Author: Erwin Juntoro

  • 7 Fungsi Crane dalam Industri Konstruksi

    7 Fungsi Crane dalam Industri Konstruksi

    Crane memiliki peran penting dalam industri konstruksi. Fungsi crane yaitu untuk mengangkat berbagai bahan konstruksi berat. Komponen dasar crane adalah tali hoist, tali kawat, rantai, dan roda pemandu.

    Crane modern menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan operasi pengangkatan yang rumit.

    Berkat kemajuan teknologi, crane sekarang menggunakan sistem hidrolik dan motor listrik dengan kemampuan yang meningkat.

    Walaupun perkembangan teknologi yang masif, tetap saja orang yang mengoperasikan crane harus mengerti teknik dari berbagai jenis crane beserta fungsinya.

    Tidak salah, jika operator crane punya gaji yang menggiurkan karena selalu berpacu dengan alat berat.

    Pengertian Crane

    Crane adalah mesin berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan beban berat seperti peralatan dan bahan konstruksi. Ada berbagai jenis crane dalam industri konstruksi, pelabuhan, dan sektor lain yang membutuhkan pengangkatan beban berat.

    Contohnya, penggunaan crane untuk memuat dan membongkar kontainer di pelabuhan atau stasiun kereta api, atau penggunaan crane besar untuk mengangkat komponen pesawat besar di industri dirgantara.

    Fungsi Crane

    Crane sangat berguna di lokasi konstruksi karena perannya dalam pengangkatan beban berat hingga perakitan yang rumit. Berikut beberapa fungsi dari crane.

    1. Mengangkat Bahan Berat

    Crane unggul dalam mengangkat bahan berat dalam hal presisi dan kekuatan. Baik itu balok baja, blok beton, atau peralatan konstruksi yang besar, crane menangani bobotnya dengan mudah.

    2. Merakit Struktur

    Crane sangat penting dalam membangun struktur dan mengangkat serta menempatkan komponen-komponen seperti kerangka dan elemen beton pracetak. Ketepatannya memastikan bahwa setiap bagian cocok dengan sempurna.

    3. Fungsi pada Ketinggian dan Jangkauan

    Saat bekerja di ketinggian atau mencapai area yang sulit Anda akses, crane adalah solusi yang tepat. Crane memungkinkan pekerja untuk mengakses lokasi yang tinggi dengan aman.

    4. Menangani Material

    Crane adalah penangan material yang efisien karena mengangkat beban berat di seluruh lokasi konstruksi. Mobilitas dan fleksibilitasnya menyederhanakan logistik, meminimalkan waktu, dan kebutuhan tenaga kerja.

    5. Menempatkan Beban

    Presisi adalah kunci dalam konstruksi. Crane menempatkan beban berat tepat di tempat yang Anda butuhkan. Ketepatan ini memastikan integritas dan keselamatan proyek.

    6. Fungsi Pembongkaran

    Dalam aktivitas pembongkaran terkontrol, crane dilengkapi dengan bola hancur atau komponen pelengkap lainnya untuk meruntuhkan struktur dengan aman.

    7. Fungsi Pemeliharaan dan Perbaikan

    Crane juga berkontribusi pada pemeliharaan dan perbaikan struktur yang ada. Alat ini memberikan akses untuk inspeksi, pekerjaan perbaikan, dan pemasangan peralatan di lokasi yang tinggi.

    Fungsi-fungsi ini secara bersama-sama memberdayakan crane untuk mengubah proyek konstruksi, membuatnya lebih efisien, lebih aman, dan lebih presisi.

    Jenis-Jenis Crane

    Crane hadir dalam berbagai bentuk dalam konstruksi, masing-masing sesuai dengan tugas dan tantangannya. Berikut beberapa jenis crane:

    • Tower crane untuk merakit pencakar langit dan struktur besar lainnya.
    • Mobile crane adalah mesin serbaguna yang cocok untuk berbagai tugas, mulai dari memasang peralatan berat hingga membantu dalam perakitan konstruksi.
    • Crawler crane menawarkan stabilitas di medan yang tidak rata, cocok untuk mengangkat mesin berat atau merakit jembatan.
    • Telescopic crane memiliki boom teleskopik yang dapat diperpanjang atau ditarik sesuai kebutuhan.
    • Overhead crane biasanya ditemukan di pabrik dan pengaturan industri untuk memindahkan bahan berat di dalam ruang kerja.
    • Speciality crane untuk tugas khusus seperti marine crane untuk pekerjaan di pantai dan floating crane untuk operasi pelabuhan.

    Setiap crane tersebut membawa sejumlah keuntungan dan kemampuan tersendiri ke lokasi konstruksi. Memahami perbedaan antara jenis-jenis crane ini sangat penting untuk memilih yang tepat untuk pekerjaan tertentu.

    Cara Kerja Crane

    Setiap operator crane wajib mengetahui bagaimana crane bekerja. Crane bekerja dengan menggunakan sistem katrol untuk mengubah arah gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban dan untuk mendistribusikan gaya tersebut ke jarak yang lebih besar.

    Di ujung lengan crane terletak katrol utama. Melalui katrol ini, berjalan kawat angkat utama yang memiliki katrol lain di ujung yang berlawanan di dalam blok beban. Blok beban ini termasuk kait yang memegang beban.

    Fungsi crane ternyata sangat penting dalam industri konstruksi. Semoga dengan informasi tersebut Anda dapat memesan peralatan konstruksi secara tepat sesuai fungsinya. Selalu pilih perusahaan suku cadang terkemuka yaitu PT Halo Auto Indonesia.

    PT Halo Auto Indonesia menawarkan layanan berkualitas tinggi dalam bidang pengadaan suku cadang, rekondisi unit, dan overhaul engine, transmisi, dan differential.

    Dengan mengedepankan penggunaan suku cadang asli, kami menjamin bahwa proses pengerjaan dilakukan dengan profesionalisme dan akurasi tinggi. Hubungi sekarang untuk mendapatkan jasanya!

  • 10 Jenis Crane dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

    10 Jenis Crane dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

    Bagi Anda yang berkecimpung dalam industri manufaktur dan konstruksi, mengenali jenis crane termasuk pengetahuan dasar yang penting.

    Alat berat crane tersedia dalam beberapa jenis yang berbeda. Nah, masing-masing jenis memiliki fungsi dan cara kerja yang bervariasi satu sama lain.

    Maka dari itu, Anda perlu mengenali jenisnya terlebih dahulu supaya bisa menggunakan dengan lebih optimal

    Apa itu Crane?

    Crane adalah alat berat yang fungsinya untuk mengangkat dan memindahkan barang. Adapun jenis barang yang diangkat crane biasanya berupa barang berat dan berukuran besar.

    Alat ini umum terdapat pada proyek konstruksi, industri, pergudangan, dan pelabuhan.

    Crane mengangkat barang menggunakan katrol yang mengandalkan sistem hidraulik. Pusat pengendalian crane terdiri dari wire rope, cab, hook, dan boom.

    Meskipun fungsinya secara umum sama, terdapat jenis-jenis crane yang menghasilkan kerja berbeda. Sebagai contoh, umumnya crane berfungsi untuk mengangkut material secara vertikal, tapi ada pula yang horizontal.

    Jenis Crane

    Kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa crane hanya ada satu jenisnya. Namun hal tersebut tidak benar karena terdapat berbagai jenis crane alat berat.  Berikut daftarnya:

    1. Tower Crane

    Tower crane adalah jenis crane yang paling umum Anda temukan pada proyek konstruksi bangunan tinggi, seperti gedung bertingkat.

    Alat tower crane bisa memiliki tinggi antara 70 sampai 80 meter. Sementara itu, kapasitas beban angkutan tower crane mencapai lebih dari 20 ton. Tower crane juga memiliki lengan panjang untuk mengangkut dan memindahkan barang.

    Struktur alat ini memudahkan para pekerja untuk mengangkut berbagai material bangunan ke tempat tinggi, seperti bagian atas bangunan.

    Sebelum digunakan, tower crane perlu dipasang dengan cara ditancapkan pada bagian dasar menggunakan beton. Proses pemasangan bisa makan waktu cukup lama karena perlu perakitan bagian-bagian crane yang terpisah.

    2. Crawler Crane

    Selanjutnya, ada jenis crawler crane yang berfungsi mengangkat benda berat pada lokasi yang sulit di jangkau.

    Crawler crane memiliki roda-roda rantai yang memudahkan mobilisasi alat pada medan berat. Meskipun begitu, pengangkutan alat ini hingga ke lokasi proyek tetap memerlukan transportasi dengan truk trailer.

    Crane ini tidak memiliki jangkauan yang begitu panjang. Crawler crane banyak berperan dalam  proyek konstruksi infrastruktur besar.

    3. Truck Crane

    jenis crane
    jenis crane

    Jenis crane darat yang satu ini memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Truck crane memiliki sebutan lain yakni mobile crane. Bentuknya berupa truk yang dilengkapi crane, sehingga bisa berpindah tempat tanpa bantuan alat transportasi.

    Biasanya, selama proses pemindahan bagian crane pada truk akan dibongkar terlebih dahulu. Tujuannya untuk memudahkan proses pemindahan.

    Crane ini mampu berputar hingga 360 derajat. Keseimbangan crane juga terjaga dengan baik berkat adanya bagian kaki yang terpasang pada truk.

    4. Hydraulic Crane

    Hydraulic crane terbilang sebagai jenis yang sederhana. Penggunaannya hanya sebatas untuk perbengkelan atau pergudangan.

