, pertambangan, hingga pembangunan jalan.

    Meskipun begitu, alat berat ini membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kualitasnya.

    Salah satu perusahaan terpercaya yang menangani service dengan spesialisasi remanufacture, maintenance, hingga pengadaan suku cadang adalah Halo Auto Indonesia.

    Menjadi aset penting untuk kelancaran pekerjaan konstruksi, pastikan alat berat Anda tetap dalam kondisi prima. Yuk percayakan perawatannya hanya di Halo Auto Indonesia.

  • Alat Berat Excavator: Jenis, Cara Kerja, dan 4 Merk Terbaik

    Alat Berat Excavator: Jenis, Cara Kerja, dan 4 Merk Terbaik

    Dalam proses penggalian dan konstruksi, alat berat excavator mempunyai peran yang sangat penting. Di Indonesia sendiri, excavator biasa disebut dengan beko atau bego.

    Alat tersebut kerap digunakan untuk membongkar material di area konstruksi, menggali tanah, memuat material, hingga pembangunan tol, gedung, jembatan, jalan raya, atau yang lainnya.

    Sebenarnya, apa itu alat berat excavator, apa fungsinya, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ulasannya:

    Pengertian Alat Berat Excavator

    Alat berat adalah mesin yang berukuran besar, didesain khusus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat. Sementara alat berat excavator adalah alat berat yang terdiri dari beberapa komponen.

    Adapun komponen alat berat excavator ialah batang, keranjang, tongkat, hingga rumah atau keranjang dalam yang digunakan untuk melakukan penggalian. Rumah tersebut diletakkan di bagian atas kereta bawah, dan dilengkapi dengan roda atau roda rantai.

    Masing-masing komponen tersebut mempunyai fungsi sebagai tenaga penggerak hidrolik dan alat keruk. Alat tersebut digerakkan oleh mesin diesel yang letaknya di bagian atas track shoe (roda rantai).

    Menariknya, alat ini termasuk alat serbaguna, lantaran bisa digunakan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan.

    Ia dibuat oleh teknisi Amerika Serikat yang bernama William Smiths Otis. Di awal pembuatan, hanya terdapat 7 unit saja di seluruh dunia. Namun, alat tersebut terus mengalami perkembangan, hingga saat sudah tersebar dalam jumlah yang banyak.

    Awalnya, ia juga hanya sebatas digunakan di atas rel kereta. Ia beroperasi dengan keranjang pengeruk yang ditarik dengan rantai. Kemudian, terus mengalami perkembangan hingga menjadi sebuah alat yang sangat canggih.

    Sehingga, mampu membuat proses pengerjaan konstruksi menjadi lebih cepat, efisien, mudah, dan mengalami peningkatan.

    Baca juga: Alat Berat Scraper: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Fungsi Alat Berat Excavator

    Alat berat yang satu ini bukan hanya mempunyai peranan yang sangat penting di bidang konstruksi, tapi juga di bidang yang lain, seperti pertambangan, perkebunan, dan yang lainnya.

    Adapun fungsi utamanya adalah untuk menggali material. Namun, selain untuk menggali material, excavator juga mempunyai fungsi yang lain. Berikut beberapa fungsi lainnya:

    1.  Memadatkan dan Meratakan Tanah

    Permukaan tanah yang tidak rata dan tidak padat bisa diratakan dengan menggunakan alat berat satu ini.

    Dulunya, masyarakat Indonesia hanya mengandalkan cangkul atau alat tradisional lain untuk memadatkan dan meratakan permukaan tanah. Penggunaan alat tradisional membutuhkan waktu dan tenaga dalam jumlah besar.

    Dengan adanya alat berat excavator, prosesnya menjadi lebih mudah dan cepat, tidak perlu banyak tenaga pula.

    2. Menghancurkan Material

    Fungsi excavator yang berikutnya adalah untuk menghancurkan material. Menghancurkan material adalah salah satu pekerjaan berat di dalam dunia konstruksi.

    Namun, saat ini penghancuran material sudah bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat satu ini.

    3. Mengangkut Material

    Fungsi lainnya adalah untuk mengangkut material. Mulai dari batu-batuan, kemudian lumpur, tanah, dan yang lainnya. Mengangkut material-material berat menggunakan alat berat seperti ini akan membuat proses pengakutan menjadi lebih cepat.

    4. Membongkar Material

    Dalam proses penancapan pondasi tiang pancang, dibutuhkan alat untuk membongkar material. Biasanya, perusahaan akan memilih menggunakan excavator. Sehingga, pembongkaran material lebih efisien dan sesuai kebutuhan.