    Crane ini memiliki struktur yang sederhana, tapi kurang fleksibel untuk pindah lokasi. Jangkauannya juga terbatas karena tidak sepanjang jenis crane lain. Kemampuan berputar hydraulic crane mencapai 180 derajat.

    5. Level Luffing Crane

    Crane yang satu ini umum terlihat di area pelabuhan. Ciri utama jenis ini adalah adanya mekanisme luffing yang memungkinkan jib tetap berada dalam posisi horizontal saat bergerak.

    Level luffing crane memiliki penopang berengsel yang bisa menghasilkan gerakan naik turun. Gerakan tersebut kemudian membuat lengan crane mampu bergerak keluar dan ke dalam.

    Jenis crane di pelabuhan ini biasanya digunakan untuk meletakkan kontainer dan menurunkan berbagai muatan kapal.

    6. Hoist Crane

    Hoist crane memiliki nama lain overhead crane. Alat ini tampak berbeda dari jenis crane lainnya karena terpasang pada langit-langit.

    Pemasangan hoist crane melibatkan penggunaan rel khusus yang berfungsi sebagai jalur. Crane akan menghasilkan gerak satu arah pada jalur tersebut untuk memindahkan barang.

    Anda dapat menemukan hoist crane pada tempat seperti pergudangan dan perbengkelan.

    7. Crane Kereta Api

    Jenis crane selanjutnya yaitu crane kereta api. Alat berat ini khusus berfungsi untuk pengangkutan material pada pembangunan atau perbaikan jalur kereta api.

    Crane ini memiliki roda flensa yang memungkinkannya untuk bisa berjalan pada jalur rel. Berkat roda tersebut, crane bisa berpindah lokasi dengan sendirinya sepanjang jalur kereta.

    8. Floating Crane

    Floating crane atau crane terapung beroperasi di lautan dan lingkungan perairan lain.

    Crane besar ini bentuknya seperti kapal dengan crane pada bagian atasnya. Fungsi floating crane adalah untuk pengangkutan material dari kapal, meliputi menurunkan dan memuat barang.

    Floating crane memiliki kapasitas besar mencapai 9000 ton. Alat berat ini juga sering berperan dalam proyek pembangunan jembatan dan pelabuhan. Selain itu, floating crane bisa digunakan untuk mengangkut kapal laut.

    9. Jip Crane

    Jib crane atau crane lengan bermanfaat dalam mengangkat beban untuk dinaikkan atau diturunkan. Crane ini memiliki lengan yang terpasang pada tiang vertikal atau struktur lain.

    Lengan tersebut mampu bergerak ke berbagai arah sehingga membantu pengangkatan dan pemindahan barang secara fleksibel.

    Biasanya, jenis crane ini digunakan pada area kerja terbatas, seperti bengkel atau pabrik. Jip crane juga sering terpasang pada truk atau kendaraan bermotor sehingga memiliki mobilitas yang lebih tinggi.

    10. Crane Aerial

    Crane aerial atau crane udara memiliki kemampuan terbang layaknya pesawat. Bentuknya hampir seperti helikopter.

    Alat berat ini biasanya juga memiliki kabel yang berfungsi untuk menggantungkan barang.

    Jenis crane ini umumnya digunakan untuk mengangkat beban dari area dengan jangkauan sulit. Misalnya daerah pegunungan atau pulau terpencil.

    FAQ

    Bagaimana cara kerja crane?

    Crane bekerja mengangkat beban menggunakan sistem pendorong, yang mana bisa berupa sistem hidraulik atau motor listrik. Sistem tersebut akan memberikan daya angkat sehingga mampu memindahkan beban berat secara efisien.

    Apa syarat untuk menjadi operator crane?

    Berhubung operator crane memiliki tanggung jawab yang besar, maka ia harus memahami semua perintah dan kontrol crane. Operator juga perlu memiliki kemampuan untuk memprediksi perubahan lingkungan karena bisa mempengaruhi stabilitas crane.

    Apa saja pertimbangan yang penting saat memilih crane?

    Ketika hendak memilih crane, Anda sebaiknya mempertimbangkan kapasitas angkat, rentang jangkauan crane, kondisi medan, waktu pelaksanaan proyek, cuaca, dan ketersediaan sumber daya finansial serta tenaga ahli.

    Perawatan Tepat untuk Alat Berat

    Alat berat seperti crane melakukan pekerjaan dengan beban tinggi. Maka dari itu, Anda perlu memastikan alat mendapatkan perawatan yang tepat supaya performa dan keamanannya terjaga dengan baik.

    Halo Auto Indonesia menghadirkan perawatan dan perbaikan khusus alat berat. Kami memiliki tim profesional yang sudah berpengalaman melakukan beragam servis alat berat.

    Tidak perlu khawatir masalah kualitas pengerjaan karena layanan kami dilengkapi dengan garansi. Kami juga senantiasa mengutamakan transparansi harga untuk menjamin kepuasan pelanggan.

    Halo Auto Indonesia mampu memberikan perawatan tepat menyesuaikan setiap jenis crane. Segera hubungi tim kami untuk dapatkan perawatan alat berat terbaik.

  • 10 Sepatu Safety Terbaik, Kaki Aman dan Nyaman Digunakan!

    10 Sepatu Safety Terbaik, Kaki Aman dan Nyaman Digunakan!

    Safety shoes menjadi salah satu dari sekian banyak daftar Alat Pelindung Diri (APD). Memilih sepatu safety terbaik yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, akan melindungi Anda ketika sedang bekerja di lapangan.

    Baik itu di area tambang, area yang rentan dengan risiko tersengat listrik, atau di area konstruksi hingga perkebunan. Memilihnya tentu tak bisa sembarangan. Bukan hanya mempertimbangkan merk sepatu safety termahal, tapi harus sesuai kebutuhan.

    Tak ingin salah memilihnya? Coba simak beberapa rekomendasi safety shoes terbaik yang ada di sini. Semua yang kami rekomendasikan, sudah sesuai standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

    Sepatu Safety Terbaik

    Setiap sepatu yang kami rekomendasikan, punya spesifikasi dan kelebihannya masing-masing. Berikut rekomendasi safety shoes lebih lengkapnya:

    1. Sepatu Safety Cheetah

    Pertama, kami ingin mengandalkan safety shoes dari merk Cheetah. Sepatu safety ini punya keunggulan terutama dari segi harga.

    Harga sepatu safety terbaik satu ini terbilang begitu murah dan terjangkau. Harganya under Rp300 ribuan.

    Di Indonesia, mungkin ini yang termurah. Produksinya juga di Indonesia alias merupakan safety shoes produk lokal.

    Walaupun murah, jarang ada yang mengeluh tentang kualitasnya karena memang telah memenuhi standar perlindungan K3.

    Cheetah memang terkenal sebagai salah satu produsen APD di Indonesia. Ada berbagai produk lain seperti safety gloves, emergency shower, hingga kacamata, dan beberapa jenis APD lainnya. Beli di gerai resmi Cheetah, ya!

    2. Safety Shoes Krushers

    Tak hanya Cheetah, merk sepatu safety buatan Indonesia lainnya yang kami rekomendasikan adalah PT. Alasmas Berkat Utama.

    Produk ini sudah terkenal sejak pertama kali pembuatannya yakni tahun 2001. Sepatu krushers diproduksi memakai mesin German-built Desma yang membuat kualitasnya sangat terjamin.

    Produsennya menggabungkan 60 bagian terpisah hingga menjadi satu, melalui 50 tahapan produksi yang membuatnya mampu memenuhi spesifikasi performa, proteksi, dan nilai terbaik.

    Keunggulan utama dari sepatu safety terbaik ini adalah bahan TPU Direct Injection Sole yang membuat sole-nya bisa bertahan lama meskipun penggunaannya sering kali dalam kondisi berat.

    3. Sepatu Safety Kings

    Ingin tampil maksimal tapi tetap aman? Maka, Safety Shoes dari Kings bisa menjadi jawaban. Merk sepatu ini memang salah satu brand yang mengkombinasikan antara estetika dan kekuatan.

    Jadi, tak cuma indah tapi juga menawarkan kekuatan. Dengan bahan kulit terbaik, jahitan yang begitu kuat, membuat seluruh bagian sepatu Kings jadi kokoh dan tahan lama.

    Sepatu ini bisa juga jadi pilihan bagi Anda yang ingin tampil berkelas juga maskulin. Memiliki sol dengan bahan polyurethane, kami jamin sepatu ini anti-rapuh. Kuat, kokoh, serta juga mampu memberikan perlindungan terbaik untuk kaki Anda.

    Merk sepatu safety luar negeri yang diproduksi di Kanada ini, di Indonesia hanya punya distributor. Namun, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda akan sepatu satu ini.

    4. Sepatu Safety Ranger

    sepatu safety terbaik
    ilustrasi APD dan sepatu safety

    Berawal dari kegelisahan minimnya inovasi dalam bidang safety shoes, membuat produsen sepatu safety Ranger akhirnya menelurkan produknya.

    KSS Group yang berada di bawah naungan PT Kurnia Indo Manufaktur (PT KIM) akhirnya menggagas terciptanya produk safety footwear berkualitas.

    Keunggulan utama sepatu safety terbaik ini bisa Anda lihat dari segi desain. Modern dan tidak akan membuat Anda mati gaya.

    Ada heavy duty & breathable lining yang membuat Anda begitu nyaman ketika mengenakannya.

    Ada juga Premium Leather alias Tali Premium dengan aksen warna yang kuat dan seolah anti putus, plus Protective Stell Toe Cop yang membuat bagian depan kaki Anda menjadi lebih aman.

    5. Safety Shoes Red Wing

    Daftar merk safety import yang jangan sampai Anda lupakan adalah Red Wing karena mereka sangat terkenal dengan produk-produk yang banyak digunakan oleh tentara.

    Jika ada produk yang sering menjadi pilihan tentara, sudah pasti durabilitasnya tidak bisa Anda ragukan.

    Kini, Red Wing juga hadir ke dalam pasa safety shoes. Red Wing menggunakan kulit sapi asli sebagai material utamanya.

    Bagian sol sepatunya sintetis, tapi kuat dan tahan lama. Adanya bahan ini, akhirnya membuat sepatu Red Wing begitu nyaman saat Anda gunakan.

    Rata-rata, penggunanya adalah orang dengan jabatan tinggi. Hal ini tak lain dan tak bukan karena Red Wing menjadi sepatu safety terbaik dengan harga termahal di pasaran Indonesia. Range harganya di Rp1,5 juta – Rp5 jutaan.

    6. Krisbow Safety Shoes

    Lanjut, Anda juga bisa mempertimbangkan Krisbow Safety Shoes. Sepertinya, merk ini sudah cukup terkenal karena telah cukup lama bercokol di pasar Indonesia.

    Ada juga lapisan besi di ujung kaki, yang bikin kakimu aman dari benturan. Ada juga bantal empuk yang terinstal di dalam sepatu. Jadi, soal kenyamanan Krisbow Safety Shoes tak perlu lagi Anda tanyakan.

    Tak hanya itu saja, sepatu ini pun lengkap dengan sol karet anti-selip, maka cocok bagi Anda yang punya tipe pekerjaan di area licin atau basah karena bikin tidak mudah terpeleset.

    7. Dr. Osha

    Sepatu anti-licin lainnya, bisa Anda peroleh dari merk Dr. Osha. Tentu saja karena ada sol berbahan karet yang kuat dan tahan lama, plus anti-selip.

    Selain melindungi diri dari terpeleset, kaki Anda juga terlindungi dari terjadinya cedera karena tergelincir.

    Sepatu Dr.Osha juga memiliki bahan baja kokoh pada bagian ujung sepatu. Jari-jari kaki Anda bisa aman berlindung di bawahnya.

    Meskipun punya bagian berbahan baja, kenyamanan masih jadi prioritas dari sepatu ini. Jadi, Anda tetap akan merasakan sepatu yang nyaman, empuk, sekaligus aman.

    8. Sepatu Safety Hammer

    Sama halnya dengan beberapa sepatu safety terbaik lain yang telah kami rekomendasikan, brand Hammer juga patut jadi pertimbangan.

    Fitur proteksinya lengkap. Bisa melindungi kaki dari risiko cedera karena kejatuhan benda berat, ketahanan dari bahan kimia, sampai fitur anti-slip yang penggunaannya efektif di area licin.

    Selain itu, sepatu ini juga telah memenuhi standar keselamatan dari ASTM International. Sertifikasi aman, sepatu nyaman, kaki bakal aman. Ini yang sepatu safety Hammer tawarkan.

    9. Cladico

    Jika Anda adalah tipe perfeksionis yang sering mempertimbangkan estetika tapi tetap dengan tidak mengabaikan performa perlindungan yang tinggi, Cladico sepertinya cocok menjadi pilihan.

    Desainnya tak pernah ketinggalan zaman karena rata-rata sepatu terlarisnya, memiliki warna yang tak melulu hitam. Intinya, variasi warna dan desainnya selalu memuaskan setiap mata yang memandang.

    10. HIPZO

    Meskipun berbahan dasar kulit sintetis, mereka tetap menggunakan jenis bahan yang premium.

    Pemilihan mungkin memakan waktu lama karena mereka menyediakan beragam warna dan model yang begitu menarik.

    Apalagi, kualitas sol sepatunya bisa membuat Anda terhindar dari tergelincir karena tahan air dan minyak. Lengkap juga dengan perlindungan khusus agar kaki terhindar dari benda keras dan benda tajam.

    Memilih sepatu safety terbaik sudah jelas penting bagi keamanan Anda. Begitu juga dengan merawat dan memperbaiki kendaraan bisnis.

    Sebisa mungkin, hanya pilih penyedia layanan rawat dan perbaiki kendaraan terbaik seperti di PT. Halo Auto Indonesia.

    Kami menawarkan ragam layanan mulai dari overhaul hingga remanufacturing. Segera hubungi untuk merawat kendaraan bisnis Anda!

  • Standar Warna Helm Safety Terbaru, Bukan 6 Warna Lagi

    Standar Warna Helm Safety Terbaru, Bukan 6 Warna Lagi

    Apakah Anda mengira bahwa masih ada 6 warna safety helm yang berbeda? Sekarang sudah tidak lagi. Ada aturan standar warna helm safety yang terbaru.

    Perubahan ini terjadi karena banyak kontraktor yang sering punya kebijakan warna safety helmet berbeda. Selain itu, juga sering terjadi inkonsistensi standar yang akan membingungkan dan justru berbahaya bagi pekerja.

    Maka, ada standar helm safety SNI dan internasional yang akhirnya mengalami perubahan. Jika Anda ingin mengetahuinya, kami telah merangkum standar terbaru dari warna helm safety di artikel ini.

    Baca Juga: Arti Helm Putih di Tambang & Warna Lain yang Wajib Diketahui

    Standar Warna Helm Safety Terbaru

    Adanya standar baru dalam warna helm safety, sangat memudahkan klasifikasi para pekerja karena hanya ada sedikit warna, tidak lebih dari 6 warna. Lebih lengkapnya, bisa cek perbedaan warna dan siapa yang berhak mengenakannya di sini:

    1. Warna Helm Hitam

    Benar bahwa ada klasifikasi warna helm proyek sesuai jabatan. Dalam standar baru, warna helm hitam menunjukkan jika penggunanya adalah pengawas ketika ada di lokasi proyek.

    Warna hitam, memang menjadi petunjuk bahwa yang mengenakannya adalah orang dengan posisi supervisor yang punya tugas untuk mengawasi proses pengerjaan proyek, mengatur aktivitas, hingga memastikan keselamatan.

    2. Warna Helm Putih

    Selanjutnya, ada helm safety berwarna putih. Anda bisa mengenakannya hanya jika memiliki posisi dan fungsi sebagai pengawas, manajer, mandor, atau insinyur.

    Warna putih pada helm, menjadi indikasi jika posisi Anda memegang tanggung jawab yang cukup tinggi.

    Biasanya, orang yang menggunakan helm putih identik dengan posisi kepemimpinan serta punya tanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinir aktivitas kerja yang ada di lapangan.

    3. Helm Warna Orange

    Helm safety K3 yang baru juga memiliki warna orange. Pihak yang mengenakan warna ini biasanya punya posisi sebagai signaller atau slinger.

    Slinger merupakan orang yang tugasnya membongkar muatan atau akan mengangkut muatan.

    Sedangkan posisi signaller adalah mereka yang memberikan sinyal bagi operator alat berat yang membutuhkannya.

    4. Helm Berwarna Biru

    Standar warna helm safety terbaru lainnya adalah helm warna biru. Orang yang mengenakannya adalah site supervisor dan electrical contractor.

    Bagi Anda yang belum tahu, electrical contractor merupakan pekerja yang punya tanggung jawab pada pekerjaan kelistrikan. Mulai dari instalasi hingga perbaikan.

    Sementara untuk site supervisor, adalah posisi yang akan mengawasi bagaimana proses atau jalannya pekerjaan di area konstruksi atau proyek.

    Siapa yang Menerapkan Standar 4 Warna Helm Safety Ini?

    standar warna helm safety
    standar warna helm safety

    Sudah ada beberapa kali perubahan standar warna dari helm safety. Tapi, sebenarnya siapa pihak yang tugasnya mengubah aturan mengenai helm safety ini?

    Menurut informasi, yang menentukan standar ini adalah Build UK. Bagi yang belum tahu, Build UK merupakan organisasi perwakilan di dalam industri konstruksi, Inggris.

    Porganisasi pewakilan ini dibentuk atas gabungan dari Dewan Kontraktor Spesialis Nasional dan Grup Kontraktor Inggris pada Tahun 2015.

    Baca Juga: Arti Helm Proyek Warna Biru dan Manfaat Penggunaannya

    Apa Alasan Perubahan Standar Warna Safety Helmet?

    Fungsi helm safety itu pastinya untuk melindungi setiap pekerja dari risiko kecelakaan dan risiko keselamatan yang tidak diinginkan.

    Maka, penyesuaian aturan demi tingkat keselamatan yang tinggi harus ada yang membuatnya. Nah, Build UK adalah pihak yang ikut andil dalam hal ini.

    Menurut mereka, terdapat beberapa alasan mengapa ada perubahan standarisasi warna ini:

    • Peneliti mengatakan bahwa masih banyak kontraktor atau tempat kerja yang punya kebijakan warna dari helm keselamatan yang berbeda-beda.
    • Kontraktor individu mengenalkan identifikasi dari warna safety helmet juga masih memiliki perbedaan di standar Alat Pelindung Diri (APD) mereka.
    • Organisasi yang mengoperasikan dan mengembangkan infrastruktur kereta api, Network Rail, di bidang kereta api punya aturan spesifik dalam hal warna safety helmet.
    • Inkonsistensi aturan bisa memicu potensi membuat standar warna jadi membingungkan dan membahayakan para pekerja.
    • Di industri yang skalanya lebih kecil, mungkin tidak efektif. Tapi, secara umum Build UK menyarankan pemakaian warna putih untuk standarnya.