    Jenis-Jenis Excavator

    Jenis-Jenis Alat Berat Excavator
    Jenis-Jenis Excavator

    Excavator terdiri dari berbagai jenis. Masing-masingnya mempunyai spesifikasi yang berbeda. Dalam proses pengerjaan sesuatu, Anda dapat menggunakan sesuai kebutuhan saja. Berikut jenis-jenis excavator yang perlu Anda tahu:

    1.  Crawler

    Jenis excavator pertama adalah crawler. Alat satu ini beroperasi dengan menggunakan rota berantai di bagian sebelah kiri dan kanan. Roda berantai di crawler mirip dengan yang ada di tank tentara.

    Adapun fungsinya adalah untuk membuat alat berjalan secara stabil di permukaan yang kasar atau berlumpur. Fungsi alat berat excavator satu ini adalah untuk penambangan, menggali parit, dan menata lanskap.

    Terdapat berbagai keunggulannya, salah satu keunggulan tersebut adalah bisa digunakan walau di permukaan yang tidak rata. Sayangnya, crawler memang mempunyai gerak lambat, bahkan lebih lambat dibandingkan wheeled.

    Meskipun demikian, alat ini tetap menjadi salah satu alat berat yang sering digunakan, lantaran kemampuannya berjalan stabil di berbagai jenis permukaan.

    2. Suction

    Suction merupakan jenis excavator yang kerap kali digunakan untuk pekerjaan bawah tanah. Selain itu, ia juga sering digunakan untuk membersihkan puing-puing. Menariknya, alat satu ini mempunyai daya hisap yang tergolong tinggi.

    Sehingga, mampu meminimalisir terjadinya kerusakan di tempat pengerjaan. Daya hisapnya mempunyai pipa dengan diameter 30 cm. Walau cukup kecil, tapi tetap bisa bekerja dengan water jet sampai kecepatan 320 km/jam.

    Kecepatan tersebut membuat pipa penyedot tanah atau puing dalam waktu yang relatif cepat.

    3. Wheeled

    Sementara jenis yang satu ini biasa digunakan pada pekerjaan di permukaan yang keras, dan cenderung datar. Tidak heran jika kemudian ia mampu berjalan cukup cepat. Wheeled cocok untuk medan aspal dan beton.

    Bentuknya sendiri agak sama dengan crawler. Perbedaan keduanya terletak pada bagian rodanya.  Wheeled mempunyai roda dari karet, dengan maksud membuat daya cengkramnya menjadi lebih baik.

    4. Long reach

    Pada area-area yang agak sulit dijangkau, biasanya perusahaan akan menggunakan alat berat excavator yang satu ini. Misal, dalam proses pembongkaran di atas danau atau sungai.

    Long reach mempunyai lengan dan boom yang bisa Anda atur sendiri sesuai kebutuhan. Adapun panjang lengan maksimalnya adalah 30 meter. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya untuk menjangkau galian dengan jarak jauh.

    Sayangnya, dengan ukurannya yang besar, alat satu ini tidak dapat digunakan di area atau tempat sempit.

    Baca juga: 9 Jenis Alat Berat Tambang dan Kegunaannya

    Cara Kerja Excavator

    Alat berat ini bukan hanya sekedar mampu melakukan gerakan maju-mundur saja. Hal ini lantaran ada bucket yang menggunakan tuas kontrol. Sehingga, ini jauh lebih kompleks daripada kendaraan lain.

    Sebelum memahami bagaimana cara kerja excavator, Anda harus memenuhi beberapa syarat wajib, yaitu harus sudah mempunyai sim B2. Kemudian, selalu mengenakan baju keselamatan serta topi selama bekerja atau mengendarainya.

    Syarat lain adalah selalu melakukan pengecekan kondisi alat sebelum Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk mengatasi terjadinya beberapa hambatan dalam mengoperasikan alat tersebut.

    Jika sudah memenuhi syarat tersebut, Anda dapat memahami bagaimana cara kerja excavator berikut:

    1.  Menjalankan dan Membelokkan Alat

    Bagian paling basic adalah menjalankan dan membelokkan alat excavatornya. Bagian tuas track kanan dengan kiri terdapat di bagian depan. Tarik tuas bersamaan ke belakang untuk menggerakkan excavator ke arah depan.

    Sementara untuk menggerakkannya ke belakang ialah dengan mendorong tuas bersamaan ke depan.

    Membelokkan alat berat ke kiri bisa Anda lakukan dengan menarik tuas sebelah kanan ke belakang.  Jika ingin berbelok ke kanan, tinggal tarik saja tuas kiri ke belakang. Bagian tuas track kanan dan kirinya ada di bagian depan.