    Tujuan Perubahan Standar Warna Helm Safety

    Jika ada alasan mengapa terjadi perubahan, maka sudah pasti ada alasan lain perubahan warna dilakukan. Tujuan yang ingin dicapai yakni:

    • Ada standar tunggal mengenai warna safety helmet yang penerapannya bisa untuk semua kontraktor.
    • Mampu membantu kontraktor untuk meningkatkan keselamatan kerja dengan identifikasi tanggung jawab yang jelas pada seluruh personil melalui warna helm ketika berada di lokasi kerja.
    • Menekan anggaran perusahaan yang seringkali lebih besar karena harus menyediakan enam warna helm berbeda.

    Dalam setiap perubahan, pasti ada banyak hal yang menentangnya. Termasuk perubahan standar warna dari safety helmet ini.

    Ternyata, perubahan ini memicu kontroversi. Jadi, memang tak semua pihak memberi respon positif. Pasalnya, ada warna safety tradisional yang tidak masuk dalam standar baru: safety helmet berwarna kuning.

    Ada juga komentar yang berkata jika warna pada helm, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh signifikan. Di balik kontroversi ini, perubahan tetaplah perubahan dan inilah yang tetap terjadi.

    Baca juga: Fungsi Bagian Bagian Helm Safety, Ampuh Lindungi Kepala!

    Bagaimana Standar Warna Helm di Indonesia?

    Standar di Indonesia, memiliki kesamaan dengan Amerika Serikat yakni belum ada standar khusus.

    Namun, sudah ada regulasi yakni SNI ISO 3873:2021 mengenai helm keselamatan. Mengenai penerapan, sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai ini.

    Setiap perusahaan konstruksi atau siapa pun pihak yang membutuhkan helm safety, tidak punya kewajiban mengikuti standar tertentu karena bisa menetapkan standarnya sendiri.

    Selain mengetahui standar safety helmet, jangan lupa perhatikan standar kelayakan dari kendaraan bisnis Anda.

    Jika sudah waktunya Anda perbaiki, maka segera perbaiki. Jangan lupa, pilih layanan perbaikan kendaraan bisnis dari kami, PT. Halo Auto Indonesia. Dengan layanan lengkap hingga pengalaman selama bertahun-tahun, kami jamin puas dengan hasilnya.

  • Fungsi Bagian Bagian Helm Safety, Ampuh Lindungi Kepala!

    Fungsi Bagian Bagian Helm Safety, Ampuh Lindungi Kepala!

    Helm safety punya peran yang vital untuk keselamatan para pekerja di industri dengan tingkat risiko tinggi. Bagian bagian helm safety menjadi alasan utama mengapa Alat Pelindung Diri (APD) ini bisa menghindarkan seseorang dari risiko kecelakaan.

    Helm safety memiliki beberapa fungsi utama. Misalnya saja, melindungi kepala pekerja dari benda-benda kerat dan berat yang jatuh, melindungi kepala dari benturan, hingga melindungi bagian kepala dari api maupun bahan kimia tertentu.

    Semua fungsi yang ada, didukung oleh adanya beberapa bagian penting yang sekaligus menjadi standar helm safety. Jika ada bagian yang masih kurang lengkap, maka sebaiknya penggantian helm perlu dilakukan.

    Baca Juga: Ini Arti Warna Helm Proyek, Ternyata Fungsinya Berbeda

    Bagian Bagian Helm Safety

    Tapi, apa saja bagian yang ada dalam helm safety? Mengapa ia begitu penting? Apakah bagian-bagian ini memiliki fungsi tertentu? Semua pertanyaan ini, akan kami bahas dalam ulasan berikut:

    1. Bagian Shell/Luar

    Pertama, ada bagian shell atau yang menjadi bagian terluar dari helm safety. Sebutan paling mudah untuk bagian ini adalah batok helm.

    Bahannya dari bahan keras semacam plastik, logam, hingga serat kaca. Tentu saja, bagian shell mempunyai fungsi utama.

    Salah satunya menahan dan menyalurkan shock atau energi dari benturan agar kepala penggunanya terhindar dari risiko cedera.

    Shell ini juga mempunyai desain yang tahan tumpahan yang mampu mengalihkan cairan yang mungkin terjatuh pada kepala pekerja.

    2. Bagian Brim/Pinggiran

    Selanjutnya, ada bagian brim atau pinggiran. Bagian satu ini, masih jadi satu dengan batok atau shell.

    Secara umum terdapat dua jenis berbeda: fullbrim dan half brim. Keduanya, tentu punya spesifikasi yang berbeda pula.

    Helm yang menggunakan desain fullbrim, punya tingkat perlindungan yang lebih baik karena menyeluruh. Hal ini bisa didapatkan karena mempunyai bagian pinggiran yang lebih lebar jika membandingkannya dengan half brim.

    Tidak hanya melindungi kepala pengguna dari benda yang jatuh dari atas, helm fullbrim akan melindungi pekerja atas benturan benda yang mungkin datang dari arah samping.

    3. Suspensi/Inner

    Inner helm safety yang sudah pasti ada, yakni suspensi. Berada di bagian dalam, fungsi utamanya yakni menahan agar helm bisa tetap pada posisinya.

    Inner dari helm safety ini terdiri dari sejumlah komponen berupa tali dan bingkai. Biasanya ada di dalam batok atau shell.

    Suspensi ini akan membantu helm tetap ada di posisi yang pas di atas kepala pekerja, serta bisa membantu meredam shock atau gaya ketika benturan terjadi.

    Standar helm safety SNI pasti menerapkan ini karena fungsinya yang begitu krusial.

    4. Adjustment Point

    Selanjutnya, helm safety sering meletakkan bagian titik-titik untuk penyesuaian. Istilah dari bagian tersebut adalah adjusment poin. Fungsinya agar ukuran safety helmet bisa sesuai dengan ukuran setiap kepala pekerja.

    Dengan begini, pekerja bisa mengenakan helm yang lebih pas, nyaman, dan tentu saja lebih aman dari risiko kecelakaan.

    Baca Juga: 7 Contoh K3 di Perusahaan, Bikin Karyawan Lebih Produktif!

    5. Chin Strap/Tali Dagu

    Hampir setiap safety helmet memiliki tali dagu atau chin strap yang bisa dikaitkan ke bagian bawah dagu penggunanya.

    Chain strap sebenarnya hanya fitur tambahan. Namun, fungsinya cukup penting karena meningkatkan kestabilan helm ketika Anda menggunakannya. Sangat berguna terutama ketika risiko kehilangan helm tinggi.

    Misalnya saja, saat menggunakannya pada ketinggian, maupun pada lingkungan kerja dengan kecepatan angin yang tinggi.

    6. Ventilasi

    Nah, ini juga menjadi bagian tambahan yang akan membuat kepala pekerja, bisa tetap sejuk sekaligus nyaman. Utamanya ketika cuaca panas. Aksesoris ini, bisa memasang dan melepasnya sesuai dengan kebutuhan.

    7. Aksesori

    Setiap helm pengaman, biasanya lengkap juga dengan aksesori. Nah, aksesori ini berbeda-beda.

    Misalnya saja, pelindung telinga, mata pelindung, pelindung wajah, atau bisa juga head lamp. Jika mengenakannya, Anda bisa menambahkan aksesori sesuai kebutuhan.

    Lantaran fleksibel, Anda bisa memasang atau mencopotnya sesuai kebutuhan. Hanya saja, meskipun sekadar aksesori fungsinya masih sangat penting kok.

    8. Branding dan Identifikasi

    Kalau bagian ini, mungkin hanya beberapa. Branding atau identifikasi merupakan bagian helm safety berupa logo dan nama perusahaan.

    9. Replaceable Components

    Merupakan komponen seperti suspensi, hard hat, atau sejenisnya.

    Penting untuk memahami bagian bagian helm safety agar Anda tahu, bagian mana yang mungkin perlu Anda tambah, lepaskan, atau ganti.

    Selain itu, sangat penting juga untuk merawat kendaraan bisnis atau memperbaikinya jika performanya sudah mengalami penurunan.

    Halo Auto Indonesia, siap memperbaiki dan merawat kendaraan bisnis Anda dengan layanan berkualitas. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perawatan kendaraan bisnis terbaik demi melindungi keselamatan para pekerja.

  • 6 Fungsi Helm Safety yang Utama, Jenis, dan Arti Warnanya

    6 Fungsi Helm Safety yang Utama, Jenis, dan Arti Warnanya

    Demi melindungi para pekerja, ada aturan yang mengharuskan mereka untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Pasalnya, fungsi helm safety memang sangat krusial untuk menjaga keselamatan ketika bekerja.

    Helm keselamatan atau helm safety ini, menjadi pelindung bagi orang yang bekerja di areal tinggi risiko. Misalnya saja, area pertambangan, area konstruksi, hingga industri kimia yang memang terkenal dengan tingkat kecelakaan kerja tinggi.

    Penggunaannya bukan sekadar jadi aturan dalam UU Ketenagakerjaan, melainkan harus digunakan dengan penuh kesadaran untuk keselamatan diri sendiri.  Namun, pemakaiannya harus sesuai fungsi.

    Alasannya karena helm safety itu sendiri punya tipe yang terbagi jadi beberapa warna. Mari, bersama-sama kenali fungsi helm safety berdasarkan warna dan jenis-jenisnya di artikel ini.

    Baca juga: 11 Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya, Wajib Tersedia!

    Apa Saja Fungsi Helm Safety?

    Meskipun punya warna berbeda, helm safety memiliki sejumlah fungsi utama. Terutama dalam melindungi kepala dari risiko yang mungkin terjadi ketika sedang berada dalam proyek. Berikut penjelasan fungsinya:

    1. Melindungi Kepala

    Sudah pasti, fungsi utamanya adalah melindungi kepala. Bagian vital manusia satu ini, memang harus Anda lindungi ketika berada dalam area proyek dengan risiko tinggi.

    Helm akan melindungi kepala dari beberapa kejadian seperti benturan, kejatuhan material, pukulan, benturan, bahkan juga melindungi kepala dari benda tajam yang mungkin tak sengaja terjatuh.

    Penggunaan helm safety juga bisa melindungi kepala dari bahan kimia sampai melindungi kepala dari suhu yang ekstrim seperti helm yang penggunaannya dapat Anda lihat pada petugas pemadam kebakaran.

    2. Pencegahan Cedera Serius

    Selanjutnya, fungsi helm proyek adalah mencegah terjadinya cedera serius. Dengan memakainya, Anda akan terlindung dari kejadian seperti pembuluh darah yang pecah di sekitar otak.

    Pasalnya, ada helm proyek yang mampu menyerap shock dari pukulan benda yang terjatuh tepat di atas kepala. Kalaupun terjadi, fungsi helmet safety akan mengurangi potensi terjadinya cedera serius.

    3. Melindungi Kepala dari Benda Tumpul

    Di area konstruksi, sering kali ada benda tumpul yang berbahaya dan berpotensi membuat kepala Anda cedera. Maka, pemakaian helm safety bisa membantu Anda lebih terlindungi.

    Adanya helm safety berkualitas, mampu menolong Anda dari cedera berat akibat kejatuhan atau pukulan benda tumpul.

    4. Kepala Lebih Aman dari Benda Jatuh

    Kejatuhan benda tertentu saat berada dalam proyek masih sangat mungkin terjadi. Potensi benda jatuh mengenai kepala para pekerja juga sangat besar.

    Maka, untuk melindungi kepala dari adanya kejatuhan benda ini bisa dengan menggunakan helm safety agar lebih aman.

    5. Lebih Aman dari Risiko Kecelakaan Elektrik

    Penggunaan helmet pada pekerjaan yang berurusan dengan listrik, salah satunya bisa mencegah terjadinya kecelakaan elektrik.

    Kontak secara langsung dengan arus listrik, bisa mengakibatkan kondisi yang sangat fatal. Apalagi kalau sampai mengenai kepala.

    Maka dari itu, Anda butuh helm safety sebagai langkah preventif terhadap kondisi yang tak diinginkan seperti kecelakaan elektrik.

    6. Sebagai Identifikasi Pekerja

    Benar, seperti yang sebelumnya telah kami sebutkan, helm safety tersedia dalam berbagai macam warna. Setiap warna, merupakan simbol dari posisi pekerjaan atau untuk mengetahui siapa yang mengenakannya.

    Baca juga: Ini Arti Warna Helm Proyek, Ternyata Fungsinya Berbeda

    Jenis-Jenis Helm Safety

    fungsi helm safety
    fungsi helm safety

    Yap, helm safety ini punya fungsi khusus tergantung dengan jenisnya. Umumnya, helm safety terbagi menjadi 3 kelas atau 3 kategori utama. Berikut penjelasannya:

    1. Helm Safety Kelas/Kategori E (Electrical)

    Pertama, ada helm kelas E. Kemampuannya yakni mengurangi tingkat risiko bahaya elektrik yang bertegangan tinggi sampai 20.000 volt.

    Helm jenis ini cocok bagi Anda yang pekerjaannya berkaitan dengan kelistrikan. Misalnya saja, seorang petugas PLN.

    Sebagai petugas PLN, Anda sangat perlu untuk memakai helm ini agar perlindungan terhadap listrik jauh lebih maksimal.

    2. Kelas G (General)

    Selanjutnya, ada fungsi helm safety dari kelas G atau general. Perlindungannya seperti nama jenisnya, yakni general atau lebih umum. Sangat tepat untuk berbagai tipe pekerjaan.

    Pekerja di bidang kelistrikan juga masih bisa menggunakannya karena ketahanan yang bisa helm ini berikan, yakni menahan 2.200 volt.

    3. Helm Safety Kelas C/Conductive

    Terakhir, ada helm dari kelas C atau Conductive. Beda dengan kedua jenis helm sebelumnya karena helm ini tidak bisa melindungi risiko kelistrikan sama sekali.

    Biasanya helm ini juga dipakai untuk proyek yang lebih umum dan pengaplikasiannya lebih general.

    Namun, helm kelas C punya kelebihan yakni adanya ventilasi tambahan plus bahannya dari aluminium.

    Arti Warna Safety Helmet bagi Pekerja Proyek

    Fungsi safety helmet tak hanya demi menjaga keselamatan pekerja. Namun, juga menjadi simbol karena setiap warna punya arti khusus:

    1. Helm Putih

    Untuk warna helm safety berwarna putih ini mewakili orang yang punya jabatan tinggi seperti pengawas, manajer, insinyur, dan mandor. Tanggung jawab dan pengetahuannya memang umumnya lebih besar daripada pekerja proyek lainnya.

    2. Helm Biru

    Helm proyek berwarna biru biasanya untuk operator teknis, supervisor lapangan, dan juga pengawas sementara suatu proyek.

    Namun, Anda akan paling banyak melihatnya pada operator alat-alat berat seperti  crane, bulldozer, forklift, dan sejenisnya.

    3. Helm Merah

    Anda mungkin jarang menjumpai pekerja dengan helm berwarna merah. Tapi, peran dari orang yang mengenakan helm merah ini punya peran krusial.

    Mereka merupakan pengawas dan petugas safet K3 di suatu proyek. Mereka akan datang demi memastikan penerapan standar keamanan.

    4. Helm Kuning

    Umumnya untuk para sub kontraktor dan pekerja umum yang ada di lapangan. Biasanya juga mengenakan kelengkapan APD lain seperti rompi yang cerah.

    5. Helm Hijau

    Peneliti atau pengawas lingkungan adalah pihak yang menggunakannya. Terkadang juga petugas kebersihan.

    6. Helm Oranye

    Terakhir, ada helm berwarna oranye. Biasanya helm ini untuk tamu proyek yang tengah berkunjung.

    Tak hanya penting mengetahui fungsi helm safety. Anda yang punya kendaraan bisnis pun wajib merawat dan memperbaikinya untuk keselamatan pekerja.

    Jika ingin memperbaiki dan merawatnya, percayakan pada PT. Halo Auto Indonesia. Telah berpengalaman lebih dari 3 tahun, Anda tidak perlu khawatir dengan layanan terbaik untuk kendaraan bisnis dari kami.

  • 6 Penerapan K3 Pertambangan, Lindungi Karyawan Anda!

    6 Penerapan K3 Pertambangan, Lindungi Karyawan Anda!

    Pertambangan adalah jenis industri yang memiliki risiko tinggi. Terutama bagi para pekerjanya. Maka, penting untuk memahami penerapan K3 pertambangan untuk membuat Anda jauh lebih aman ketika bekerja di industri pertambangan.

    Namun, urusan penerapan K3 di areal tambang sudah cukup optimal karena Databoks menjelaskan pada tahun 2021, angka kecelakaan di area pertambangan mengalami penurunan 27,3% dari tahun 2020.

    Ini artinya, penerapan peraturan K3 pertambangan sudah cukup optimal meskipun belum membuat tidak ada kecelakaan kerja sebesar 100%. Nah, mau tahu penerapannya seperti apa? Anda bisa cek di sini.

    Baca Juga: 6 Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia

    Penerapan K3 Pertambangan

    Tujuan K3 pertambangan tentu saja untuk membuat para pekerjanya terlindungi. Selamat secara fisik dan juga mental. Hal ini karena maksimalnya penerapan K3 di pertambangan. Misalnya dengan:

    1. Standarisasi Alat-Alat dan Perlengkapan Kerja

    Pertama, penerapannya bisa Anda lihat dalam penggunaan alat-alat dan perlengkapan kerja berstandar tinggi.

    Perusahaan tambang akan bertanggung jawab serta memastikan jika seluruh peralatan dan perlengkapan yang ada, sudah memenuhi standar internasional serta dioperasikan berdasarkan standar keamanan yang berlaku.

    Tentu saja ini penting karena dapat meminimalisir angka kecelakaan kerja karena faktor alat dan perlengkapan yang tidak sesuai standar internasional, atau minimal standar dari Kementerian.

    Standar Nasional Indonesia (SNI) sebenarnya sudah menjadi parameter minimum apakah perusahaan sudah punya alat dan perlengkapan yang sesuai atau tidak.

    2. Sosialisasi Kepada Seluruh Pihak

    Sebelum benar-benar memasuki dunia pertambangan, akan ada materi K3 pertambangan yang disosialisasikan kepada hampir seluruh pihak.

    Entah pekerja di lokasi tambang hingga staff yang tergabung dalam perusahaan industri pertambangan.

    Dengan adanya sosialisasi, akhirnya semua bisa paham mengenai aturan sekaligus hak yang akan mereka dapatkan.

    Nah, salah satu yang menjadi materi sosialisasinya adalah kebijakan mengenai K3 yang penting agar masing-masing pekerja bisa terlindungi.