    2. Mengontrol Arah Kabin dan Bim

    Apabila akan menggeser kabin ke kanan, Anda dapat menggeser tuas ke sebelah kanan. Begitu pun jika ingin menggeser kabin ke kiri, maka tinggal geser saja tuas ke sebelah kiri.

    Jika ingin menaikkan arm, tari tuas ke belakang. Sementara untuk menurunkan arm, bisa dengan mendorong tuas ke bagian depan. Tuas atau panel kontrolnya ada di bagian kiri.

    3. Menjalankan Bucket dan Boom

    Cara menurunkan boom bisa dengan mendorong tuas ke depan. Apabila akan menaikkannya, bisa dengan menarik tuas ke belakang.

    Jika Anda akan  menurut bucket, geser tuas ke kiri, dan menggeser tuas ke kanan jika ingin membuka bucket. Tuas atau panel kontrolnya ada di bagian kanan.

    4. Mengunci Tuas Excavator

    Bagian terakhir adalah mengunci tuas excavator. Menutup fungsi tuas bisa dengan menarik tuas ke atas.

    Namun, apabila ingin membukanya ialah dengan mendorong tuas ke bawah.  Bagian locker atau shut off bisa Anda temukan di bagian sebelah kiri.

    Rekomendasi Alat Berat Excavator

    Rekomendasi Alat Berat Excavator
    Daftar Rekomendasi Alat Berat Excavator

    Saat ini, ada banyak merk alat berat excavator yang bisa Anda pilih. Berikut ini kami berikan beberapa merk terbaik.

    1.  Komatsu

    Komatsu adalah merk terkenal yang berasal dari Jepang. Merk ini kerap menjadi pilihan utama di dunia konstriksi, terlebih lagi di Indonesia. Banyak faktor yang membuat merk ini menjadi pilihan.

    Beberapa faktornya adalah desainnya yang inovatif, daya tahannya yang tinggi, hingga performa yang handal.

    Tidak heran, jika Komatsu sering digunakan untuk mengerjakan proyek besar, mulai dari pembangunan jalan, tambang, atau yang lainnya.

    2. Hitachi

    Sama halnya dengan merk sebelumnya, Hitachi juga berasal dari Jepang, dan sudah lama memasok alat berat di Indonesia. Hitachi mempunyai teknologi canggih, sehingga mempunyai kinerja terbaik dan efisien.

    3. Caterpillar

    Caterpillar lebih terkenal dengan CAT. Ia adalah brand terkenal di dunia industri konstruksi global. Caterpillar terkenal sebagai alat yang handal dan tangguh untuk mengerjakan berbagai proyek.

    4. Hyundai

    Adapun rekomendasi berikutnya adalah Hyundai, salah satu merk yang juga terkenal. Hyundai merupakan brand dari Korea Selatan, dan kerap menjadi pilihan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

    Alat berat dari brand ini mempunyai performa yang sangat baik dan bisa menjadi andalan. Apalagi dengan penawaran harga yang bersaing.

    Harga Alat Berat Excavator

    Harga alat berat excavator sendiri bervariasi. Hal ini tergantung pada beberapa faktor.  Faktor pertama adalah jenisnya, kemudian bisa juga karena merek atau brand excavatornya.

    Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya membandingkan dahulu kualitas dan harganya. Adapun beberapa contoh harga alat berat sesuai mereknya bisa Anda lihat pada list berikut:

    Kobelco SK200-8 tahun 2014 seharga Rp875.000.000

    Hitachi Zaxis 200 tahun 2014 seharga Rp985.000.000

    Caterpillar 320D tahun 2013 seharga Rp775.000.000

    Komatsu PC200-8 tahun 2013 seharga Rp875.000.000

    Jika perusahaan Anda bergerak di bidang konstruksi, penting untuk selalu memperhatikan kondisi alat berat.

    Anda bisa menggunakan layanan perawatan dan perbaikan alat berat kepada Halo Auto Indonesia. Kami merupakan perusahaan terbaik yang fokus pada pengadaan suku cadang, rekondisi unit, hingga transmisi dan differential alat berat dan truk.

    Kami akan memenuhi kebutuhan alat berat Anda semaksimal mungkin. Apalagi, pengerjaan Halo Auto Indonesia menggunakan perlengkapan terbaik, dan data-data standar, yang akan membuat pengadaan lebih cepat.

    Kami juga memberikan garansi sampai 1 tahun untuk tiap komponen yang kami kerjakan. Bagaimana, menarik sekali bukan? Kami tunggu pesanan Anda, dan dapatkan berbagai penawaran menarik kami.