    Dalam materinya, perusahaan memberikan wawasan tentang pentingnya K3. Tentu saja tujuannya agar setiap pekerja dan orang yang tergabung di dalam perusahaan bisa menjalankan K3 sesuai aturan yang berlaku.

    K3 pertambangan juga mencakup pengetahuan agar karyawan bisa memperoleh hak yang sesuai dengan bagian atau posisinya.

    Tak jarang, perusahaan pertambangan menawarkan pelatihan K3 di perusahaan melalui kerja sama dengan sejumlah instansi yang punya standar pelatihan tertentu.

    3. Program Sertifikasi Karyawan

    K3 pertambangan batubara dan berbagai jenis tambang lainnya sudah pasti memberlakukan program ini.

    Kegiatan sertifikasi sangat penting untuk memberi bekal para pekerja utamanya bekal teknis untuk pekerja dengan risiko kecelakaan yang tinggi.

    Salah satu contohnya saat mengoperasikan unit alat berat. Bahkan tak jarang ini menjadi prasyarat awal sebelum mereka mendapatkan pekerjaan mengoperasikan alat berat.

    Misalnya, harus mengantongi sertifikat Surat Izin Operator (SIO) sesuai dengan jenis alat berat yang akan dioperasikan.

    Bentuk K3 pertambangan yang lainnya juga bisa mengenai kemampuan non-teknis guna memahami kompetensi yang menjadi kebutuhan utama dalam bidangnya.

    Tak jarang, perusahaan tambang akan mengikutsertakan karyawannya untuk ikut dalam program pelatihan maupun sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Pertambangan yang merupakan sertifikasi BNSP.

    4. Pengadaan Prasarana Darurat

    Pengadaan alat yang sesuai standar, itu wajib. Memberikan pengetahuan dan wawasan soal K3 juga menjadi hal wajib.

    Nah, selain keduanya juga ada pengadaan prasarana darurat. Perusahaan juga memiliki tugas ini, yakni memastikan ketersediaan peralatan saat kejadian tak terduga.

    Dengan kata lain, ini adalah langkah preventif dari perusahaan. Penyediaan prasarana darurat ini akan sangat berguna untuk meminimalisir kesalahan teknis dan mendapatkan penanganan lebih awal.

    5. Pengecekan Lingkungan Kerja

    Setiap pekerja yang berada di area tambang, harusnya telah paham ini. Ada penerapan lain yakni pengecekan lingkungan kerja.

    Jadi, area atau site tambang sudah lebih dulu mendapatkan pengecekan soal keamanan dan kondusivitasnya.

    Hal ini penting untuk mengetahui di mana letak alat berat yang strategis, posisi crew saat bekerja, dan menentukan berbagai macam hal untuk menjaga keselamatan pekerja di pertambangan.

    Bahkan pengecekan juga akan berlaku di tempat yang menjadi kantor utama. Pengecekan ini akan memantau intensitas cahaya, sanitasi area, ventilasi, polusi, kebersihan, dan lainnya.

    Intinya, penerapan K3 pertambangan ini guna memastikan tempat kerja yang layak untuk karyawan. Dengan memastikan lingkungan yang aman, hal ini bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja akibat kelalaian K3 di area pertambangan.

    6. Menjamin Keselamatan Tamu

    Perusahaan pertambangan adalah industri yang sering kali kedatangan tamu. Misalnya saja saat ada pengawas lingkungan yang datang, mandor, mahasiswa yang sudah dapat izin, pihak pemerintah, dan masih banyak lagi.

    Intinya mereka-mereka yang berasal dari eksternal perusahaan juga akan memperoleh perlindungan untuk menjaga keselamatannya. Terutama ketika mereka datang ke area pertambangan.

    Komite K3 di pertambangan, nantinya akan memberi panduan selama kunjungan tamu dari awal hingga selesai.

    Baca Juga: 11 Perusahaan Tambang di Indonesia yang Paling Besar

    Elemen yang Harus Perusahaan Penuhi

    K3 pertambangan ini sering juga mendapat sebutan sebagai SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan). Nah, di dalamnya ada sejumlah elemen yang harus dipenuhi perusahaan. Di antaranya:

    • Kebijakan: berisi kebijakan dengan susunan perencanaan hingga penerapannya saat di lapangan yang sesuai dengan kondisi para pekerja.
    • Perencanaan: proses identifikasi awal mengenai risiko, upaya preventif, dan tindakan ketika terjadi hal yang tak diinginkan.
    • Organisasi: wajib memiliki KTT (Kepala Teknik Tambang) dan PJO (Penanggung Jawab Operasional).
    • Implementasi: meliputi pelaksanaan pengelolaan dalam pertambangan.
    • Evaluasi: proses pengawasan untuk mengukur tingkat keselamatan pekerja.
    • Dokumentasi: penting untuk menyediakan dokumen dan rekaman dalam penyusunan SMKP.

    Merawat Kendaraan Tambang, Bentuk Penerapan K3

    Satu hal lagi yang penting, yakni merawat kendaraan perusahaan tambang yang ada di perusahaan. Hal ini pun menjadi bagian atau bentuk penerapan K3 pertambangan. Merawat dan memperbaiki kendaraan, tentu juga demi keselamatan pekerja.

    Di mana harus merawatnya? Harus di penyedia jasa profesional seperti PT. Halo Auto Indonesia dengan pengalaman selama bertahun-tahun untuk mendapatkan layanan terbaik demi menjaga kondisi kendaraan.

  • 4 Contoh Kasus Kecelakaan Kerja K3 yang Memakan Korban Jiwa

    4 Contoh Kasus Kecelakaan Kerja K3 yang Memakan Korban Jiwa

    Memberikan pemahaman soal pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara belajar dari contoh kasus kecelakaan kerja K3 yang sering terjadi di berbagai industri.

    Ada yang terjadi karena minimnya fokus perusahaan terhadap keselamatan pekerja, kesalahan para pekerja itu sendiri, persoalan mesin yang tak bekerja optimal, dan masih banyak lagi.

    Mempelajarinya akan berguna bagi dua pihak. Pertama, bagi perusahaan agar lebih memperhatikan penerapan K3. Kedua, bagi karyawan yang bekerja untuk menaati aturan mengenai K3 untuk menjaga keselamatan dirinya.

    Baca Juga: Mengenal Rambu-Rambu Tambang demi Keselamatan Kerja

    Contoh Kasus Kecelakaan Kerja K3

    Demi membuat Anda memahaminya, berikut contoh kasus kecelakaan kerja dan penyebabnya yang bisa menjadi pelajaran sekaligus agar membuat siapa saja paham mengenai pentingnya K3 di perusahaan:

    1. Kasus di PT GNI

    Di Indonesia, ada perusahaan nikel yang cukup terkenal yakni PT. Gunbuster Nickel Industry (PT. GNI). Pada Februari 2023, mereka kembali menambah angka kecelakaan kerja dengan dampak yang sangat fatal.

    Telah terjadi kecelakaan seorang buruh yang mengoperasikan dump truck di jalan hauling. Sopir dump truck akhirnya meninggal dunia.

    Sebulan sebelumnya, terjadi kebakaran smelter yang membuat dua buruh meninggal dunia. Ini sekaligus menambahkan PT GNI ke dalam daftar merah perusahaan yang memiliki tingkat kecelakaan kerja cukup tinggi.

    Rentetan kecelakaan ini, akhirnya membuat serikat pekerja di PT GNI memberi tahu alasannya. Mereka malah sekaligus menuntun untuk disediakan Alat Pelindung Diri (APD).

    Hal ini menjadi indikasi kalau penggunaan dan penyediaan APD di PT. GNI masih sangat minim.

    Selain itu, contoh kasus kecelakaan kerja K3 ini menuntut ruang kerja yang sirkulasi udaranya layak untuk para buruh.

    Benar, ini artinya PT. GNI tidak membuat lingkungan kerja jadi aman dan nyaman karena sirkulasi udara di ruang kerjanya kurang baik.

    Ada juga kabar yang menyatakan bahwa di PT. GNI sering memberlakukan pemotongan upah yang tidak jelas. Padahal, pemberian upah sesuai jam kerja juga telah diatur di dalam Undang-Undang.

    Jadi, dari kasus ini Anda bisa belajar minimnya penerapan K3 dari tiga ruang lingkup yakni:

    • Lingkungan kerja
    • Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD)
    • Kelayakan upah sesuai jam kerja

    Contoh kasus K3 dan analisisnya ini penting agar hal serupa tidak terjadi. Banyak asumsi dan dugaan yang bertebaran soal kasus ini. Namun, hasilnya tetap karyawan yang akan dirugikan, sekaligus citra dari perusahaan.

    Pasalnya, masyarakat, pemerintah, bahkan karyawannya sendiri menganggap jika PT. GNI adalah perusahaan yang kurang melindungi para pekerjanya. Dampaknya bisa panjang jika tak segera ditangani.

    Baca Juga: Ini Arti Warna Helm Proyek, Ternyata Fungsinya Berbeda

    2. Kebocoran Gas Bhopal, India

    Contoh kasus kecelakaan kerja di pabrik yang jadi salah satu kecelakaan kerja terbesar dengan korban terbanyak di dunia yakni kebocoran gas Bhopal, di Pakistan.

    Kasus ini terjadi di tahun 1984 yang membuat 30 – 40 ton gas beracun dari pabrik mengalami kebocoran.

    Akhirnya, hanya dengan 1 jam saja, kebocoran ini meracuni ratusan ribu orang yang ada di sekitar pabrik.

    Parahnya, mengakibatkan 16 ribu korban jiwa. Tahu apa alasannya? Ini terjadi karena pemeliharaan alat yang sangat buruk serta manajemen keselamatan dalam perusahaan yang berada di bawah standar alias tidak memenuhi standar.

    3. Crane LRT yang Jatuh, Palembang

    Contoh kasus kecelakaan kerja K3 ini terjadi di Indonesia, tepatnya di Palembang. Peristiwa satu ini terjadi 1 Agustus 2017.

    Ketika itu, crane crawler di proyek akan mengangkat tempat rel LRT dari bawah untuk dinaikkan ke atas.

    Saat steel box telah ada di bagian atas, tiba-tiba jalan eksisting malah amblas. Sekaligus, jalan di sekitar tempat crane terpancang mengalami keretakan.

    Akhirnya, ada crane dengan berat 70 ton terjungkal ke bagian depan. Peristiwa ini jelas mengagetkan karena boom crane seberat 80 ton juga terjadi.

    Akibat adanya kecelakaan ini, dua rumah warga tertimpa. Memang, tidak ada yang salah dalam hal ini dan tidak ada yang ingin terjadi. Namun, upaya pengecekan lingkungan kerja untuk menerapkan K3 yang optimal harusnya lebih dulu dilakukan.

    4. Kebakaran Pabrik Ali Enterprise

    Kejadian ini berlangsung di Pakistan, yakni di perusahaan tekstil di Karachi. Kebakaran ini terjadi akibat korsleting di pabrik, tepatnya pada peralatan yang digunakan untuk produksi.

    Hal ini artinya, kecelakaan diakibatkan oleh minimnya pengecekan terhadap alat yang digunakan untuk produksi.

    Parahnya lagi, ada pihak yang membuat pintu terkunci agar karyawan tak keluar dari pabrik saat jam produksi. Bagian jendela pun tidak bisa terbuka.

    Insiden ini mengakibatkan 289 orang meninggal dunia. Ini menjadi bukti perusahaan yang sama sekali tidak peduli terhadap karyawannya.

    Penting untuk Menjaga dan Merawat Aset Perusahaan

    Dengan berbagai contoh kasus kecelakaan kerja K3 ini, ada satu poin yang sangat penting: menjaga dan merawat aset seperti mesin produksi, alat pelindung diri, dan sebagainya.

    Termasuk juga sangat penting merawat dan menjaga kendaraan operasional perusahaan agar tetap dalam kondisi prima. Jika tak ingin itu terjadi, percayakan perawatan dan perbaikan ke PT. Halo Auto Indonesia untuk layanan terbaiknya!

  • 11 Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya, Wajib Tersedia!

    11 Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya, Wajib Tersedia!

    Bentuk penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam perusahaan bisa bermacam-macam. Salah satunya dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) ketika bekerja. Mau tahu alat pelindung diri K3 dan fungsinya? Cek sini ya.

    APD penting terutama dalam perusahaan yang dalam kegiatan operasionalnya memiliki risiko tinggi. Penggunaannya tentu penting demi menjaga keselamatan para pekerja dari risiko kecelakaan.

    Penggunaan APD ini pun telah diatur pada Permen. Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang ada di poin Nomor 8 Tahun 2010.

    Baca Juga: Arti Helm Putih di Tambang & Warna Lain yang Wajib Diketahui

    Apa Saja Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya

    Alat pelindung diri dan fungsinya akan kami bahas secara lengkap pada bagian ini. Penting bagi perusahaan untuk menyediakan serangkaian APD yang ada di sini:

    1. Alat Pelindung Kepala

    APD satu ini pastinya sering Anda lihat dalam berbagai kesempatan. Pada proyek-proyek konstruksi, di areal pertambangan, dan juga beberapa proyek sejenis.

    Safety helmet ini fungsinya tentu untuk melindungi kepala pekerja dari benturan, kejatuhan material tertentu, hingga pukulan dan cedera kepala.

    Tidak hanya itu, APD khusus pelindung kepala ini juga menjaga kepala dari api, radiasi panas, percikan bahan kimia, dan juga suhu ekstrim.

    Jenis-jenis APD satu ini adalah:

    • Helm pengaman
    • Pelindung rambut
    • Topi atau tudung kepala

    2. Alat Pelindung Wajah dan Mata

    Salah satu contoh alat pelindung diri lainnya adalah alat pelindung wajah. Alat ini memiliki fungsi utama untuk melindungi wajah juga mata dari paparan bahan kimia yang membahayakan.

    Adapun contoh bahan kimia yang membahayakan seperti gas, amonium nitrat, partikel yang terbang di air atau udara, panas, percikan benda kecil, dan uap.

    Nah, untuk jenis-jenisnya bisa seperti spectacles dan googles. Khusus untuk pelindung wajah, jenisnya seperti face shield atau tameng wajah hingga full face masker yang akan menutupi semua bagian wajah beserta mata.

    3. Alat Pelindung Telinga

    pelindung telinga
    penutup telinga

    Setiap bagian tubuh manusia, khususnya pekerja adalah bagian yang penting untuk dijaga. Termasuk juga bagian telinga. Guna melindunginya, biasanya menggunakan Alat keselamatan kerja (K3) seperti ear muff.

    Selain itu, bisa juga menggunakan ear plug atau penyumbat telinga. Alat pelindung diri K3 dan fungsinya ini memang penting terutama jika bekerja di industri yang sering menghasilkan suara bising dan tekanan tinggi.

    Kondisi industri di bisnis mesin dan peralatan, produksi logam, pengelasan, pemotongan logam, area proyek dengan alat pengangkut, dan juga konstruksi biasanya menghasilkan kebisingan dengan tingkat yang tinggi.

    Jika bekerja di wilayah industri ini, penting menggunakan pelindung telinga agar tidak mengganggu kesehatan dari telinga.

    4. Pelindung Tangan

    Selain alat pelindung kepala, wajah, mata, dan telinga, jangan lupakan alat pelindung satu ini yakni pelindung tangan.

    Penggunaan pelindung tangan seperti safety hand gloves penting untuk perusahaan I industri petrokimia, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, otomotif, hingga makanan dan minuman.

    Banyak tipe yang bisa Anda pakai untuk berbagai jenis pekerjaan. Jika lingkungannya berkaitan dengan minyak dan oli, maka sarung tangan ber-grip kuat bisa menjadi pilihan agar daya cengkramnya lebih kuat.

    Alat pelindung diri K3 dan fungsinya ini juga penting bagi Anda yang bekerja di bagian kelistrikan, bisa pakai hand glove anti listrik agar tidak cedera atau tersetrum.

    5. Alat Pelindung untuk Saluran Pernafasan

    Seperti namanya, alat pelindung ini fungsinya yakni melindungi saluran dan organ pernafasan agar tetap menghirup udara bersih.

    Tentu saja, agar tidak ada benda berbahaya yang masuk ke dalam saluran dan organ yang berbahaya.

    Misalnya saja, mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau debu, uap, kabut, asap, bahkan gas kimia tertentu.

    Dengan alat ini, maka kamu akan dilindungi dari berbagai jenis benda asing nan berbahaya bagi pernapasan. Adapun jenis alatnya seperti:

    • Respirator
    • Masker
    • Tangki selam dan regulator bagi pekerja dalam air
    • Tabung/catridge guna menyalurkan oksigen

    Baca Juga: Arti Helm Proyek Warna Biru dan Manfaat Penggunaannya

    6. Rompi atau Pakaian Pelindung

    rompi tambang
    rompi tambang

    Salah satu dari 10 alat APD dan fungsinya yang penting untuk disediakan yakni rompi pelindung atau vest untuk melindungi badan dari bagian leher hingga pinggang.

    Jenisnya bermacam-macam, bisa vest, celemek, jaket, dan one piece coverall atau pakaian terusan. Entah itu pakaian untuk melindungi sebagian maupun seluruh tubuh.

    Nah, untuk fungsi utamanya sudah tentu melindungi tubuh dari hal-hal berbahaya semacam ini:

    • Paparan api
    • Benda panas
    • Suhu panas dan dingin yang ekstrim
    • Percikan bahan kimia
    • Benturan
    • Uap panas
    • Radiasi
    • Sengatan atau gigitan binatang
    • Infeksi bakteri, virus, dan jamur

    7. Alat Pengaman Ketika Berada di Ketinggian

    Ada tipe industri yang mengharuskan para pekerjanya berada di ketinggian. Pada Peraturan Menteri No.8 Tahun 2010, alat ini disebut sebagai alat pelindung jatuh bagi perorangan.

    Fungsi alat ini adalah membatasi gerak badan dari bekerja agar tak terjatuh. Selain itu, agar pekerja yang mengenakannya mampu berada di posisi yang mereka inginkan pada keadaan tergantung.

    Termasuk sebagai alat pelindung diri K3 dan fungsinya memang untuk menjaga keselamatan pekerja agar tak jatuh dari tempat tinggi. Jenis-jenisnya bervariasi, seperti:

    • Safety rope atau tali pengaman
    • Harness atau sabuk pengaman
    • Lanyard atau tali koneksi
    • Karabiner
    • Rope clamp atau alat penjepit tali,
    • Mobile fall arrester atau alat penahan jatuh
    • Descender atau alat penurun

    Semua alat di atas, masuk dalam kategori alat pengaman saat berada di ketinggian.

    8. Sepatu Safety

    Badan sudah dilindungi, tangan juga sudah, begitu juga seluruh bagian kepala. Ada lagi yang tak kalah penting yakni penggunaan sepatu safety.

    Ini adalah alat yang paling sering nampak penggunaannya. Apalagi bagi para pekerja yang ada di industri proyek konstruksi, mekanik, pekerja tambang, dan sejenisnya.

    Penggunaan alat pelindung diri K3 dan fungsinya memang penting agar kaki tetap terjaga dari benturan, kejatuhan benda, menginjak barang berbahaya, dan sejenisnya.

    Maka, banyak orang yang bekerja pada indutri di atas sering mengenakannya ketika bekerja.

    Selain itu, sepatu pengaman ini biasanya sudah menjadi aturan utama jika memasuki areal bekerja.

    9. Pelampung

    Benar, pelampung juga termasuk salah satu APD. Terutama bagi pekerja yang tengah menjalankan aktivitasnya di atas air atau di atas permukaan air.

    Apa fungsinya? Sederhana, agar tidak tenggelam. Meskipun sudah pandai berenang, alat ini masih sangat penting.

    Pelampung juga digunakan untuk tingkat keterapungan, intinya agar pemakai bisa terus dalam posisi optimal ketika terjadi hal yan tak diinginkan.

    Jenis-jenis alat pelindung diri ini juga bervariasi, loh. Misalnya ada life jacket atau jaket keselamatan. Bahkan ada juga life vest atau rompi keselamatan. Ada juga buoyancy control device yang canggih guna mengatur tingkat keterapungan.

    10. Emergency Equipment

    Sebenarnya, 9 alat pelindung diri K3 dan fungsinya yang masing-masing sudah disebutkan, sudah menjadi standar umum bagi perusahaan yang ingin menerapkan K3. Namun, melengkapinya dengan alat lain sudah tentu tak jadi masalah.

    Misalnya saja dengan menyediakan perlengkapan darurat. Tapi, seperti apa emergency equipment itu?

    Emergency equipment ini banyak jenisnya. Misalnya saja emergency shower, oil sorbent, atau bahkan eye wash. Setiap alat ini juga memiliki fungsinya masing-masing. Ini lengkapnya:

    • Emergency shower: ini merupakan alat ketika seluruh tubuh atau sebagian tubuh terpapar zat kimia yang berbahaya di laboratorium, industri kimia, atau pabrik. Fungsinya untuk melakukan pembersihan lebih cepat.
    • Eyewash: alat ini berfungsi menyemprotkan air ke atas agar memudahkan pekerja ketika berada di keadaan darurat.
    • Oil sorbent: alat ini dipakai untuk menyerap minyak yang bisa menggantikan pasir atau serbuk kayu. Fungsinya terlihat ketika terjadi tumpahan minyak. Berbahan polypropylene, jadi tak akan tenggelam jika diletakkan di atas permukaan air.

    11. Automated External Defibrilliator (AED)

    Nama lainnya adalah alat pacu jantung. Alat ini berfungsi jika tidak ada yang punya background medis atau kesehatan di antara para pekerja. Alat ini sangat bermanfaat untuk siapa saja yang tiba-tiba mengalami henti jantung secara mendadak.

    Rawat dan Perbaiki Kendaraan Bisnis Anda sebagai Upaya Penerapan K3

    Tentu saja, tidak kalah penting untuk merawat dan memperbaiki kendaraan bisnis operasional yang ada di perusahaan. APD akan sia-sia jika kendaraan operasionalnya yang bermasalah.

    Mari, perbaiki, rawat, dan buat kendaraan operasional jadi lebih baik dengan PT. Halo Auto Indonesia. Layanan terlengkap, pengalaman sudah bertahun-tahun.

  • 5 Prinsip K3 Paling Utama, Perusahaan Wajib Tahu!

    5 Prinsip K3 Paling Utama, Perusahaan Wajib Tahu!

    Setiap perusahaan atau bisnis yang berisiko tinggi sampai menengah, wajib menjalankan prinsip K3 lengkap dengan prosedurnya. Hal ini wajib untuk menjaga keselamatan dan kesehatan orang-orang yang bekerja di dalamnya.

    K3 menjadi kewajiban untuk diterapkan karena telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Jika tidak menerapkannya, maka sewaktu-waktu terjadi inspeksi, maka perusahaan akan mendapatkan sanksi atas hal ini.

    Sudah ada konsep, contoh, dan berbagai prinsip dasar K3 untuk menjaga keselamatan dari para pekerja. Apa saja? Berikut ulasan prinsip-prinsipnya.

    Baca Juga: Mengenal Rambu-Rambu Tambang demi Keselamatan Kerja

    Prinsip K3, Perusahaan Wajib Paham!

    Prinsip itu merupakan keyakinan dan aturan yang menjadi pedoman untuk melakukan sesuatu. K3 juga memiliki prinsip tersendiri. Lebih lengkapnya ada di sini:

    1. Mengutamakan Pencegahan

    Pertama, sekaligus yang paling penting adalah mengutamakan upaya pencegahan. Sudah banyak yang tahu jika langkah ini lebih baik daripada mengobati.

    Begitu juga dalam penerapan K3. Prinsipnya juga lebih baik untuk mencegah daripada harus melayani kecelakaan maupun mengalami sakit karena pekerjaan yang dilakukan karyawan.

    Nah, untuk langkah pencegahan melibatkan banyak hal. Misalnya saja:

    • Proses identifikasi untuk tahu apa saja risiko yang memicu kecelakaan dan mempengaruhi kondisi kesehatan karyawan akibat bekerja.
    • Proses evaluasi untuk memahami bahwa K3 harus terus berkembang lebih baik agar karyawan terlindungi.
    • Pengendalian risiko demi meminimalisir terjadinya hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan kerja.
    • Pemantauan risiko demi menjaga kelancaran karyawan dalam bekerja sekaligus membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman dalm bekerja.

    2. Melibatkan Partisipasi Aktif dari Pekerja

    Di sini, subjek utama yang terlindungi dengan adanya K3 adalah para pekerja atau karyawan itu sendiri. Maka, prinsip utamanya tentu saja dengan melibatkan partisipasi aktif dari mereka.

    Utamanya dalam hal pengambilan keputusan soal penerapan K3. Prinsip ini akan sangat membantu berbagai proses seperti yang telah kami libatkan sebelumnya.

    Namun, partisipasi aktifnya juga sangat membantu terutama di dalam upaya pengembangan K3, implementasinya, hingga proses pengawasan dari berjalannya program K3.

    3. Pendekatan Berbasis Risiko

    Prinsip K3 di tempat kerja sudah pasti harus menggunakan pendekatan yang berbasis risiko. Hal ini perlu menjadi fokus ketika mengelola K3 di hampir semua tempat kerja.

    Wawasan dan pengetahuan mengenai manajemen resiko sangat perusahaan perlukan dalam prinsip ini.

    Prosesnya harus sistematis, terstruktur, terencana, dan komprehensif alias lengkap demi meminimalisir terjadinya suatu risiko.

    Risiko yang dimaksud yakni soal berbagai faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja.

    Jadi, sebelum risiko itu terjadi, perusahaan sudah melakukan tahap pencegahan karena telah mengatur manajemen risiko sedemikian rupa.

    Manajemen risiko juga mencakup apa yang akan perusahaan lakukan jika ada kasus yang terjadi meskipun telah menerapkannya dengan ketat.

    Dari awal, sampai terjadi. Dari hulu, hingga hilir persoalan keselamatan pekerja menjadi tanggung jawab perusahaan sekaligus menjadi prinsip K3 yang sangat penting.

    4. Mengikuti Hukum, Regulasi, dan Kebijakan

    Prinsip K3 dalam bekerja atau di tempat kerja, sudah tentu harus mengikuti hukum atau regulasi yang berlaku.

    Sudah jadi rahasia umum jika K3 telah ada dalam peraturan perundangan. Setidaknya, ada tiga dasar hukum untuk K3 yakni:

    • Aturan Keselamatan Kerja di UU No.1 Tahun 1970.
    • Aturan Kesehatan di UU No.23 Tahun 1992.
    • Aturan Ketenagakerjaan di UU No.13 Tahun 2003.

    Dengan kelengkapan dasar hukum ini, sudah tentu regulasi yang ada harus perusahaan perhatian sebagai salah satu prinsip dalam penerapan K3 di perusahaan.

    Baca Juga: 5 Cara Mengoperasikan Excavator dengan Aman dan Benar

    5. Komunikasi dan Pelatihan

    Perusahaan sering kali abai terhadap prinsip satu ini: komunikasi dan pelatihan. Penting untuk membangun komunikasi antara pekerja, manajemen, hingga semua pihak mengenai kesadaran dan pemahaman K3.

    Perlu juga meningkatkan K3 di perusahaan dengan mengadakan pelatihan hingga penambahan wawasan soal pentingnya K3 dalam perusahaan.

    Hal ini agar penerapannya bisa dua arah. Perusahaan sudah berupaya melindungi karyawan dan karyawan bisa proaktif mendukungnya dengan mengikuti pelatihan serta membangun komunikasi.

    Terapkan K3 di Perusahaan dengan Merawat Kendaraan Bisnis!

    Dalam K3, ada prinsip untuk melakukan pendekatan berbasis risiko. Jika tak ingin ada kecelakaan karena mesin kendaraan bisnis Anda bermasalah, maka merawat kendaraan bisnis bisa jadi salah satu wujud K3.

    Jika ingin merawat kendaraan bisnis, pertimbangkan layanan kami di PT. Halo Auto Indonesia. Seluruh kendaraan bisnis Anda, bisa bekerja optimal dengan layanan lengkap yang ada di sini.